Air Terjun Bayang Sani (Bayang Sani Waterfall)


Kalau di postingan sebelumnya kita membicarakan sedikit dan semoga berminat nantinya untuk berkunjung ke Objek Wisata Jembatan Akar dan Objek Wisata lainnya di daerah Pesisir Selatan.

Nah, sekarang kita coba mengintip Objek Wisata Alam lainnya yang masih ada di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat ini yaitu Objek Wisata Air Terjun.

Dikenal dengan nama Air Terjun Bayang Sani.

Bermenung, melihat air terjun dan menakar ke dalaman lubuknya sebelum berenang ๐Ÿ˜‰

Air Terjun Bayang Sani ini terletak 2-3km sebelum Objek Wisata Jembatan Akar. Terletak di Desa Koto Baru.

Untuk mencapainya, jika kita datang dari arah Padang Kota, di pertigaan ibu kota Kecamatan yang bernama Pasar Baru ikuti plang arah yang menunjuk Bayang Utara (ada disebelah kiri jalan.

Melintas di jalan kecamatan itu sekitar 15 menit, akan terlihat plang penunjuk objek wisata ini, ada di sebelah kanan jalan. Perlu masuk sekitar 500m dari jalan raya, kendaraan roda empat bisa masuk sampai ke area parkir Air terjun Bayang Sani. Jika bukan pada hari libur, kendaraan boleh masuk hingga dekat air terjunnya.

Waktu tempuh perjalanan dengan menggunakan kendraan sendiri dari Padang Kota lebih kurang 1,5 jam.

Air terjun ini menuruni bukit yang ada batu besarnya, tapi bukan bukit batu, sehingga saat hujan, airnya akan keruh.

Menurut cerita masyarakat setempat, Air terjun ini terdiri dari 5tingkat. Tetapi yang sering dicapai dan biasa dikunjungi hanya sampai tingkat ke tiga.

Air terjun ini sangat ramai dikunjungi saat acara balimau (mandi-mandi) sehari sebelum bulan Ramadhan datang. Lokasinya jugaย  biasa di pergunakan untuk tempat perkemahan oleh para pemuda, pelajar ataupun mahasiswa yang ingin melakukan wisata dan kegiatan alam.

Air terjun dengan ketinggian hampir 80 meter ini memang sudah sangat terkenal sejak zaman dahulu.

Pada zaman penjajahan Belanda, Air terjun Bayang Sani ini menjadi tempat mandi-mandinya mener-mener dan nona-noni Belanda. Saking takjubnya mereka pada air terjun ini, maka mereka setiap datang selalu merasa WELL COME dan mereka merasa menjadi bagian dari pemandian ini. Saking senangnya menyambut tambahan anggota yang ikutan mandi, mereka saling meneriakkan ucapan well come. Plang selamat datang itu pun di tulis di sebuah papan.

Oleh penduduk kampung Koto Baru yang mendengar bahasa asing itu sepintas lalu, maka terjadilah perubahan pengucapan Well Come beradaptasi dengan pengucapan mereka sehari-hari Walikum.

Air Terjun ini dibagian paling kanan yang ada di tingkat tiga sangat mirip dengan ekor kuda. Maka nama yang sangat populer di masyarakat sekitar hingga dekade 80-an adalah Tarasah Ikua Kudo = Air Terjun Ekor Kuda ataupun Walikum.

Di tahun 80-an ada beberapa nama daerah yang mengalami perubahan di daerah Sumatera Barat, termasuk Tarasah Ikua Kudo atau walikum ini.

Air Terjun ini pun bernama Air Terjun Bayang Sani. Bayang, kecamatan tempat air terjun ini berada. Saniย  sendiri adalah nama salah satu komandan ABRI yang masuk ke desa saat itu. Nama beliau dilekatkan ke Air Terjun ini sebagai tanda terima kasih masyarakat setempat, karena ABRI sudah membantu membuatkan pipanisasi air bersih ke rumah-rumah penduduk yang diambil dari lokasi tingkat 2 Air terjun ini. Sehingga rumah penduduk mempunyai air ledeng, tidak lagi mengandalkan sumur.

Sebagai gambaran, Air Terjun Bayang Sani ini salah satu Air Terjun terbesar di Kabupaten Pesisir Selatan.

Air terjun Bayang sani tingkat pertama adalah air terjun yang menyambut para wisatawan saat baru sampai di lokasi. Pada air terjun tingkat pertama ini ketinggiannya hampir 80 meter, terdiri dari tiga cabang air terjun yang meliuk-liuk diatas bebatuan cadas tempat air itu mengalir. Dibawah air terjun ini ada lubuk yang telah dibuatkan kolamnya untuk tempat mandi-mandi.

Air terjun tingkat kedua hanya berupa air terjun yang tingginya sekitar 1 meter, dan sebagian pengunjung tidak menyadari kalau ini sebenarnya tingkat kedua karena dalam pikiran masyarakat setempat, yang namanya air terjun itu, ya tinggi. Dilokasi ini ada bak penampungan air untuk kemudian disalurkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa. Untuk mencapai tingkat berikutnya dari dasar, kita harus menyusuri bukit perkebunana karet penduduk sekitar 300 meter dari tingkat pertama.

Kira-kira 100meter lagi dari tingkat dua akan ditemukan Air Terjun tingkat ketiga. Air Terjun ini berdiri tegak dan hanya satu dengan ketinggian kira-kira 25 meter. Agak mirip dengan air terjun lembah anai. Udara disini agak lembab, karena ditutupi oleh dedaunan tumbuhan hutan yang rimbun. Disini, air dilubuknya berwarna kehijauan, pertanda dalam. Ke indahan lain pada air terjun ini adalah dilubuknya yang dalam itu terdapat batu-batu besar yang menyembul ke permukaan, seperti pulau-pulau ditengah lautan.

Berenang-berenang ๐Ÿ™‚

Menurut cerita-cerita orang tua kampung, dibalik air terjun ini ada jalan tembus ke danau kembar yang terletak di daerah Solok, seperti terowongan rahasia. Wallahualam.

Semoga tulisan ini bisa jadi referensi dan tempat ini bisa menjadi tujuan untuk Wisata Alam anda berikutnya bersama orang-orang tercinta ๐Ÿ™‚

Iklan