Persiapan untuk Mendapatkan Rumah Idaman, Begini Tips Simplenya!


Rumah merupakan tempat nyaman untuk kembali dari semua aktivitas di luar. Rumah juga tempat istirahat fisik dan juga jiwa agar kembali semangat melanjutkan hari. Memiliki dan berkesempatan mendapatkan rumah idaman untuk ditinggali bersama keluarga dengan nyaman adalah mimpi bagi semua orang.

Setiap kita memiliki kriteria yang berbeda tentang rumah yang bakal dihuni, rumah impian saat muda dan rumah idaman saat sudah berkeluarga pastinya juga sedikit berbeda.

tips membeli rumah impian

Akan tetapi, persiapan sebelum memutuskan membeli untuk mendapatkan sebuah rumah tinggal boleh dibilang hampir sama.

Tips Persiapan Mendapatkan Rumah Impian

Berdasarkan pengalaman, berikut tips sebagai persiapan untuk mendapatkan sebuah rumah idaman adalah :

Dana, Tunai atau Kredit

Jika ingin membeli rumah secara tunai, maka tipsnya harus konsisten menabung  jauh-jauh hari dan disiplin. Buat target yang jelas mau beli rumah kisaran harga berapa, dan mengumpulkan uangnya sanggupnya berapa banyak sebulan disisihkan dalam bentuk tabungan yang nggak boleh diutak-atik.

Kalau membeli rumahnya akan menggunakan fasilitas kredit sebuah Bank, baik bank syariah ataupun Bank konvensiaonal, maka harus tetap mempersiapkan uang muka minimal 10% dari harga jual rumah ( peraturan baru dari pemerintah, sekarang malah uang muka atau dp-nya ada yang 30% tapi ada juga yang subsidi DP 0%).

Dana berikutnya yang dipersiapkan membeli rumah kredit adalah biaya untuk surat-surat, budget-nya lebih kurang 5% dari pinjaman.

Jika membeli rumah secara kredit juga perlu mempersiapkan dokumen seperti: fotocopy KTP (suami/istri jika sudah menikah), photocopy surat nikah, copy rekening koran 3 bulan terakhir, surat keterangan kerja, slip gaji, bukti pembayaran pph 21. Kalau penghasilan 3X lebih besar dari target cicilan per bulan yang direncanakan dan nama bersih dari data BI, biasanya pengajuan KPR mulus-mulus aja.

Lokasi

Apabila sumber dana untuk membeli rumah sudah ditetapkan, maka saatnya memilih dan menentukan lokasi rumah idaman.

Kamu harus mempertimbangkan membeli sebuah rumah di komplek perumahan yang luas tetapi berada di pinggir kota, atau  komplek perumahan kecil tapi dekat dengan pusat kota tetapi harganya sangat lumayan. Atau memilih komplek perumahan yang menyatu dengan kawasan industri.

Dalam memilih lokasi rumah idaman juga harus diperhatikan kemudahan akses jalan, fasilitas untuk aktivitas keluarga sehari-hari, harus menjadi pertimbangan banget.

Selain itu, prospek pertumbuhan lingkungan sekitar juga harus menjadi perhatian. Sebab, lokasi yang terus bertumbuh akan otomatis juga dapat mendongkrak harga rumah yang kita pilih dengan cepat.

Kondisi rumah, Baru atau Bekas 

Mau memilih rumah baru atau bekas maka sebelum harga disepakati, kondisi lingkungan rumah juga perlu diperhatikan, di antaranya:

Jalan lingkungan perumahan, jalan utama perumahan minimal bisa dua kendaraan dan mempunyai bahu jalan. Sebab, ke depannya dengan semakin padatnya penghuni perumahan, kalau jalan lingkungan kecil, perumahan akan seperti pemukiman padat penduduk dengan bangunan tambahan disana-sini.

Selain itu, listrik, air dan keamanan lingkungan. Perumahan yang semua urusan pengembang sudah beres dengan penduduk asli sekitar.

Seiring waktu kita juga semakin menyadari bahwa lingkungan rumah yang mengedepankan rumah yang selaras dengan alam, juga semakin diminati. Maka pilihlah rumah yang minimal bisa menanam satu pohon berpokok di depan rumah. Rumah yang memiliki satu pohon yang dapat memproduksi oksigen untuk penghuninya.

Jika membeli rumah baru, harga sudah dipatok oleh pengembang, tetapi jika memilih rumah bekas maka harganya bisa dinegosiasikan, harga pasaran bisa diketahui dengan membandingkan harga yang ditawarkan pemilik rumah dengan harga rumah di lokasi sekitar, syukur-syukur dapat harga miring karena penjualnya butuh uang cepat.

Temans, kalau sudah berencana membeli sebuah rumah dan sudah menemukan lokasi yang cocok, sepertinya jangan pernah menunda lagi, karena harga rumah dan tanah tidak akan pernah turun. Seenggaknya memiliki satu rumah sebagai investasi tempat pulang bagi anggota keluarga tercinta.

Selamat berburu rumah untuk mendapatkan rumah idamanmu ya.

Apakah teman-teman punya tambahan lain untuk persiapan mendapatkan rumah idaman yang cocok di kantong tetapi juga selaras dengan alam?

### Ssttt, ini postingan karena gemes melihat harga-harga rumah baru yang semakin menggila. Selamat Hari Lingkungan Hidup ( 5 Juni 2012) yaa :mrgreen: .

34 comments

  1. waahh,,, mulai nabung dari skarang nih kalau ga mau tinggal di rumah mertua.. hihihih,

    kalau calonnya anak tunggal, asyik2 aja di rumah mertua Mab ^^.

    Suka

  2. Kalau saya sepertinya harus ngurus rumah orang tua, ki. Pasalnya kedua kakak sudah punya sendiri. Ntar kalau beli rumah sendiri, sioapa yang ngurus ayah-ibu?. 🙂

    betul sekali tuh Pak,
    senyum bahagia orangtua di wajah keriputnya, tak bisa ditukar apapun,
    biarkan untuk yang belum punya rumah tanahnya, atau buat berkebun ^^.

    Suka

  3. Jangan lupa memeriksa kepemilikan tanah, apakah sudah jelas terdaftar di pertanahan atau masih sengketa. Karena ini akan menjadi masalah panjang jika kita tidak tahu asal-usul tanah yang bersangkutan. Syukur-syukur jika sudah ada SHM Seertifikat Hak Milik yang jelas dan benar menurut kantor pertanahan

    iya Pak, ada juga yang walaupun perumahan, ternyata status tanah perumahannya masih sewa beberapa tahun,
    urusan ke depannya nambah ruwet, mending diawal semua jelas.

    Suka

  4. Bener Bu ..
    Jika udah ada sedikit tabungan buat DP dan akad …
    sebaiknya langsung direalisasi …
    Dan untuk cicilan selanjutnya … itu dipikir bagaimana nanti … hehehe
    Sebab nilai tanah dan juga rumah itu selalu naik terus … kalo terus menunggu … bisa lepas rumah idaman kita

    salam saya BU

    Yang penting DP ada, rumah cucok, cicilan tinggal kencengin iket pinggang ya Om,
    pasti bisa, pasti adem udah tinggal di rumah sendiri.

    Suka

  5. Kapan ya punya rumah sendiri… *curcol

    bentar lagi Yori ^^,
    eh kalau di kampuang tingga nunggu tanah parumahan dari mamak calon Yori nanti 😀

    Suka

  6. terima kasih tipsnya Mbak..
    kalau saya pengennya lingkungan di sekitar rumah banyak pohonnya
    biar sejuk dan menyimpan banyak cadangan air…

    hunting kavling-an dari sekarang berarti Prit,
    mimpi saya tentang rumah yang banyak pohonnya belum kesampaian juga :(.

    Suka

  7. kondisi rumah tuh nte… walau sudah membeli rumah baru di perumahan tetap saja harus direnovasi.

    iya ya, tetap gak sesuai dengan kemauan,
    harusnya beli tanah, kemudian bangun sendiri, gak harus langsung selesai tapi di desain menjadi rumah tumbuh dari awal ^^.

    Suka

  8. Iya Mak, kalo perlu pinjam2 dulu untuk uang DP dan notaris hihihihi. Rumah saya yg imut2 ini jg pasarannya udh naik 100 jt, pdhl baru september tahun lalu. Lebih cepat lebih baik kalo urusan rumah ya Mak. Tapi sama nih Mak, ga punya halaman luas 😦

    Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)