Anak SD Nonton Bareng di Bioskop – Film My Stupid Boss


Anak SD kelas 6 di tempat junior bersekolah, kemaren, Kamis 26 Mei 2016 melakukan kegiatan nonton bareng di Bioskop sebuah mall yang baru di buka, lokasinya tak begitu jauh dari sekolah mereka. Film yang di tonton adalah My Stupid Boss.

Tujuan Kegiatan Nobar

Dua hari sebelum hari H, junior sudah memberi tau dan meminta ijin sama emaknya untuk bisa ikut kegiatan tersebut. Emak pun bertanya padanya, apa tujuan guru mengajak murid kelas 6 nonton bareng (nobar), sebelum wisuda sekolah, dan kenapa yang dipilih film tersebut.

Junior dengan nyantainya menjawab, “nggak ada, hanya untuk bersenang-senang bersama teman-teman dan guru, setelah ujian dan capek latihan untuk wisuda. Itu film kan lucu, jadi bisa tertawa bareng-bareng.”

Hmmm,,, emak manggut-manggut. Junior pun menjelaskan rencana kegiatan nantinya. Pada hari tersebut, mereka boleh memakai baju bebas, tapi sopan. Paginya, mereka akan gladi bersih wisuda dulu di sekolah. Setelah sholat, baru naik angkot ke lokasi. Junior sudah wanti-wanti kalau pulangnya ia akan naik angkot lagi dengan teman-temannya, nanti jam 3 sore tinggal dijemput di gerbang perumahan.

Tips Emak Melepas Anaknya Nobar

Emak dalam hati agak kurang yakin dengan keinginan junior untuk pulang bareng teman, budget yang dia minta, ga bakal bisa dia sisakan untuk ongkos angkot. Tapi, sebagai emak ga melebihkan terlalu banyak juga, untuk jaga-jaga aja, melebihkan sepuluh ribu dari proposal yang dia ajukan, sambil berharap anaknya bisa merealisasikan rencananya hari itu. Siapa tau keinginan pulang bareng teman-teman naik angkot, bisa mengalahkan hasrat untuk jajan lebih.

Pulsa ponsel yang dibawanya juga diisi, cukup untuk menelpon balik dan sms, ga bakal bisa browsing. Jaga-jaga aja, yang namanya anak-anak kalo udah ngumpul, ga semuanya taat aturan yang udah disepakati. Emak berpesan, kalo kehabisan pulsa, minta tolong guru aja yang ngabarin nanti. Pergunakan ponsel sebaik-baiknya. Anaknya setuju-setuju aja.

Ternyata, di Hari H, sore, pukul 15.00 WIB, sms masuk di ponsel emak, dari wali kelas junior yang mengatakan acara nobar udah selesai, anaknya udah bisa di jemput di mall.

Emak nyengir baca sms bu guru, ternyata, anaknya kehabisan bekal uang juga dan pulsa ponselnya pun habis 😆 .

Baca juga pengalaman pertama junior nonton di bioskop dalam tulisan anak dan bioskop.

My Stupid Boss

Hasil Nonton Bareng (Nobar)

Nyampai rumah, emak pun menanyakan kegiatan nobarnya. Junior hanya menjawab lumayan. Tapi, saat emaknya minta foto-foto mereka nobar, karena dari malam dia udah mempersiapkan ponsel yang akan dibawa dengan memastikan batereinya terisi penuh, junior hanya memperlihatkan wajah melongo, “oiya ya. Ga ada kegiatan foto-foto tuh, Ma. Kita-kita bawa ponsel untuk main game aja 😛 “

Emak pikir, anak-anak akan pada narsis. Setidaknya mereka akan berdiri rapi per kelas, dengan wali kelas masing-masing di depan poster film yang mereka tonton, kemudian jeprat-jepret. Ternyata, ga ada dokumentasinya sama sekali. Tujuan mereka, nobar, ya nobar aja, ga kaya emak-emak kalo ngumpul :mrgreen:

Bagi junior, yang ga boleh ketinggalan itu, nonton dengan pop corn sesuai ukuran yang diinginkan. Biasanya kalo nonton bareng emak, yang membelikan emaknya. Nobar, dia beli yang rasanya manis, dia kurang suka. Biar habis, dimakanlah bareng-bareng. Kemudian dia milih beli roti dan camilan lain, ongkos buat pulang pun ludes 😆 .

Jalan cerita film My Stupid Boss nya gimana?

Menurutnya sih lumayan lucu. Boss nya itu pelit, stupid, galak, anak buahnya ga ngerti maunya, tapi dia ga mau tau. Dia ngerasa boss itu selalu benar, makanya sering dikerjain balik sama anak buahnya. Bos nya itu baiknya hanya saat membantu panti asuhan, setelah itu kembali ke sifat aslinya. Junior bercerita agak kurang antusias. Tidak seperti saat ia membahas film-film Marvel atau Disney *ya iyalah, nak. Tapi ini karya anak bangsa yang patut diacungi jempol lho*.

Ibu/Bapak Guru memilih film ini untuk di tonton bareng, karena ada pesan dari film ini yang bisa dicerna setelah menontonnya, diantaranya:

Jangan terbiasa menilai seseorang dari penampilannya luarnya aja. Kadang kelakuan jelek, tampilan bikin neg yang ngelihat, tetap punya sisi baik di hati. Contohnya si boss yang suka bikin kesel anak buahnya itu, ternyata punya hati yang mulia, memberikan bantuan pembangunan panti asuhan.

Semua harus menjalankan porsinya masing-masing. Boss harus jadi bos yang kadang harus bisa memahami anak buahnya. Karyawan/anak buah, harus bekerja untuk mensupport atasan. Kalo mau jadi boss, ya harus usaha dan kerja keras dan sampai di posisi itu, bisa jadi bos yang baik.

Walau secara teori kesabaran itu tidak berbatas, pada kenyataannya, manusia itu punya batas kesabaran. Do’a mereka yang teraniaya itu benar-benar ampuh. Jadi dalam hubungan apapun, harus saling menghormati.

My Stupid Boss merupakan film Indonesia bergenre komedi drama. Rilis tanggal 19 Mei 2016, selain Indonesia, film ini telah tayang di Singapura, Malaysia dan Brunai Darussalam. Respon penonton sangat baik.

Film karya Upi Avianto (Penulis skenario dan Sutradara) produksi Falcon Pictures, diangkat dari novel dengan judul sama karya Chaos@work. Film ini dibintangi oleh aktor Indonesia dan Malaysia. Reza Rahadian (Bossman), Bunga Citra Lestari (Diana), Alex Abad (suami Diana). Aktor Malaysia diantaranya, Chew Kin Wah ( Mr. Kho), Bront Palarae (Adrian).

Pengalaman Nobar Masa SD

Sampai saat ini, setelah punya pengalaman nobar bareng teman-teman dan guru, junior tetap merasa nonton paling asyik dan seru itu, tetaplah nonton bareng emaknya ❤ ❤ ❤ .

Dulu, waktu emak masih SD, juga punya pengalaman nobar. Karena anak kampung, nobarnya di bioskop sederhana di ibu kecamatan *sekarang bioskopnya udah ga ada*. Emak punya dua kali pengalaman kegiatan nobar semasa SD, yang pertama film G 30S PKI dan kalau ga salah, satunya lagi Arie Anggara *ketahuan dah, emak SDnya tahun berapa 😆 * Sebuah pengalaman yang tak terlupakan, walau duduknya dibangku kayu dan bioskop agak-agak bau pesing, Akan jadi nostalgia anak-anak yang selalu bisa bikin tersenyum.

Teman-teman yang baca tulisan ini, apakah pernah juga melakukan kegiatan nonton bareng zaman SD? Sebuah pengalaman seru kan?

Iklan