Persiapan untuk Mendapatkan Rumah Idaman


Mendapatkan rumah idaman keluarga yang nyaman adalah mimpi bagi kita semua. Berdasarkan pengalaman, persiapan untuk mendapatkan sebuah rumah idaman adalah :

  • Dana. Tunai/ Kredit.

Untuk membeli Tunai, menabunglah jauh-jauh hari dan disiplin. Kalau menggunakan fasilitas kredit sebuah Bank, baik syariah atau Bank konvensiaonal, kita tetap mempersiapkan uangmuka minimal 10% dari harga jual ( peraturan baru pemerintah sekarang malah 30%) + Biaya untuk surat-surat lebih kurang 5% dari pinjaman. Setelah itu melengkapi dokumen yang diminta : photocopy KTP (suami/istri jika sudah menikah), photocopy surat nikah, copy rekening koran 3 bulan terakhir, surat keterangan kerja, slip gaji, bukti pembayaran pph 21. Kalau penghasilan 3X lebih besar dari target cicilan perbulan yang direncanakan dan nama bersih dari data BI, biasanya pengajuan KPR mulus-mulus aja.

  • Lokasi

Dana sudah ada, saatnya menentukan lokasi rumah idaman. Komplek perumahan yang luas tetapi berada di pinggir kota,  komplek perumahan kecil dekat dengan pusat kota tetapi harganya sangat lumayan, komplek perumahan yang menyatu dengan kawasan industri. Untuk memilih lokasi sepertinya kemudahan akses jalan, fasilitas untuk aktifitas keluarga sehari-hari akan menentukan prioritas ini. Prospek pertumbuhan lingkungan sekitar juga menjadi perhatian, yang otomatis akan mendongkrak harga rumah yang kita pilih dengan cepat.

  • Kondisi rumah, Rumah Baru/ Bekas & harga rumah.

Rumah baru/ bekas kalau lokasi sudah cocok, sebelum harga disepakati sepertinya yang perlu diperhatikan adalah : Kondisi rumah, Jalan lingkungan perumahan minimal yang bisa dua kendaraan dan mempunyai bahu jalan. Ke depannya dengan semakin padatnya penghuni perumahan, kalau jalan lingkungan kecil akan seperti pemukiman padat penduduk dengan bangunan tambahan disana-sini, listrik, air dan kemanan. Semakin kesini, semakin menyadari bahwa lingkungan rumah yang mengedepankan rumah yang selaras dengan alam semakin diminati, minimal bisa menanam satu pohon berpokok di depan rumah.

Untuk rumah baru, harga sudah di patok oleh pengembang, tetapi untuk harga rumah bekas, kita bisa mengetahuinya dengan membandingkan harga yang ditawarkan pemilik rumah dengan harga rumah di lokasi sekitar, syukur-syukur dapat harga miring.

Kalau sudah berencana membeli sebuah rumah dan sudah menemukan lokasi yang cocok, sepertinya jangan pernah menunda lagi, karena harga rumah dan tanah tidak akan pernah turun.  Selamat berburu rumah untuk mendapatkan rumah idaman anda.

Apakah teman-teman punya tambahan lain untuk Persiapan mendapatkan rumah idaman yang cocok dikantong tetapi juga selaras dengan alam?

### Postingan karena gemes melihat harga-harga rumah baru yang semakin menggila. Selamat Hari Lingkungan Hidup ( 5 Juni 2012) :mrgreen: .

Iklan

33 comments

  1. Kalau saya sepertinya harus ngurus rumah orang tua, ki. Pasalnya kedua kakak sudah punya sendiri. Ntar kalau beli rumah sendiri, sioapa yang ngurus ayah-ibu?. 🙂

    betul sekali tuh Pak,
    senyum bahagia orangtua di wajah keriputnya, tak bisa ditukar apapun,
    biarkan untuk yang belum punya rumah tanahnya, atau buat berkebun ^^.

  2. Jangan lupa memeriksa kepemilikan tanah, apakah sudah jelas terdaftar di pertanahan atau masih sengketa. Karena ini akan menjadi masalah panjang jika kita tidak tahu asal-usul tanah yang bersangkutan. Syukur-syukur jika sudah ada SHM Seertifikat Hak Milik yang jelas dan benar menurut kantor pertanahan

    iya Pak, ada juga yang walaupun perumahan, ternyata status tanah perumahannya masih sewa beberapa tahun,
    urusan ke depannya nambah ruwet, mending diawal semua jelas.

  3. Bener Bu ..
    Jika udah ada sedikit tabungan buat DP dan akad …
    sebaiknya langsung direalisasi …
    Dan untuk cicilan selanjutnya … itu dipikir bagaimana nanti … hehehe
    Sebab nilai tanah dan juga rumah itu selalu naik terus … kalo terus menunggu … bisa lepas rumah idaman kita

    salam saya BU

    Yang penting DP ada, rumah cucok, cicilan tinggal kencengin iket pinggang ya Om,
    pasti bisa, pasti adem udah tinggal di rumah sendiri.

  4. Kapan ya punya rumah sendiri… *curcol

    bentar lagi Yori ^^,
    eh kalau di kampuang tingga nunggu tanah parumahan dari mamak calon Yori nanti 😀

  5. terima kasih tipsnya Mbak..
    kalau saya pengennya lingkungan di sekitar rumah banyak pohonnya
    biar sejuk dan menyimpan banyak cadangan air…

    hunting kavling-an dari sekarang berarti Prit,
    mimpi saya tentang rumah yang banyak pohonnya belum kesampaian juga :(.

  6. kondisi rumah tuh nte… walau sudah membeli rumah baru di perumahan tetap saja harus direnovasi.

    iya ya, tetap gak sesuai dengan kemauan,
    harusnya beli tanah, kemudian bangun sendiri, gak harus langsung selesai tapi di desain menjadi rumah tumbuh dari awal ^^.

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.