Ketika Cewek Bilang So Cute Kepada Cowok


Cewek Bilang So Cute Kepada Cowok, sekarang ini bukanlah hal yang asing lagi sepertinya, itu sudah merupakan sesuatu yang lumrah saja. Karena, mengungkapkan perasaan dengan terus terang bagi dua orang remaja, yang sudah bisa mempertanggungjawabkan pilihannya, katanya jauh lebih baik daripada dipendam dan menjadi jerawat atau penyakit lainnya.

Tapi, tentunya tetap harus lihat situasi dan kondisinya, dan dalam koridor yang tidak melanggar norma apapun.

Dalam artian, ucapan itu mewakili perasaan yang sesungguhnya, bukan sebatas candaan. Bentuk salute, kagum dengan kepribadian seorang teman. Akan tetapi, jangan sampai terkesan tidak punya harga diri dan menjadi bahan tertawaan bagi si cowok.

Sebaliknya, sebelum dan sesudah mengucapkannya, tetap harus menunjukkan karakter cewek yang percaya diri, sekaligus sadar dengan konsekuensi yang dipilih. Setelahnya, apapun hasilnya, harus tetap bisa saling menghargai satu sama lain.

Begitu pun sebaliknya, cowok yang pantas mendapatkan ucapan keterus terangan itu, tentulah cowok yang menghargai sosok seorang perempuan. Sosok teman cowok yang dapat dipastikan tidak akan menjadikan itu sebuah olokan.

Bukan semua cowok yang terlihat ‘bersinar seperti bintang’ dibilang ‘so cute’. Itu sama saja dengan candaan terhadap sosok idola remaja. Rasa kagum yang seperti itu tidak perlu melibatkan hati dan perasaan. Biarkan dia berlalu seiring dengan munculnya idola baru 😉 .

Beda Zaman, Lain Pula Kedekatan Antar Teman Sekolah Yang Terjalin

Saran tulisan di atas tentunya untuk cewek-cewek yang sudah akil baliq, setidaknya sudah duduk di bangku sekolah menengah atas.

Tetapi, akan sangat ajaib dan lucu kalau kata itu terlontar antara seorang cewek kecil dan cowok kecil 😳 .

Orangtua jaman sekarang bakal sering mendengar celotehan seperti itu. Apalagi kalau anak-anaknya sudah duduk di kelas 4SD, sudah memahami dengan jelas perbedaan anak perempuan dan laki.

Beda zaman, beda keberanian dan keakraban antar teman sesama sekolah yang terjalin.

Dulu, waktu saya seusia itu, masih asyik dengan dunia anak, masih sibuk main di sungai bersama-sama, belum ada yang melirik-lirik lawan jenis *ada juga sebenarnya sih,, hehe*  🙄 . Semuanya teman bermain.

Anak sekarang semua serba cepat.

Anak SD Sudah Bilang So Cute?

Beberapa waktu lalu, saat  pulang sekolah, junior begitu semangat turun dari jemputan. Dia mengucapkan salam, tapi tak lupa mengintip kura-kura peliharaan sebentar di area halaman, baru masuk ke dalam rumah.

Cewek So CuteSembari mengganti seragam sekolah, si junior bersuara, “Mam, emang so cute itu maksudnya apa?”.

Emak menjawab sambil tetap asyik dengan kesibukannya, “cute itu kalau ga salah artinya kan lucu, imut, menggemaskan. Mungkin maksud katanya sama dengan, sangat lucu, sangat menggemaskan. Emang apa yang dibilang so cute?”.

Dengan semangat junior langsung menjawab, “aku”.

Hmmm,,, emak langsung mengalihkan perhatian dari kesibukan dan mengamati wajah junior, “siapa tuh yang bilang anak mama so cute?”.

Sambil cuci tangan junior menjawab, “temanku, si Tania *bukan nama sebenarnya*. Maksudnya apa ya, Ma?”.

“Mungkin, Tania mau bilang, hari ini kamu tampil rapi ke sekolah. Kan anak mama baru potong rambut,” emak berusaha menjelaskan dengan bahasa  semampunya. Agar junior bisa menangkap penjelasan dari kata tersebut, dan bisa juga memahami apa kemungkinan alasan temannya bilang so cute tadi.

Junior terlihat mikir, “hari ini yang baru potong rambut banyak. Tania cuma bilang so cute ke aku aja tuh. Apa mungkin dia ngetawain aku ya, Ma?”.

“Ya enggak dong, kan anak mama ganteng. Kayak cerita bang merah dulu. Kan Tania ngomongnya gak sambil ketawa-ketawa kan” jawab emak sambil angkat-angkat alis.

“Emang si Tania cantik anaknya?”, emak iseng menggoda junior.

“Gitu deh, tapi yang lain juga cantik,” junior malah senyum-senyum sambil balik menggoda emaknya.

Emak memberi masukan pada anak SD yang mulai saling memperhatikan lawan jenisnya itu, “anak sekolah itu, cari teman dulu aja sebanyak-banyaknya. Apalagi masih anak SD. Berteman dengan semuanya aja dulu. Mana seru berteman sedikit. Sama yang itu-itu aja”.

“Tau tuh, temanku pada bilang pacar-pacar,” junior agak ngedumel.

“Ooo, teman mu Tania itu bilang kamu pacarnya?”, emak kembali pura-pura asyik dengan kegiatannya.

“Iiddiih! Itu tindakan menjijikkan, melanggar batasan persahabatan namanya Mam,” terang junior sembari melakukan kegiatan yang disukainya sepulang sekolah.

Emak hanya geleng-geleng kepala mendengar istilah baru yang terlontar itu, sembari membathin, “Emang paham  maksud dari  kalimat yang barusan diucapkan 😕 Dibilang so cute aja sama teman cewek masih kebingungan memahaminya 😆 “.

Ada-ada aja anak kecil sekarang. Penuh spontanitas mengungkapkan apa yang mereka pikirkan. Tapi, bagus juga. Dia mengungkapkan semua kepada emaknya, bukan mencari jawaban pada orang lain.

Kesimpulan.

Untuk kamu yang sedang mulai mengagumi lawan jenis, jadikan ibumu sebagai tempat curhat terbaik. Ga perlu takut dan malu. Jika ibumu orang yang kaku, kasih tahu secara lembut kalau zamanmu berbeda dengan zaman beliau dulu.

Untukmu para emak zaman sekarang, kamu  benar-benar harus bisa menjadi teman, sahabat, dan siap mendengar curhatan anak-anak. Bukan hanya sekedar sebagai ibu yang mereka hormati dan segani, tapi sungkan untuk bercerita 🙂 .

Iklan

16 comments

  1. iya mba anak anak segitu memang keritis dan kita sebagai orang tua harus benar benar pintar memilah kata untuk menjawabnya 🙂

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.