‘Kehilangan’ Saat Kedatangan Anggota Baru


Umumnya saat mengetahui akan ada kedatangan anggota baru dalam sebuah keluarga, akan disambut dengan suka cita. Apalagi kalau kedatangannya sudah diharapkan dalam waktu yang lumayan lama, atau memang sudah dipersiapkan, direncanakan sedemikian rupa.

KehilanganTapi, ada masanya, ketika mengetahui akan ada anggota baru yang akan datang sebagai titipan-Nya, disaat kita yang dipilih sebagai pemegang amanah itu tidak dalam keadaan siap, tentunya menurut logika berpikir kita sebagai manusia, berdasarkan situasi yang kita alami saat itu.

Sebelum benar-benar pasti, dan masih dalam toleransi yang dibolehkan, kita mencoba berbagai cara untuk ‘menolak’nya, dengan berbagai pertimbangan, salah duanya, kita tidak siap secara emosi.

Dulu sekali, ketika saya masih ‘takut’ sama yang namanya komitmen pernikahan, saya selalu bingung melihat orang-orang yang berada dalam situasi tersebut. Kalau mereka tak menginginkannya, kenapa tidak melakukan tindakan yang dapat mencegahnya sebelum kejadian, kan banyak cara dan alat yang bisa dipergunakan.

Dan setelah dipikir-pikir lagi, mereka yang terikat dengan hubungan pernikahan, pastinya harus selalu siap dititipkan amanah yang bernama anggota baru itu, atau malah tidak diberi kesempatan sama sekali.

Kemudian dengan bertambahnya usia, saya jadi tau, kalau untuk urusan yang satu itu, selama sudah direncanakan, benar-benar ada Kuasa lain yang terlibat.

Karena dalam kasus tertentu, sudah dicegah, diniatkan untuk stop menambah anggota, tapi ternyata DIA berkehendak lain. Ada yang sudah direncanakan, berobat kesana kemari, tapi tak kunjung diberi kesempatan.

Saya juga akhirnya melihat, yang kebetulan juga dijadikan tempat curhat oleh orang-orang terdekat sebelumnya.

Ternyata, DIA menitipkan segala sesuatu atau mengambilnya kembali, benar-benar mempunyai maksud tertentu. Kadang itu adalah jawaban dari do’a-do’a kita, yang baru akan disadari setelah beberapa waktu kemudian.

Ada yang begitu kalut saat mengetahui akan ketambahan anggota baru di saat ekonomi keluarga sedang berada ‘dibawah’, bahkan di dalam mimpi sekalipun, tidak pernah terlintas akan mengalami hidup yang seperti saat itu. Ini bakal ketambahan anggota baru, yang tentunya perlu tambahan biaya.

Sampai lupa yang namanya kehidupan itu pada dasarnya hanya ‘titpan’ dari DIA, apapun bentuknya. DIA berhak mengambil dan memberikan kapanpun DIA lihat kita siap menerimanya. Tapi pemikiran kita takkan pernah mampu mendekati pemikiran-Nya. DIA tau mana yang kita butuhkan saat itu.

Beberapa tahun kemudian, terjawablah maksud dari titipan anggota baru itu, dia mungkin jadi penguat kita, untuk selalu berada dijalan yang benar. Dia selalu bisa menghadirkan senyum, saat semua air mata duka kekecewan siap tumpah. Dia yang akhirnya membuat kita mengucap syukur, karena telah memberikannya kesempatan untuk terlahir ditengah-tengah kita.

Dia tak bisa disamakan nilainya dengan ‘harta benda’ yang hilang saat kehadirannya mulai kita ketahui dulu, yang kita pikir akan menambah beban, yang kita pikir takkan tercukupi semua kebutuhannya, yang kita pikir saat itu, kita tak adil sebagai orangtua.

Ternyata dia adalah anugerah terindah yang kita terima, dari semua anugerah DIA yang pernah kita terima selama hidup. Tak ada yang namanya ‘kehilangan’ saat kita diberikan tambahan kedatangan anggota baru. Itu Kehendak-Nya.

***
Sobat, tetaplah kuat sebagai istri, juga sebagai ibu dari bidadari kehidupanmu. Yakin kau bisa melewati semuanya. Ah, aku hanya baru bisa menuliskannya, belum bisa menjalaninya dengan baik. Kita sama-sama belajar, pantang menyerah pada nasib 🙂 .

Iklan