Teh Bunga Telang, Alternatif Pilihan Minuman Herbal Sehat


Teh Herbal Bunga Telang
Secangkir Teh Bunga Telang

Awal bulan ini, tanggal 1 Oktober 2019, hari dimana saya memulai lagi dengan menyeduh teh bunga telang yang baru dipetik. Harapannya, kembali membiasakan diri untuk minum-minuman sehat dalam mengawali pagi. Salah satunya dengan menjadikan bunga Telang atau bunga Kacang Kupu-Kupu (Butterfly pea) ini sebagai alternatif minuman herbal. Biar ga bosan minum air perasan jeruk mulu 😳 .

Alasan Ingat Untuk Minum Teh Bunga Telang

Sebenarnya, saya sudah lama minum teh bunga Telang ini. Semenjak terpesona pertama kali oleh kecantikan warna ungu bunganya, yang saya lihat di pagar samping rumah tetangga. Bunganya itu kemudian saya jadikan objek foto untuk dipamerin di akun instagram 😳 .

Setelah ada yang berkomentar bahwa bunga tersebut merupakan salah satu bunga dari tanaman herbal, saya pun mencari informasi lebih banyak lagi tentang tanaman ini.

Catatannya bisa dibaca ditulisan ini: Bunga Biru Keunguan Unik.

Saya kemudian tertarik untuk menanam satu rumpun bunga Telang ini. Tanamannya cepat hidup, merambat ke tanaman lain, dan berbunga banyak. Agar tak menguasai pohon lainnya, tanaman ini sering saya pangkas.

Seperti pada umumnya sifat manusia, begitu belum ada memiliki tanamannya, saya akan bela-belain beli bunga Telang kering agar bisa minum tehnya.

Akan tetapi, begitu bunganya sudah ada di depan rumah, saya pun dihinggapi rasa bosan. Bahkan untuk mengeringkan bunga-bunganya saat banyak, itu pun malas saya lakukan πŸ˜₯ .

Tanggal 1 Oktober pagi, saya intip akun pepotoan di Instagram. Ternyata tema untuk menyambut hari pertama Oktober adalah β€˜secangkir teh’ .

Di kepala saya lalu timbul ide untuk moto secangkir teh bunga Telang.

Dan pagi kemaren itu, saya pun kembali menyeduh teh bunga telang ini πŸ˜† .

Prinsip saya saat menjadikan makanan atau minuman menjadi objek foto, setelahnya harus tetap bisa diminum atau dimakan, bukan dibuang. Meminimalisir tindakan mubadzir.

Cara Minum Teh Bunga Telang

Saya ke depan rumah, memetika 6 tangkai bunga Telang segar. Tiga tangkai bunga Telang saya masukkan ke cangkir kaca dan diseduh dengan air panas. Tidak perlu menunggu lama, air seduhan pun menjadi bewarna biru cantik.

Tiga tangkai sisa bunga telang lainnya, saya jadikan dulu hiasan untuk mempercantik tampilan foto suguhan secangkir teh bunga telang.

Setelah tehnya tidak terlalu panas (hangat) langsung saya minum. Karena saya sudah terbiasa minum teh atau kopi tanpa dicampur gula, teh bunga Telang ala saya ini jugaa tanpa bahan campuran lain. Segar aja melewati kerongkongan.

Oiya, kelopak bunganya yang tadi diseduh juga langsung saya telan πŸ™‚ .

Tiga kelopak bunga Telang yang dijadikan hiasan foto, kemudian juga saya seduh untuk secangkir teh lagi. Gelas yang ini saya sajikan untuk teman hidup.

Rasa teh bunga Telang seperti apa?

Agak ada manis-manisnya. Tapi seduhan yang tiga kuntum ini tidak terlalu terasa. Biasa aja, hanya warna airnya yang jadi biru dengan sedikit aroma bunganya.

Akan terasa manisnya, jika kuntum bunga yang dipakai saat menyeduh, jumlahnya ditambah.

Saya pernah menyeduhnya sejumlah 7 kuntum bunga telang untuk satu gelas air ukuran sedang. Manisnya berasa, trus diujung lidah pada minuman terakhir agak berasa langu, seperti umumnya kita minum tanaman herbal. Yang pernah minum perasan duan cocor bebek, perasan daun kembang sepatu, atau mungkin perasan wortel tanpa campuran apapun, rasa akhirnya hampir mirip.

Saran untuk yang kurang terbiasa minum langsung olahan herbal

Seduhan teh bunga Telang bisa dicampur dengan sedikit perasan Lemon atau Jeruk Nipis, gula atau madu. Akan terasa lebih nikmat saat meminumnya. Warna airnya juga berubah menjadi warna ungu setelah ditetesin air Lemon.

Manfaat Minum Teh Telang

Oiya, kenapa saya ingat menjadikan teh bunga Telang sebagai objek foto untuk Instagram di awal Oktober ini? Sebenarnya bukan hanya untuk memenuhi feed IG. Tapi karena kebetulan dari hari Senin tanggal 30 September saya merasa badan agak pegal-pegal, khususnya pantat. Mungkin efek kebanyakan duduk, dan posisinya kurang benar. Kaki juga terasa agak berat. Udah dipijat, tapi masih berasa kurang enak.

Sore harinya juga saya sempatin untuk menyeduh bunga Telang lagi. Seduhan kali ini diberi campuran sereh, air Lemon, dan sedikit madu. Rasanya tentu jauh lebih nikmat. Campuran seperti ini dipercaya oleh pecinta teh Telang sebagai minuman untuk mengurangi gejala flu dan penghangat badan.

Pagi ini, Alhamdulillah saya bangun dengan badan lumayan segar.

Oiya, teh bunga Telang ini dipercaya juga bisa untuk membersihkan darah, mencegah glikasi yang menjadi biang penuaan dini, meringankan rasa sakit, anti radang (anti inflamasi), obat sakit tenggorokan dan panas dalam, mengatasi kelelahan, dan meningkatkan kesuburan (vitalitas). Tapi belum dibuktikan secara ilmiah, hanya dipercaya secara turun temurun.

Yang namanya minuman herbal yang dipercaya khasiatnya dari lama, dari cerita orang tua, ada baiknya teh bunga Telang harus dikonsumsi secara tepat dan tidak berlebihan.

Manfaat Lain Bunga Telang

Seperti pada tulisan saya sebelumnya, bunga telang ini juga dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami. Kalau ini saya juga sering melakukannya, salah satunya digunakan untuk pewarna puding. Hasil makanan jadi cantik dan menarik selera.

Karena saya menanam rumpun bunga ini di pinggir jalan, mudah terlihat, bunga dari tanaman Telang ini juga sering diminta oleh tetangga satu komplek yang kebetulan lewat.

Ketika saya tanya pada yang minta, mereka mengatakan bunga Telang ini mau direndam, kemudian air rendamannya digunakan untuk membersihkan mata bayinya yang belekan. Ada juga yang bilang buat dihaluskan, kemudian ditempelkan pada bisul anaknya, bisa kempes secara alami.

Saya tentu saja sangat senang. Ternyata rumpun tanaman yang saya tanam juga bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Padahal, kalau jadi tanaman liar, pada malas metiknya. Beda sugesti pastinya. Tanaman liar yang dijadikan obat itu baiknya ditemui di hutan atau lingkungan yang bersih, atau tanaman yang di tanam, disiram, dan dirawat dengan baik.

Kamu temans, apakah sudah pernah mencoba menikmati teh bunga Telang segar, atau yang sudah dikeringkan juga? Suka dan merasakan manfaatnya juga bagi tubuh. Atau belum mengenal tanaman bunga berwarna biru keunguan ini sama sekali? Boleh saling berbagi cerita?

13 comments

    • Sepertinya menyambut Oktober pada sepakat ngeteh, pak. Tentunya dengan terlebih dahulu memotonya, biar kepala ga pada ‘berasap’ πŸ˜€ .

      Tema di komunitas pepotoan yg saya ikuti itu, pak.

  1. Saya nanam, ternyata mudah sekali tumbuhnya 😍
    Saya belum pernah buat Teh Talang. Terima kasih infonya Mba Ysalma, saya mau coba 🀩🀩

    • Iya, Kak Monda. Kalau banyak, rimbun, bunganya juga bermekaran, senang ngelihatnya. Kalau saya malah sayang buat metikinnya πŸ˜€ .

      Padahal, ini bunga Telang sepertinya tipikal tanaman rajin dipetikin, bunganya juga nambah banyak. Soale waktu banyak yg minta, dia juga rajin berbunganya. Kecuali kalau dipangkas benar2 untuk peremajaan, memang perlu waktu utk berbunga lagi.

Tinggalkan Balasan ke Ai Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.