Mau Jadi Ironman


Ironman

Junior  sewaktu masih di play group bu gurunya laporan, “mama, anak-anak lain cita-citanya kalau sudah besar mau jadi dokter, insinyur, guru, perawat, eh dia malah cita-citanya mau jadi pembawa mobil balap, mungkin maksudnya jadi pembalap, ya ma”.

Si ibu guru cuma bisa senyum-senyum. “Di Amin kan aja buk”, jawab si mama.

Semua cita-cita akan tercapai kalau ditekuni dengan serius termasuk belajar. Ini lagi dipengaruhi CARS.

Sebelumnya sempat bercita-cita jadi pembuat roket biar bisa ke luar angkasa dan bisa lihat petir dari atas.  Ini juga dipengaruhi oleh film anak-anak Little Einsteins di Playhouse Disney channel.

Di TKA dan TKB cita-citanya kalau ditanya udah berubah lagi menjadi pemain sepak bola.

Sekarang diusia 6th dan kemaren sebelum tidur cerita-cerita ngalor ngidul. Ngebahas les yang maunya banyak, tapi cuma diawalnya doang yang semangat.

Dia ngomong, “mam tolong smskan Toni dong, bilangin aku minta dibuatkan baju ironman satu”.

Si mama cuma bisa jawab, “bukannya di cartoonnya, si Toni ironman buat baju untuk dirinya sendiri, karena dia pintar disekolahnya”.

“Iya sih mam, aku juga mau jadi ironman nih biar bisa nembakin orang jahat”.

“Lho kok jadi ironman malah nembakin orang”??.

“Bukan ma, orang jahatnya kan gangguin orang-orang yang lemah”.

Cita-cita mau jadi Iron Man ini lumayan lama bertahannya. Silih berganti mau menjadi  super hero yang lainnya.

Si mama cuma bisa ngasih wejangan: “ironman itu pahlawan dan bikin senang orang yang dibantunya yaa,, nah,, kalau mau jadi pahlawan. Kamu ga harus nunggu punya baju ironman dulu. Bisa dimulai dengan belajar serius disekolah, guru kerjasama sama muridnya jadi senang. Bantuin teman yang lagi digangguin teman lainnya. Bantuin mama rapiin mainan kembali setelah diberantakin, itu  udah melakukan kegiatan pahlawan untuk diri, dan lingkungannya, lho”.

Hmmm betapa media dan penyampaian visual sangat cepat masuk ke memory anak-anak. Menurut teman-teman gimana cara menyikapinya yaa..?

Iklan