Cara Mudah Menuliskan Pengalaman Pribadi di Personal Blog


Saya pernah menuliskan di blog ini, cara membuat blog sederhana bagi pemula. Tulisan tersebut selain untuk Sobat yang memerlukannya, sekaligus sebagai catatan bagi saya pribadi, jika sewaktu-waktu saya perlu membuat sebuah alter blog lagi. Sehingga tidak perlu browsing ke mana-mana.

Tapi, saat itu saya lupa membuat catatan tentang kisi-kisi awal menuliskan pengalaman pribadi di sebuah personal blog. Padahal, pengalaman pribadi merupakan tabungan ide yang takkan pernah habis untuk dibekukan dalam bentuk catatan.

Hanya ada kendalanya, saking banyaknya ide yang mau dituliskan, terkadang malah bingung mau memulainya dari mana.

cara menuliskan pengalaman pribadi dengan mudah

Lain waktu, sudah menulis panjang lebar, tapi ceritanya melantur. Jangankan pembaca, yang menuliskannya saat membaca ulang tulisan tersebut, malah jadi menguap, hiks.

Sehingga tulisan yang kalau boleh disebut tutorial ini ditujukan untuk penulis pemula dan yang memerlukannya, seperti:

Bloger baru yang berniat membangun blog personal, tetapi terkendala saat menulis postingan.

Bloger seperti saya yang selalu terkesima saat membaca tulisan pengalaman bloger lain yang begitu renyah, sangat menarik untuk dibaca sampai selesai.

Padahal, menurut berbagai tips menulis yang pernah saya baca, menulis pengalaman pribadi itu tak perlu mikir rumit, tinggal tuliskan saja. Sesederhana itu menurut mereka.
Bagaimana cara melakukannya?

  • Menuliskan Ide Retjeh

Konten yang membuat terkesan itu tidak harus tentang cerita pengalaman makan di restoran terkenal, berlibur ke tempat spesial, alias menuliskan pengalaman yang tidak dialami oleh orang kebanyakan.

Semua pengalaman sehari-hari merupakan sumber ide yang tak pernah habis untuk dikembangkan menjadi sebuah tulisan menarik. Tak terkecuali pengalaman yang dianggap retjeh sekalipun, seperti berdesakan diangkot sebelum pandemi menyerang, berjalan sore demi melihat jingga di ufuk Barat.

Awal ngeblog, pikiran harus merdeka, biarkan bebas, jangan dibebani oleh hal-hal yang tidak perlu, seperti apa pandangan orang lain yang akan membacanya. Tanamkan pada diri Sobat bahwa tidak ada ide yang buruk, tidak berbobot, yang ada hanya pengeksekusi tulisan (penulis) yang kurang terlatih.

Dengan mindset yang merdeka itu, menuliskan hal-hal yang dipandang retjeh pun akan menghasilkan konten yang mengesankan, tentunya jika dilakukan dengan sepenuh hati.

  • Tetap Semangat Walau Hasil Tulisan Tidak Sesuai Harapan

Cara pertama menuliskan pengalaman pribadi secara online sudah semangat dilakukan, akan tetapi hasil tulisan tampak sebegitu saja, tidak menarik seperti tulisan orang lain yang pernah dibaca.

Jangankan Sobat yang baru mulai menulis, masih awam dalam menulis di blog, saya yang sudah satu dekade melakukannya, masih saja merasa seperti itu. Tulisan terasa kaku, ceritanya ga mengalir saat dibaca.

Itu hal biasa.
Dalam dunia menulis, juga berlaku yang namanya berproses, tidak ada yang instan.

Terus menulis sembari membaca tips menulis dari bloger lain yang tulisannya disukai, merupakan jalan keluarnya. Seiring waktu Sobat akan menemukan ciri tersendiri. Semangat!

Cara Mudah Menuliskan Pengalaman di Blog Personal

Agar cerita dalam tulisan tetap dalam konteks yang diinginkan, berikut langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menuliskan pengalaman pribadi secara mudah:

  1. Tentukan Tema

Sebelum mulai mengetikkan rangkaian huruf, sudah tentu Sobat harus menentukan tema atau gagasan pokok tulisan, atau ide tulisan terlebih dahulu.

Kalau saya, tema sering saya jadikan judul tulisan. Tujuannya agar lebih mudah merangkai ide menjadi sebuah tulisan.

Alasannya, menulis di blog, judul tulisan lebih spesifik, tidak seperti judul novel atau cerpen. Judul tulisan di blog berisi gambaran umum isi tulisan.

Oleh sebab itu, menentukan judul akan membantu Sobat lebih fokus menulis.

Dari sisi pembaca, ide yang tertuang dalam judul juga membantu mereka mengetahui bacaan seperti apa yang akan mereka dapatkan kalau mengklik link pada judul tulisan.

  1. Catat Poin-Poin yang Ingin Diceritakan

Seorang teman bloger pernah memberitahukan tips menulis cepat, yaitu tuliskan saja. Menulis jangan sambil mikir. Lakukan kedua hal tersebut secara terpisah.

Caranya? Ide sudah ada, maka sebelum mulai menulis, berpikir dulu.
Pikirkan poin-poin yang ingin diceritakan, kemudian catat. Kalau saya, poin-poin itu biasanya dicatat pada buku oret-oretan, baru setelah itu mulai menjabarkan poin-poin yang diinginkan itu dalam bentuk tulisan secara runut.

Contoh sederhananya, Sobat ingin menulis pengalaman memotong rambut di salah satu asgar di kampung sebelah. Sebelum menulis, Sobat pikirkan dulu kejadian yang dialami, poin-poin yang dapat membentuk cerita, misalnya:

Kang cukurnya tamvan
Diiringi musik tradisional Sunda
Didatangi pengamen dangdut
Dompet ketinggalan, uang di kantong kurang
Dibayarin sama pelanggan tak dikenal

Semakin banyak poin yang bisa Sobat catat, semakin mudah menuliskannya.

Jangan lupa untuk menuliskan juga emosi apa yang dirasakan saat mengalami semua kejadia yang diceritakan itu. Mulai dari terkesima pada penglihatan dan pendengaran pertama, setelah itu ilfeel, merasa malu banget, tengsin, dan sebagainya.

Dengan poin yang banyak, tulisan yang dihasilkan juga panjang dan detail, tapi tetap hidup saat dibaca karena melibatkan perasaan.

  1. To The Point

Menuliskan pengalaman pribadi tanpa berbelit-belit atau bertele-tele.

Sobat tentu bertanya-tanya, kok nulis langsung ke intinya aja. Padahal tujuan menulis pengalaman pribadi itu kan untuk menangkap momen saat melakukan sesuatu agar tetap dikenang.

Sedangkan kenangan akan semakin kuat kalau dituliskan runut dan detail seperti langkah #2 di atas.

Banyak gaya menulis yang dapat digunakan, tinggal disesuaikan. Kalau Sobat tidak mau bertele-tele dan ingin langsung pada inti masalahnya saja yang mau dicatatkan, lakukan, jangan ragu-ragu.

Akan tetapi, menulis dengan cara ini biasanya tulisan yang dihasilkan pendek.

Tidak masalah tulisan pendek, yang penting maksudnya tersampaikan.

Pembaca justru senang dengan tulisan yang ringkas, karena dapat memahami keseluruhan isi tulisan dalam waktu singkat.

Lagipula tipikal pembaca online itu rata-rata fast reader alias pembaca cepat. Fokus mereka pada satu halaman tulisan itu hanya bertahan beberapa saat, setelah itu buyar, mereka memilih scroll ke hal lain yang menarik mata.

Boleh dibilang, kalau mengikuti selera pembaca, menulis to the point ini salah satu cara penyajian konten terbaik.

  1. Menulis Seperti Berbicara

Sobat tidak perlu memikirkan rumitnya teknik menulis. Tak perlu risau, menulis pangalaman di blog tidak seperti menulis karya tulis, tugas akhir dan sejenisnya.

Saat menulis, bayangkan saja Sobat seperti sedang berbicara pengalaman yang sudah dialami itu kepada seorang teman. Pasti menuliskannya jadi lebih mudah dan runut.

Tips tambahan:

Setelah tulisan selesai, baca ulang tulisan dengan suara nyaring. Hal itu akan membantu mengoreksi kalimat yang terdengar agak aneh atau sulit dipahami.

Sobat tidak perlu mengungkapkan semua yang dialami tanpa ada bagian yang ditutupi. Dengan kata lain Sobat tidak perlu ‘menelanjangi’ diri sendiri, tetap syah-syah saja merahasiakan beberapa momen, hanya diingat oleh diri sendiri.

Akan tetapi, menurut saya, kalau pengalamannya itu tidak melanggar etika dan dogma, justru pengalaman yang membuat diri merasa agak gimana itu yang memberi nilai tambah cerita. Pengalaman yang ada kejujuran penulis di dalamnya. Pembaca merasa ikut terbawa dalam suasana yang dialami penulis.

Intinya, menulis merupakan kegiatan untuk membekukan pengalaman hidup yang sudah dilalui agar bisa dikenang lebih lama, bisa melampui umur penulisnya. Cara menuliskannya pilih yang menurut Sobat yang paling nyaman.

Selamat menuliskan ceritamu sendiri, Sobat.

Salam,
Jejak mata, rasa dan pikiran YSalma

7 comments

  1. Aku biasanya kalo nulis pengalaman pribadi nulisnya di notes handphone, sambil dengerin musik sambil mengingat2 kembali momen hehe

    Yang paling bener adalah dibaca ulang kembali, terkadang saking menggebu-gebunya menulis pas dibaca ulang ada beberapa bagian yang “kayaknya perlu diperbaiki lagi nih”

    Suka

    • Keren kalau bisa nulis di notes hp.
      Saya bakal lama banget itu, jari berasa jempol semua, hehe.
      Makanya masih ngandalin nulis tangan utk oret2nya.

      Baca ulang itu yang harus dilakukan dengan tenang ya. Tulisannya harus diendapkan dulu.
      Tapi seringnya terburu-buru, ya gitu deh, yang nulis merasa aneh sendiri malah membacanya *itu saya* haha.

      Suka

  2. Kalau boleh menambahkan

    – menulislah untuk diri sendiri, tidak usah berpikir tentang orang lain, apa yang mau kau tulis ya tulis

    – pantang mengatakan idemu receh karena artinya sama saja merendahkan diri sendiri, seorang blogger harus percaya bahwa ia melakukan yang terbaik. Lagi pula tidak ada yang namanya ide receh, semua ide berpotensi membawa perubahan pada dunia

    – jalani dan lakukan kesalahan sebanyak banyaknya, karena tidak ada yang menjadi langsung pandai ketika memulai. Butuh banyak kesalahan untuk pada akhirnya menuntun ke arah perbaikan dan kebaikan

    – jadi dirimu sendiri karena pada dasarnya semua manusia sudah unik. Jangan coba meniru gaya orang lain karena dengan begitu kita sebenarnya bukan membuat personal blog

    Suka

    • Wow, komplit banget tambahannya.
      Benar. Setiap pribadi tidak ada yang sama, dan setiap tulisan mempunyai ciri dan pembacanya sendiri.
      Makasih tambahannya.
      Meluncur untuk belajar tips-tips memotret.

      Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.