Tentunya pada bertanya-tanya setelah membaca judul tulisan ini. “Memangnya, agar-agar gula merah, semua rasanya bukannya sama. Ada gitu cita rasa khas rumah makan Padang? Ala rumahan pula. Ahhh,, pasti ga jauh beda lah. Admin blog YSalma mengada-ngada aja ini.”
Hmmm,,, yang udah pernah nyobain, dijamin ga cukup satu gelas nyicipinnya dan pasti ketagihan *tentunya kalau lidahnya terbiasa dengan makanan khas atau camilan tradisional Minang yaa* š³ .

Cita Rasa Agar-Agar Yang Selalu Dikangenin
Dulu, kalau di kampung sana, jarang-jarang orang yang jual camilan yang kurang tahan lama alias camilan tradisional berupa kue-kue basah gitu, apalagi tanpa bantuan lemari pendingin, seperti agar-agar atau puding yang ‘dimacem-macemin’ ini.
Mau tak mau, ibunda saya walaupun wanita pekerja, jika ingin camilan, tentu saja harus membuatnya.
Dari ibunda inilah, lidah saya mengenal agar-agar gula merah santan, yang sekarang ini lagi ngehits lagi dengan tampilan sedikit baru dengan nama kekinian, bagian endapannya dibuat lebih mirip seperti lumut, jadilah namanya agar-agar atau puding lumut.
Bisa juga gula merah untuk warna coklatnya diganti dengan jus dari bahan buah dan sayuran atau pasta pandan. Bahan utama yang digunakan sama, tapi sedikit perbedaan memberi perbedaan penampilan ke pudingnya juga.
Dan agar-agar dengan tambahan embel-embel lumut itu, saya baru ngeh kalau dibuat dari bahan yang hampir sama dengan yang biasa dibuat Ibunda š *dasar saya yang bukan doyan masak dan hanya tukang jajan camilan*.
Tentunya, sebagai anak, saya sangat menyukai agar-agar gula merah ala ibunda tersebut *udah tinggal makan, masa ga doyan pula? Kayaknya ga berterima kasih amat jadi anak ya* š³ . Nggak mungkin lah yaa.
Nah, satu waktu, saya sebagai anak yang besar di kampung, diajak sama bapak ke ibu kota provinsi, alias Padang kota. Beliau mengajak saya makan di salah satu rumah makan.
Waktu itu, saat tamu rumah makan datang, sambil menunggu hidangan terhidang lengkap, kita disuguhi agar-agar dalam gelas-gelas kecil yang baru dikeluarkan dari lemari pendingin.
Agarnya, agar-agar gula merah santan juga.
Karena saya penggemarnya, tentu saja saya dengan sigap mencobanya.
Tapi,,, rasanya beda! Tidak seperti puding gula merah buatan ibunda di rumah. Hmm, penasaran di kepala berupa tanya pun dimulai.

Saya sangat menyukai rasa agar yang disediakan rumah makan itu dan rasanya ingin menghabiskan semua yang terhidang. Saya sampai bilang sama bapak kalau saya ga usah makan nasi, tapi menghabiskan agar yang ada itu aja. Tentu saja bapak ga mengijinkan, nanti malah kelaperan dan merengek minta makan. Dia lagi yang repot .
Setelah di rumah, saya ceritakan ke ibunda bahwa agar-agar gula merah santan yang saya coba di rumah makan Padang waktu itu, rasanya lebih segar dan nikmat. Beda dengan puding gula merah buatan ibunda.
Sang bunda hanya menanggapi bahwa hal itu disebabkan, karena saya memakan agar gula merahnya setelah lelah berjalan, disuguhi dalam keadaan dingin, dan ga bisa nyicip sekenyangnya pula karena harus makan nasi.
“Hmmm,,, mungkin juga,” sepakat saja pikiran kecil saya kala itu.
Sejak saat itu, setiap melihat agar-agar gula merah di rumah makan Padang, saya pasti nyicipin.
Kalau rasanya, sama seperti saat saya terkesima pertama kali, pasti nambah lagi.
Kalau rasanya sama dengan rasa agar-agar buatan ibunda, berarti yang terhidang itu bukan rasa agar yang saya kangeni š .
Agar Gula Merah Adas Manis, Camilan Puding Cita Rasa Khas Bukittinggi
Semakin kesini, dengan beragamnya selera terhadap cita rasa makanan baru, sepertinya agak mulai susah menemukan camilan tradisional seperti puding gula merah yang selalu membuat saya kangen untuk mencicipinya itu.
Sempat beberapa waktu saya berpikir bahwa puding gula merah yang disediakan rumah makan Padang itu hanya ditambahi dengan kayu manis.
Setelah bisa bikin puding sendiri, saya sempat nyoba, tapi rasanya tetap beda. Perkiraan saya, hal itu karena takaran kayu manis yang saya tambahkan kurang pas.
Ternyata, setelah saya jadi anak kost di Padang. Teman saya yang berasal dari Bukittinggi memberitahukan, bahwa cita rasa khas pada agar yang saya gemari itu berasal dari bumbu bernama adas manis.
Agar-agar yang membuat lidah saya terjaga dan penasaran selama ini, merupakan puding gula merah khas Bukittinggi dengan tambahan bumbu ‘adas manis’ saat memasaknya ā¤
Mengenalkan Puding Gula Merah Adas Manis Dengan Lidah Keluarga
Sebenarnya, sudah sangat lama saya ingin memperkenalkan rasa agar gula merah adas manis pada nak bujang. Apadaya, mencari adas manis di tempat tinggal saat ini sangatlah susah.
Malah, penjual bumbu bahan-bahan masakan ada yang bengong saat mendengar namanya š . Sementara itu penjual bumbu yang orang Minang, saat ditanya sering kehabisan stok.
Kemarin, saat ke pasar tradisional, saya berhasil mendapatkan sebungkus kecil adas manis di salah satu tempat penjual bumbu masakan milik perantau Minang.

Jadilah saya membuat agar-agar gula merah khas Bukittinggi kemarin sore itu.
Setelah didinginkan, nak bujang mencicipinya dan sangat menyukainya, “dari berbagai agar gula merah yang mama buat, rasa ini yang paling enak menurutku.”
Alhamdulillah. Hampir sama dengan selera lidah mamaknya kalau begitu. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya š³ .
Bahan Untuk Membuat Agar-Agar (Puding) Adas Manis:
- Adas manis, 1 sdt. Jangan lupa cuci bersih dulu.
- Kayu manis, hanya sekeping kecil saja (jangan sampai berlebih, sebab bisa menghilangkan aroma & ciri khas adas).
- Santan kental, 195 ml ( atau 3 bungkus Kara @65 ml) .
- Air, 1600 ml.
- Agar bubuk putih (plain), 2 bungkus.
- Gula merah, 6 bongkah kecil. Gerus halus.
- Gula pasir, 7 sdm.
- Garam, 1 sdt.
Cara Memasak
Hampir sama dengan memasak agar-agar pada umumnya.
*Campurkan bahan, adas, kayu manis, gula merah gerus, gula pasir, santan kental dan air dalam wadah untuk memasak. Tambahkan agar-agar, dan aduk hingga tercampur semua.
*Masak dengan api sedang, sembari diaduk sekali-sekali, untuk menjaga endapan pada dasar alat masak dan santan tidak pecah.
*Setelah mendidih, ditandai dengan naiknya buih. Matikan api.
*Tambahkan garam. Aduk rata.
*Setelah uap panas berkurang, masukkan ke gelas atau cetakan sembari disaring.
*Setelah sama dengan suhu ruang, simpan di lemari pendingin.
*Agar-agar gula merah adas ala khas rumah makan Padang pun siap dinikmati di rumah.
Selera setiap orang akan rasa kuliner tidak lah sama. Akan tetapi, mereka yang dibesarkan di daerah yang sama, dengan keanekaragaman penganan tradisional, lidahnya kemungkinan mempunyai kecendrungan yang hampir sama saat mencecap rasa makanan.
Bagaimana denganmu, Temans, pernah sepenasaran saya dengan makanan atau camilan tradisional daerahnya?
Selamat memuaskan lidah dengan rasa kuliner khas daerah masing-masing ya š .
***
Ssttt,,, ini bukan tulisan pamer bahwa saya rajin memasak. Justru sebaliknya, saya jarang masak, makanya perlu contekan. Kalo kata pepatah, “Lanca kaji dek baulang” (ilmu itu ingat karena sering diulang-ulang atau dipraktekkan). Masak yang tanpa melihat contekan itu hanyalah masak air doang. So, ini merupakan kumpulan contekan saat diperlukan lagi. Biar mudah nyarinya dan ga berserakan.

Teksturnya kok gak keliatan kenyal ya
Apa perasaan saya aja
SukaDisukai oleh 2 orang
Iya ngak kenyal.
Ini malah agak keras utk ukuran agar.
Biasanya agak lembut dari ini dengan menambah takaran airnya.
SukaDisukai oleh 1 orang
nah ini yang bikin penasaran juga, ternyata rahasianya di adas manis…
trims ya mak resepnya
dan fofot2 kerennya
SukaDisukai oleh 2 orang
Masama.
Kak Monda yg kulineran keren š
SukaSuka
Karena si Mama mertua orang SOlok kaliu ya makanya ga pernah tersaji agar-agar gula merah ini, hehehe.
Cuma si Mama kalau bikin makanan manis apa sukanya pakai gula merah, suami malah ga gitu suka.
Tapi, berhubung ada resepnya dan ga susah bolehlah Hani coba ya Mbak, hehehe….
SukaDisukai oleh 2 orang
Solok, berasnya yang mantap punya rasanya, Han.
Bikin kolak barangkali ibu mertuanya š
Sangat dipersilahkan mencobanya, siapa tau suami suka. Tapi, setengah porsi dulu aja Han. Sayang nantinya kalau lidahnya ga familiar š
SukaSuka
Baca ini naluri pengen masak muncul lagi deh. Jadi pengen coba-coba.
SukaDisukai oleh 2 orang
Monggo dicoba, sapa tau suka š
SukaDisukai oleh 1 orang
Bookmark dulu ehe.. š
SukaDisukai oleh 1 orang
š
SukaSuka
aku.. aku termasuk penasaran dengan kuliner2 khas daerah tertentu.. baru tau nih ada agar2 gula merah khas padang. Kirain dulu agar2 gula merah sama aja.. gak pake khas – khas daerah segala hahahaha…
SukaDisukai oleh 2 orang
Hehehe, ini agak unik soale, di Sumbar aja, ga semua agar gula merah yg ditambahi adas manis saat memasaknya š
SukaSuka
Segarnya suguhan kunjungan tahun baru di blog Uni. Untuk kayu manis lazim ditemui nah si adas manis ini yg jarang dibubuhkan. Siap incip yo Uni.
SukaDisukai oleh 2 orang
Monggo bu peri kebun.
Makasih atas kunjungannya.
SukaSuka
kepingin coba juga resepnya
SukaDisukai oleh 1 orang
Monggo. Apalagi dengan perlengkapan masak yg oke punya š
SukaSuka