Tips Aman Meninggalkan Rumah agar Liburan Nyaman


Tema tulisan tentang tips atau cara aman meninggalkan rumah ramai diulas saat menjelang lebaran, liburan sekolah, atau libur akhir tahun. Padahal, meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk beberapa waktu saja, seperti pergi bekerja setiap hari, rumah yang ditinggalkan kosong, benar-benar harus yakin sudah dalam kondisi yang aman. Baru setelahnya memasrahkan kepada Sang Penjaga Segalanya.

Membahas tentang tips meninggalkan rumah agar selalu aman tentunya dimaksudkan untuk berbagi pengalaman, saling mengingatkan untuk selalu berjaga, menghindari  bahaya pencurian ataupun bahaya kebakaran. Sebab, mengantisipasi jauh lebih baik. Selain itu, terkadang kita perlu pengalaman orang lain untuk lebih mudah mengingat sesuatu.

Cek Ricek Sebelum Meninggalkan Rumah

Kok saya ikut-ikutan ‘latah’ dengan tiba-tiba memposting tema tips aman meninggalkan rumah? Memangnya punya pengalaman kurang mengenakkan dengan rumah yang ditinggal dalam keadaan kosong?

Ada sih, dari pengalaman sendiri dengan rumah sendiri dan juga dengan rumah tetangga. Pengalaman lebih kepada faktor lalai karena sifat pelupa sebagai manusia sih.

Beberapa waktu lalu, mulut saya selalu komat kamit memanjatkan do’a , semoga tidak terjadi apa-apa dengan mesin air tetangga sebelahrumah yang terdengar masih menyala, sementara orangnya sudah tidak di tempat. Semoga gak terjadi korsleting”.

Saya sangat-sangat berharap semua akan baik-baik saja.
Tau sendiri, jika terjadi percikan api yang tidak segera ditangani dengan baik, akan terjadi kebakaran yang tidak saja menghanguskan satu rumah tempat asal api tersebut, tetapi satu komplek perumahan bisa ludes dalam sekejap. Hiks.

Berserah diri kepada Yang Maha Kuasa memang mutlak, akan tetapi mencegah atau menghindari yang jadi penyebab bahaya bagi diri sendiri dan juga orang lain itu, juga sebuah keharusan. Kata lainnya, usaha maksimal dulu baru kemudian pasrah.

SANYO DIGITAL CAMERA

Terkhusus bagi Temans yang berkunjung ke rumah tempat singgah hanya pas weekend atau saat ada keperluan saja, maka saat meninggalkan rumah, kudu cek dan recek sebelum pergi, secara bakal datang lagi ke rumah tersebut mungkin paling cepat minggu depan.

Pernah kejadian di lingkungan tempat tinggal, salah satu tetangga rumahnya jarang dikunjungi, yang punya masih bujangan serta kerja dan masih tinggal di Jakarta bersama orangtuanya. Yang sering berkunjung justru kedua orangtua dan saudaranya.

Pernah satu waktu, entah karena terburu-buru balik ke Jakarta, mereka yang berkunjung lupa mematikan mesin air. 

Namanya tinggal di komplek perumahan yang dinding rumah nempel satu sama lain, tetangga yang temboknya bersebelahan tentu mendengar mesin air masih menyala, sementara rumah kondisi kosong. Yang tinggal menetap pada saling bertanya-tanya.

Tapi, tak tau mau menghubungi kemana.
Satpam yang dulu pernah dititipin kunci, juga gak tau, secara yang bersangkutan tak pernah meninggalkan nomer telpon. Ya sudah, kita pasrah dan berdo’a saja, mudahan tak terjadi apa-apa. Sembari tetap siaga kuping dan mata.

Untunglah, satu minggu kemudian, ada yang datang lagi. Mungkin ingat kalau mesin air belum dimatikan. Beliau hanya sebentar, setelah itu pergi lagi. Dan mesin airnya pun gak bunyi lagi. Alhamdulillah.

Kalau saya pribadi juga punya pengalaman lalai saat meninggalkan rumah, pernah pergi keluar rumah, tapi lupa kalau sedang ngisi toren air yang otomatisnya rusak. Pergi meninggalkan rumahnya sih dari pagi hingga sore saja. Tapi yaitu, karena saya lupa mematikan kran penghubung dengan meteran PAM, mana putarannya posisi maksimal lagi. Efeknya, saya bayar bulanan PDAM berikutnya sampai mengucap istigfar karena dompet menjerit.

Padahal, saya adalah perantau yang tentu saja sering meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. Tapi namanya manusia, memang terkadang ada lupanya.

Berkaca pada kejadian tersebut di atas, saya jadi ingat hal-hal yang harus saya lakukan saat meninggalkan rumah apalagi dalam waktu yang agak lama. Tujuannya tentu memberi rasa aman saat sedang melakukan perjalanan tanpa was-was dengan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi kosong.

Berikut hal wajib yang harus dilakukan sebelum meninggalkan rumah :

  • Memastikan semua kontak listrik, seperti kulkas, mesin air, AC, tv, dan barang elektronik lain tidak tercolok.
  • Memastikan sudah memutus atau mencabut aliran tabung gas dari kompor, serta memastikan gas tersimpan  di tempat aman.
  • Menyalakan lampu yang diperlukan, sebaiknya memakai sensor cahaya untuk lampu teras, sehingga bisa mati dan nyala secara otomatis.
  • Menyimpan barang berharga pada tempat yang aman. Terkadang ada beberapa benda-benda tertentu perlu diungsikan dan dititipkan ke tempat aman.
  • Memastikan jendela, pintu, dan pagar terkunci dengan baik.
  • Menginfokan ke pengurus lingkungan jika rumah kosong, sekalian pamit.
  • Menitipkan kunci pada tetangga yang dipercaya (kalau perlu sih, dan sudah terbiasa saling melakukannya. Kalau belum pernah, yo jangan. Hanya untuk antisipasi jika sewaktu-waktu diperlukan).
  • Menitipkan rumah pada petugas keamanan lingkungan, sekalian meninggalkan nomer telpon yang bisa dihubungi 24 jam.
  • Berdo’a, La haula wala quwwata illa billah.

Khusus untuk Temans yang memiliki hewan peliharaan seperti kucing, jika sebelumnya diurus sendiri, mending nitipnya di pet shop. Sebab kalau hanya nitip pada tetangga atau satpam lingkungan, nggak semua pencinta binatang.

Jangan sampai hewan peliharaan nggak terurus, atau berkeliaran nggak jelas hingga mengganggu tetangga.

Berjaga-jaga dengan rumah dan lingkungan tempat tinggal harus dilakukan setiap waktu. Sebab, pencurian itu kadang terjadi saat melihat ada kesempatan dan peluang. Bahaya itu kadang datang menghampiri saat kita lengah ataupun lalai. Jadi tetaplah waspada *halah.

Selamat berlibur dan menjauh sejenak dari rumah dengan nyaman dan aman.
Salam jejak #Homey dari mata, rasa dan pikiran YSalma.

30 comments

  1. Wah kemarin juga pas liburan panjang semua arus listrik di matikan kecuali kulkas.
    trus nyalain lampu tengah n dpan aja.
    terpenting lg titip kunci rumah ke tetangga yg di percaya.

    Suka

  2. kejadian di tetangga adikku uni, rumah kosong yg baru aja dikontrol yg punya rumah, eh malamnya kebakaran
    kayakanya sih korslet lampu.., rumah dia aja sih yg kena krn cepat ketahuab

    Suka

    • Tuh, benar ada kejadian begitu kan Kak,
      Ini juga termasuk masih belum penuh perumahannya, jadi yang masih belum menetap, seperti ‘gampangin’, merasa pengembang masih bercokol disitu 😦

      Suka

  3. Ngobrol2 di dapur memang seru 😀 . Klo mo pergi sering kepikiran “udah matikan kompor blum ya, sdh ngunci pintu belum ya” . Pergi malah ga tenang loh, aku sering banget mikir begitu 😆 .

    Suka

  4. Tips yang membuat nyaman semua pihak nih Uni, chek dan rechek sebelum pergi. Dengan berpamitan kepada tetangga menjadi semacam menitipkan rumah dan mempermudah komunikasi. Salam hangat

    Suka

  5. Kalau besok doi berkunjung lagi jangan lupa di cegat, Uni. Minta nomor teleponnya. Bilang aja untuk jaga2 agar kejadian kemarin tak terulang lagi 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Emaknya Benjamin Batalkan balasan