Di banyak rumah ada satu dua perabot yang nilainya bukan dari harga: meja kayu dari orang tua, lemari jati yang sudah ikut pindah tiga kali, atau kursi yang catnya sudah berlapis-lapis. Barang seperti ini biasanya dibersihkan rutin dan dipoles sesekali, tapi hampir tidak pernah dibalik dan diperiksa bagian bawahnya. Di situlah kerusakan paling sering dimulai.

Yang Terjadi di Bagian yang Tidak Terlihat
Rayap bekerja dari dalam ke luar. Mereka memakan bagian tengah kayu dan menyisakan lapisan tipis di permukaan supaya tetap terlindung dari udara kering. Hasilnya, permukaan perabot bisa tetap mengilap sementara kaki dan rangka dalamnya sudah berongga. Tanda paling mudah dikenali adalah bunyi kosong saat diketuk, permukaan yang melendut saat ditekan, dan serbuk halus seperti bubuk kayu di lantai bawahnya.
Posisi Perabot Ikut Menentukan
Lemari yang menempel rapat ke dinding, apalagi dinding yang berbatasan dengan kamar mandi atau taman, hampir tidak punya sirkulasi udara di belakangnya. Kelembapan terkumpul di celah itu dan membuat kayu jadi target yang lunak. Hal yang sama berlaku untuk perabot yang kakinya langsung menyentuh lantai keramik di atas tanah tanpa lapisan kedap.
Kalau Serangannya Sudah Masuk Bangunan
Mengganti satu perabot tidak menyelesaikan apa pun kalau sumbernya ada di tanah di bawah rumah. Koloni rayap tanah bersarang di bawah permukaan, dan selama sarang itu utuh mereka akan mencari kayu lain. Penanganan yang masuk akal adalah memberi perlakuan pada tanah di sekeliling dan di bawah bangunan: injeksi pada titik tertentu, pipanisasi untuk perlindungan jangka panjang, atau spraying pada kayu yang terbuka.
Untuk memastikan kondisi sebenarnya, jasa pembasmi rayap biasanya mengirim teknisi lebih dulu untuk mengonfirmasi ada tidaknya rayap, memetakan titik serangan, dan mengukur luas area sebelum menentukan perlakuan. Jadi keputusan tidak diambil dari dugaan.

Perawatan yang Sebaiknya Jadi Rutin
Geser perabot besar beberapa bulan sekali, beri jarak satu dua sentimeter dari dinding, jangan simpan kain lembap di dalam lemari, dan segera perbaiki rembesan di dinding yang berdekatan. Perabot warisan bertahan lebih lama karena diperiksa, bukan karena dipoles.
So, selalu ada jalan keluar agar bangunan dan perabotan berbahan kayu aman dari rayap, sehingga perabotan warisan bernilai kenangan perjalanan hidup generasi ke generasi peninggalan orangtua dari leluhur akan tetap awet terawat, serta sangat memungkinkan untuk diwariskan ke generasi selanjutnya.
Memiliki hunian atau menempati rumah dengan perabot antik yang aestetik serta terawat merupakan sebuah privilege, makanya kudu meluangkan waktu untuk melakukan pengecekan rutin.
Semangat melakukan perawatan hunian, sebagai bentuk syukur terhadap salah satu nikmat rezeki berupa tempat tinggal yang sudah dimiliki ya, Temans.
Salam jejak #Homey dari mata, rasa dan pikiran YSalma.
