Hi Nyah, Jabat Tangan Melalui Surat


Hi Nyah,
Jabat Tangan Melalui Surat. Kesannya maksa banget ya, mana ada jabat tangan tapi lewat surat. Ga apa-apalah, kan si nyonya ngaku ‘agak-agak ajaib’ juga, sama lah kita. Tapi kalau aku, seringnya sih dibilang ‘aneh’.

Lho matanya kok langsung mendelik sambil mendesis gitu nyah, “samanya dimana jeung, beda kaleus”. Eit, jangan dilipat dulu suratnya, Nyah. Seenggaknya kita sama-sama emak toh. Cie Nyah tersenyum. Senyum gitu kan manis Nyah.

Hi Nyah,
Gimana bisa ku menilai blogmu, apalagi mencaci. Ini ditulis juga mau berjabat tangan, mau berkenalan. Sejujurnya dari hati kecil yang paling dalam*lebay*, setelah ku aktif lagi di blog sekitar awal Januari. Aku sering melihat komen nyonya di blog teman-teman yang ku kunjungi juga, dengan nama ‘eda’.

Awalnya tak pikir itu ‘Eda’ yang dulu awal-awal nge-blog sempat ku kenal, tapi kok grafatarnya beda? “Ih, banyak yang berubah selama aku hiatus.”

Cahaya Lilin SuratAku penasaran dong. Tak klik-lah URL nyonya.
Ternyata beda “Eda”.

Di rumah nyonya ada spanduk besar yang terpasang, tentang perayaan ulang tahun yang ke-3. Dengan hadiah yang bikin cewek pada pengen :mrgreen: . Aku kan cewek, jadi ikut komen lah aku di sana.

Eits, komennya dimoderasi untuk yang pertama berkunjung. Sip, demi kenyamanan bersama.

Beberapa waktu kemudian ada notifikasi di blogku, memberitahukan kalau nyonya membalas komen itu. Berkunjung lagi lah aku ke rumah nyonya besar, ngubek-ngubek sambil baca-baca, secara sudah diijinkan sama yang empunya rumah.

Hi Nyah,
Berhubung aku penasaran dan ingin jabat tangan, walau melalui sebuah surat, aku coba nyari tau sedikit info tentang nyonya,  ‘siapa si nyonya besar ini‘. Tentunya untuk bahan obrolan menulis surat.

Kebetulan aku belum hafal alamat blogmu, Nyah. Aku kepo.

Mau bertanya ke Pak RT tentang rumahmu, aku tak kenal.
Secara kita di dunia maya, bertanyalah aku ke mbah Google. Ku ketikkan kata ‘Si Nyonya Besar’.

Tapi, yang nongol di halaman si mbah, nyonya-nyonya besar lain.

Tak ubah pencarian dengan kata ‘eda’. Si mbah google belum juga mengarahkan ke blogmu Nyah. Aku semakin penasaran, apa sebegitu ‘rahasianya’ nyonya besar yang satu ini?

Tak ketikkan gabungan kata ‘eda si nyonya besar’. Awalnya, mbah google tetap menongolkan nyonya yang lain. Setelah beberapa hari berikutnya dan sudah ada yang menulis artikel GA. Nama nyonya besar ada di halaman pertama mbah google 🙂 . Walau si mbah masih memberikan penawaran lain.

Olala, orang baru kenal nyonya macam aku yang mbingung. Ternyata Tagline-nya si nyonya adalah “Catatan si Nyonya.”

Hi Nyah,
Ma’afkan daku sok protes segala. Wong aku juga masih belajar nge-blog. Dan penampakan blog ku di pencarian google juga belum benar. Menurutku lebih rancak kalau kata yang menjadi tagline mu ‘eda dan Catatan si Nyonya’ yang seharusnya lebih digaungkan. Tapi setelah GA ini, aku yakin, ‘Nyonya Besar’ menjadi matahari pagi di Catatan si Nyonya eda 😀 . Semangat.

Hi Nyah,
Kok senyum penuh rahasia gitu, ada maksud tersembunyi ya. Aku yakin ada maksud yang tak ku ketahui dibalik itu semua, ye kan?

Ini surat apa curhat ga jelas emak – emak dalam menelusuri jejak si nyonya ya? Jabat tangan walau cuma melalui surat ya. Selamat Ulang Tahun Yang ke 3, tetap berbagi cerita dengan bahasamu yang gurih dan renyah itu.

Salam Damai Blogger
Ketjup sayang,

YSalma, jejak mata, rasa dan pikiran.

Postingan ini diikutkan dalam Nyonya Besar Give Away.

GA Nyonya Besar

29 comments

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.