Mudah Memulai Sebuah Langkah Baru, Dibanding Mempertahankannya


Memulai sebuah langkah baru asal ada keinginan untuk menggerakkan kaki yang masih berfungsi normal, sangatlah mudah. Tapi membuat langkah kaki itu menuju ke arah yang tepat dan mempertahankannya selalu berada di jalur yang sudah direncanakan, sepertinya perlu perjuangan dan semangat yang tetap terjaga.

Harus bisa mencari waktu yang tepat, kapan harus berbelok, kapan harus istirahat atau kapan harus menyebrang. Walau tidak ada yang mengingatkan, setidaknya ada alarm dari kaki yang pegal minta istirahat 😛 .

Kok Tiba-Tiba Nulis Tentang Sebuah Langkah Baru?

Bukannya ysalma sebentar lagi perlu tongkat untuk bisa melangkah 😆 . Sepertinya ia. Setelah aktif ngeblog lagi, saya sempat bertekad dan menuliskan di blog ini bahwa saya akan semangat ngeblog untuk selanjutnya, walau dalam hati sempat ada bisikan,”paling semangatnya di 1,5 tahun pertama doang, setelah itu, ya tau sendiri, malasnya kambuh”.

Ternyata bisikan hati itu ada benarnya. Mau di blog gratisan, sudah dengan domain sendiri, semangat ngeblognya hanya terjaga beberapa bulan aja. Setelah semua rasa penasaran saya terpenuhi, rasa malas langsung menghampiri.

Mulai Oktober tahun lalu sebenarnya sudah perlu semangat tambahan untuk tetap update blog. Untungnya ada teman yang minta tolong, saya menyanggupi, dan memasang ‘target’ pada diri sendiri untuk mewujudkan keinginannya itu. Alhamdulillah tercapai, malah jauh melebihi ekspektasi.

Ternyata benar lho, menolong itu memberi energi positif juga kepada diri sendiri. Diantara efek yang saya rasakan adalah tetap semangat mengisi blog dengan tulisan yang menurut saya pantas dicatatkan. *Membantu dan berbagi apa yang kita tau, walau sedikit, ternyata bisa membawa manfaat bagi orang lain dan tentunya diri sendiri*.

Manfaat lain yang saya rasakan dengan ‘menyibukkan diri’ untuk orang diluar diri saya sendiri adalah lebih melihat apa yang sudah dipunya dan merawatnya, tetap jadi diri sendiri, tidak perlu memaksakannya untuk seperti ‘sosok’ orang lain. Tidak perlu ngoyo untuk mengejar dan membuktikan apapun. Lebih nikmat menikmati setiap proses dalam langkah yang sedang dijalani saat ini.

Sebuah Langkah

Jadi apa inti dari postingan kali ini?

Saya sepertinya perlu ‘rasa penasaran’ baru, sedang memikirkan apakah yang enak di jadikan target? Siapa tau setelah menuliskannya, ada yang menawarkan ide dan saya penasaran. Kemudian semangat saya jadi bertambah :mrgreen: .

Kalau memulai langkah baru di dunia nyata, sekarang ini lagi musim penghujan tanpa jeda, dari pagi ke pagi lagi. Cuaca seperti ini tidak memungkinkan melangkah dengan leluasa hanya sekedar blusukan ke lokasi baru di sekitar tempat tinggal. Perlu berjinjit-jinjit dengan sangat hati-hati menghindari genangan air, kurang seru!

“Hai, Mak, di tempat lain orang kebanjiran, masa kau hanya perlu berjinjit menghindari genangan air dengan sedikit menggigil menahan udara dingin, sudah menyerah untuk melangkah? Bangun! Singkirkan rasa malas itu, Semangat! “. *Bisikan hati berbaju putih*.

“Alah,Mak, hujan-hujan begini, ente mau ngapain? Mending duduk depan tv, lihat tuh tingkah polah para pejabat yang membuat bingung masyarakat. Begitu sarang nyamannya mau di telisik, mereka langsung membalas dengan gerak cepat. Membuat semua yang melihat mulutnya ternganga dan bertanya-tanya, bukannya dulu sebelum diangkat jadi Ketua KPK sudah melalui serangkaian test terhadap visi misi dan jejak rekam masa lalunya?
Lha, itu data yang sekarang digunakan sebagai senjata, nyelip dimana selama ini? Apa memang sengaja disimpan? Jika sewaktu-waktu diperlukan seperti saat sekarang, tinggal dikeluarkan, sebagai langkah jitu untuk serangan balik”. *Bisikan hati yang lain, sok ikutan mengamati politik 😛 *.

“Udah lah, Mak. Urus yang menjadi urusannya sendiri aja. Ga usah ikutan puyeng memikirkan politik. Mending pikirin gimana supaya cabe rawit yang di depan rumah tetap banyak buahnya, biar kau ga perlu beli rawit yang harganya mulai menggigit”.*Suara hati yang kakinya sedang menjejak bumi*.

Sobat ga perlu ikutan bingung membaca postingan ini ya. Saya sendiri juga bingung, ini sebenarnya mau menulis apa? Hanya ingin mengatakan, kalau memulai sebuah langkah itu, mau di dunia nyata atau dunia maya, mau jadi rakyat biasa atau seorang pejabat, sepertinya jauh lebih mudah, dibanding menjaga dan memelihara langkah itu tetap terayun di jalan yang sebenarnya. Apalagi jika ditengah jalan ada ambisi lain yang melintas, langkah kaki bakal kemana-mana dah  😳 .

Iklan