Mitos di Balik Tubuh Indah Wanita


Sempat baca-baca di VIVAnews dan sepertinya cerita yang satu ini harus dishare atau dicatatkan lagi di blog ini, agar tak lupa (sayangnya saya lupa link persisnya 😥 )

Saya sepakat bahwa ada beberapa hal yang memang harus diketahui sama kaum Hawa maupun kaum Adam tentang tubuh wanita, sehingga kerjasama yang sudah ada, maupun yang mau akan mempatenkan kerjasamanya akan semakin solid 🙂 . Tidak hanya menganggap bahwa tubuh wanita itu adalah salah satu keindahan ciptaan-Nya. Bukan sebatas mengaguminya saja, tapi juga harus tahu memperlakukannya.

Sejumlah mitos yang berkembang ditengah masyarakat terkait sejumlah sistem yang bekerja di tubuh indah wanita itu.

Cerita yang berkembang begitu mudah menghasut pikiran orang dalam menyimpulkan, membuat keputusan hingga mengambil tindakan dalam memperlakukannya   tanpa berpedoman pada teori medis yang tepat.

Seperti dikutip dari laman Live Science, berikut sejumlah jawaban atas mitos-mitos yang berkembang terkait sistem yang bekerja di tubuh wanita.

Keperawanan

Banyak orang beranggapan bahwa seorang wanita sudah tak perawan jika selaput daranya robek. Mereka menyangka, selaput dara semacam lapisan yang menutup vagina. “Beberapa orang berpikir kalau selaput dara adalah segel vagina, padahal itu tak benar,” kata Dr Rachel Vreeman dari Universitas Indiana.

Vreeman mengatakan, selaput dara wanita normal sudah berlubang meski masih perawan. Di sejumlah kasus memang ada yang tak memiliki lubang, namun, ini justru menjadi penyakit karena darah menstruasi tak dapat dilepaskan keluar tubuh.

Jadi, tak ada dokter yang bisa menentukan apakah seorang wanita masih perawan atau tidak, hanya dengan memeriksa lubang selaput dara. Kondisi keperawanan wanita hanya bisa dihubungan dengan aktivitas seksualnya dengan pria.

Jadi, hanya si wanita dan Tuhan yang tahu dia masih perawan atau tidak. Kejujuran seorang wanita pada lelakinya bukan berpatokan pada gosip yang beredar, harus ada bukti nyata. Tapi kalau sudah cinta, kesalahan masalalu harus segera di tutup dan tidak diulangi lagi. Tuhan hanya Maha Pemaaf dan Pengampun. Masa kamu tidak?  :mrgreen:

Kebutuhan Tidur

Setiap wanita membutuhkan waktu tidur malam sekitar tujuh jam. Sebuah studi Universitas Warwick pada 2007 yang dilakukan terhadap 6.000 wanita mengungkap, wanita yang tidur malam selama lima jam atau kurang berisiko ganda mengidap hipertensi.

Kenyataannya, tidur merupakan salah satu terapi untuk menyegarkan tubuh. Kurang tidur membuat tubuh tak dapat memulihkan kerusakan sel dan jaringan yang terjadi setiap hari. Jika dalam waktu lima jam seorang wanita sudah tidur dengan pulas dan nyenyak, itu lebih dari cukup. So, bukan kuantitas jam tidur tapi kualitas lah yang terpenting.

Konsumsi Antibiotik

Sebuah mitos mengatakan bahwa asupan antibiotik bisa melemahkan daya kerja pil KB. Akibatnya, sejumlah wanita yang menjalani penundaan kehamilan dengan pil KB takut mengonsumsi antibiotik. Benarkah mitos ini?

Seorang pakar dari Universitas Indiana, Aaron Carroll, menjelaskan bahwa mitos itu hanya berlaku untuk antibiotik jenis rifampin yang biasa digunakan pasien tuberkulosis. Rifampin akan melemahkan hormon anti-hamil yang dihasilkan pil KB. Namun, bukan berarti rifampin meningkatkan risiko hamil.

So, kalau sakit dan harus mengkonsumsi antibiotik, lebih baik konsultasi kepada dokter aja. Jangan lah bermain-main dengan antibiotik, ini menyangkut kekebalan tubuh dan dosis yang dibutuhkan tubuh. Untuk urusan ini, kau jangan sok tahu.

Menopause

Hilangnya kesuburan pada wanita memang memicu rasa tak nyaman saat berhubungan intim. Banyak wanita menopause kemudian kehilangan mood bercinta karena sulit lubrikasi.

Vreeman mengatakan, tidak ada studi yang menemukan hubungan langsung antara menopause dengan penurunan hasrat bercinta. “Hilangnya mood biasanya lebih karena alasan rasa tak nyaman, bukan hormon tertentu yang diproduksi saat menopause,” ujarnya.

Studi yang dilakukan Edward Laumann dan tim di Amerika Serikat pada 2004 membuktikan, hampir setengah wanita menopause berusia 50 tahun ke atas di negara itu masih aktif berhubungan intim beberapa kali dalam sebulan.

So, pikiran lah yang jadi penyebab semuanya.

Percaya diri aja bahwa bercinta memang sebuah kebutuhan dalam kehidupan pernikahanmu. Kau harus melakukan dengan senyaman mungkin dengan pasangan sahmu. Keindahan dan pesona tubuh wanita itu selalu ada dalam setiap pertambahan umurnya. Bukankah kalian sudah berjanji akan menua bersama? Jangan banyak alasan untuk kesenangan bersama *tshaah*

Hamil

Hampir semua orang berpikir bahwa wanita tak mungkin bisa hamil melalui hubungan intim yang dilakukan saat menstruasi. Namun, Aaron Carroll memastikan kemungkinan itu.

Carroll mengatakan, sperma yang masuk ke rahim wanita saat menstruasi bisa menunggu selama satu pekan untuk melakukan pembuahan. Ia sedikit meragukan sistem pengontrol kehamilan dengan KB. “Jangan dikira tak bisa hamil saat berhubungan intim di luar masa subur.”

Nah lo. Taat aturan aja. Kalau dalam keyakinan yang saya anut, wanita yang sedang menstruasi tidak boleh digauli oleh suaminya dengan alasan kesehatan alat reproduksi wanita itu sendiri. Coba bayangin kalau setelah selesai haid, rahim wanita belum siap untuk menerima hasil pembuahan, ternyata si sperma sudah mantengin dan gerak cepat. Apa yang terjadi dengan janin yang akan tumbuh dari hasil pembuahan dengan kondisi yang kurang siap itu? Jika bayi yang lahir kenap-kenapa,  jangan salahkan Tuhan yang dikira sedang menguji kesabaran, padahal kita lah yang tak mentaati apa yang sudah diberitahukan.

Tubuh wanita sering diibaratkan bak gitar Spanyol, tapi dia bukanlah terbuat dari kayu. Tubuh yang kau kagumi itu menyimpan sistem yang rumit, salah satu makhluk mendekati sempurna. Beruntunglah kau wanita dan yang memperlakukan wanita dengan sangat baik.

Iklan