Jadilah Seperti Buah Durian


Sempat jalan-jalan ke Taman Buah Mekar Sari di daerah Cibinong Kabupaten Bogor. Ini sudah kunjungan yang ke sekian kali, tetapi baru sekarang matanya tertarik ke sebuah tulisan yang ditulis di sebuah papan dan di gantung di area antrian pengunjungΒ  naik kereta sebagai sarana untuk mengelilingi dan melihat keindahan Taman Buah tersebut.

Pepatah atau peribahasa tersebut lebih kurang dituliskan seperti berikut:

Jadilah seperti buah Durian, Jangan seperti buah Kedondong.

Durian walaupun kulitnya penuh duri, daging buah didalamnya, bentuk dan rasanya menarik, manis dan lezat. Kedondong walaupun bentuk luarnya mulus dan bewarna hijau cerah yang menarik, tetapi “bijinya” berduri dan rasanya asam.

Sebagai manusia kalau kita bersikap seperti buah kedondong akan sangat menipu. Tampilan luar yang kita tampakkan sebagai seorang yang sangat santun, tetapi “hati”Β  yang merupakan jiwa dari manusia penuh dengan kebencian dan kedengkian.

Hati” yang penuh duri tidak akan punya rasa empati terhadap sesama, lingkungan, dimanapun dia berada. Melihat orang lain dalam kesusahan dia justru merasa senang. Sebaliknya tidak akan sungkan sebagai penyebab penderitaan dan ketidak adilan bagi orang lain karena dia berpikir inilah “kehidupan”.

Dan kalau sebagai pemimpin tidak akan memikirkan kemakmuran rakyat tetapi lebih ke penyelamatan golongannya aja.

Sebagai sesama kita juga jangan terlalu cepat memberikan penilaian dengan melihat tampilan luar atau cover yang membungkusnya, dari kacamata kita jelek, tidak menarik, berduri belum tentu juga isi di dalamnya seburuk yang kita kira. Cobalah mengenali lebih dekat segala sesuatunya sebelum memberikan penilaian, biar hasilnya fair.

Maka, sebagai pribadi, Jadilah seperti buah durian.

Iklan