Cerita Hari Pertama Sekolah SMP


Cerita hari pertama sekolah SMP ini merupakan catatan seorang emak tentang juniornya. Ambil hal positifnya, abaikan hal yang tak penting 🙂 ❤ .

Minggu 18 Juli 2016, pukul 03.45 WIB, nyampai rumah dari perjalanan pulang kampung ke Sumatra. Sebelum mudik, perlengkapan sekolah seperti baju putih biru belum dibeli, karena beranggapan bahwa ada toko perlengkapan dekat rumah yang menyediakannya, belinya nanti aja setelah mudik.

Setelah shalat subuh, semuanya meluruskan badan, istirahat. Emak yang kakinya sakit karena jari yang kena kutu air ternyata semakin parah, selama perjalanan walau sudah di bersihkan dengan cairan NaCl. Juga rebahan.

Pagi pukul 9, emak sudah sibuk meminta junior untuk potong rambut dan membeli keperluan sekolah, sekalian minta dilihatin klinik yang buka, yang ada dokternya. Sementara itu emak memaksakan diri untuk memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci. Junior bukannya langsung melaksanakannya, tapi bilang entar dulu.

Setelah dzuhur, junior baru jalan untuk potong rambut, tapi belum beli seragam. Ketika emak mau minta di antar ke dokter, hari hujan deras, terpaksa nunggu reda dulu, secara kalau ga pakai motor, tempat parkir jauh, emak udah ga kuat bertopang dengan satu kaki.

Setelah magrib, tinggal gerimis kecil, emak jalan ke dokter. Kata dokter tentang sakit kakinya, “mungkin uni kebanyakan makan rendang” 😛 . Saya yang agak mencemaskan gula darah minta diperiksa, hasilnya semua normal. Lega.

Balik ke rumah udah setengah sembilan malam, maksud hati biar junior yang jalan nyari baju sama bapaknya, eh ternyata dia udah terkapar tidur. Terpaksalah emak naik motor lagi dengan jalan lompat-lompat satu kaki, bapaknya udah pasrah aja kalo toko yang dekat rumah udah tutup dan ga bisa digedor, hari pertama junior SMP terpaksa menggunakan seragam merah putih dulu :mrgreen: .

Alhamdulillah, tokonya masih buka, ukuran baju dan celananya sepertinya pun muat, tapi masih ada kerjaan tambahan buat emak sesampai dirumah, yaitu harus menjahit lambang OSIS dulu, karena baju putih lengan panjang yang dipesan junior sebelumnya ga ada yang udah pakai logo.

Senin, 18 Juli 2016, pukul 05.00 WIB, junior bangun dan langsung menanyakan seragamnya udah ada apa belum? Begitu dicoba ternyata pas, syukurlah.

Emak yang kakinya masih sangat nyeri dibuat jalan, hanya bisa menginstruksikan junior agar mempersiapkan keperluan hari pertamanya.

Hari Pertama Sekolah SMP

Setelah sarapan, menyiapkan bekal dan tentunya mengantongi uang jajan yang juga diwanti-wanti emak agar jangan dihabiskan dijam istirahat pertama, pukul 6.45 WIB junior pun pamitan dengan diantar bapak pakai motor untuk mengantisipasi macet.

Emak lupa mengabadikan hari pertama anaknya masuk SMP dalam seragam putih birunya 😥 .

SMS ke si bapak, ternyata, dibalas kalau ban motor tadi bocor ga berapa jauh setelah keluar kompleks perumahan dan junior pun melanjutkan perjalanannya ke sekolah dihari pertama SMP dengan naik angkot.

Akhirnya, hasrat terpendam junior untuk berangkat ke sekolah naik angkot pun kesampaian hari ini 😆 .

Setelah menambal ban, si bapak tetap menyusul ke sekolah dan melihat junior sedang bercengkrama dengan teman lama dan baru. Bapak pun mengabadikan momen tersebut.

Ternyata, dihari pertama SMP ada beberapa anak yang masih menggunakan seragam SD, pastinya orangtua si anak juga mengalami efek liburan panjang terlalu lama seperti yang saya alami. Bedanya, saya masih beruntung karena toko yang menjual seragam dekat rumah belum tutup :mrgreen: .

Setelah pulang sekolah, junior pun bercerita bahwa hari pertama sekolahnya sebagai murid SMP dan kawan-kawannya sangat menyenangkan.

Junior yang tidak terhubung dengan dunia online selama liburan dikampung karena sinyal buruk, melaporkan cerita lain sama emaknya bahwa dia sekarang punya game online baru, “Pokemon Go” dan langsung request paket internet untuk hp android, katanya game itu dimainkan sambil jalan-jalan keluar rumah. Dia pun merayu emaknya dengan alasan sambil bermain game, sambil beraktivitas di luar rumah. Emak tentu masih mikir-mikir 😳 .

So, ternyata bukan hanya seragam baru yang membuat senang seorang anak di hari pertama sekolah, bukan juga orangtua yang bisa mengantarkannya sampai di kelas, tetapi persiapan mental si anak sebelum memasuki sekolah baru yang lebih utama dipersiapkan orangtua, tentunya penerimaan lingkungan sekolah baru yang membuat anak merasa aman.

Semoga hari-hari sekolah selanjutnya tetap menyenangkan. Semangat Belajar yaa anak-anak 🙂 ❤ ❤ ❤ .

Iklan