Raja


Raja, pemimpin dari sebuah kelompok (kerajaan) yang semua titahnya harus dipenuhi oleh semua patihnya (mentri/pembantu-nya). Rakyat akan melindungi raja yang dicintainya dengan tulus, tanpa pamrih apapun. Rakyat bahkan rela berjibaku di ” medan pertempuran ” untuk memenangkan kepentingan rajanya.

Raja disini bukanlah seorang penguasa, raja adalah anak-anak penerus kehidupan. Patihnya adalah pemimpin yang sedang berkuasa di sebuah negeri, sedangkan rakyatnya adalah para orangtua dan keluarga.

Maka sudah seharusnya seorang pemimpin yang lagi menjabat, membuat negara yang dipimpinnya aman, lapangan kerja tersedia, sumber daya alam terkelola dengan baik, sehingga rakyat dapat bekerja dengan tenang dan mampu memenuhi kehidupan yang layak, sehingga raja-raja dipersiapkan dengan sebaiknya, tumbuh sehat, mendapatkan pendidikan terbaik, dan berempati. Apakah bumi Indonesia sudah menjadikan anak-anak adalah raja kehidupan?.

============================

Saat kami ibu-ibu kebingungan menghadapi tingkah polah anak-anak usia 3-4 tahun. Seorang nenek bijak yang sudah sukses mengantarkan anak-anak dan cucunya di kehidupan, yang sekarang tinggal bersama salah satu anak dan cucunya dilingkungan kami tinggal, menasehati ibu-ibu bingung ini, “anak-anak seusia itu sedang menjadi seorang raja yang semua kehendaknya harus diturutkan, tetapi tetap diarahkan dengan kasih sayang. Tidak bisa langsung dibilang tidak secara spontan, mereka malah akan semakin penasaran“.

Usia anak-anak juga masa-masa emas keceriaan mereka berkenalan dengan lingkungan, jangan sampai anak-anak kehilangan masa itu. Semoga negeriku menjadikan anak-anak raja-raja kehidupan sebagai prioritas utamanya.

Iklan

20 comments

  1. Aih…pastinya jadi ujian kesabaran bagi orang tua dan orang dewasa di sekeliling nya ya Mak.
    Emaaaak…Orin kangen..

    betul sekali,,
    peluk kangen juga buat neng Orin ^^.

  2. “anak-anak seusia itu sedang menjadi seorang raja yang semua kehendaknya harus diturutkan, tetapi tetap diarahkan dengan kasih sayang. Tidak bisa langsung dibilang tidak secara spontan, mereka malah akan semakin penasaran“.
    Saya bungkus kalimat sakti ini bu.. 😀

    Simpan baik2 ya Mab ^^.

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.