3 Cara Sehat untuk Mengurangi Risiko Demensia sebelum Waktunya


Demensia merupakan gambaran dari kondisi penurunan fungsi otak, seperti hilangnya memori (daya ingat) dan kemampuan menilai (cara berpikir). Kalau penurunan fungsi otak dialami oleh mereka dengan usia tua, maka hal itu dianggap sebagai sebuah kewajaran. Akan tetapi jika sel otak memburuk sebelum waktunya, akan dapat menyebabkan masalah kemampuan sosial. Oleh karena itu, lebih baik mencari informasi cara sehat untuk mengurangi risikonya, ye kaan.

cara atau tips sehat mengurangi risiko demensia

Saya termasuk yang berusaha menjauhi faktor pemicunya, sebab sempat dibilang oleh ‘tenaga medis’ bahwa menurut ‘pengamatannya’, jika kondisi emosi saya masih seperti saat diperiksa itu, nanti saya bisa saja menderita penyakit alzheimer. Alzheimer adalah salah satu jenis penyakit demensia. Serem benget mendengarnya saat usia masih sekitar 30-an kala itu, hiks.

Dulu itu saya termasuk yang semuanya dipikirkan. Udah terjadi, juga masih kepikiran terus. Biasanya melalui pembenaran ‘coba kalau begini atau begitu, nggak mungkin gini jadinya’. Apa atau bagaimana persepsi orang lain juga diambil hati. Padahal, orang lain yang men-judge boro-boro mikiran efeknya pada kita. Rugi banget yaa kita.

Setelah mendengar diagnosa yang membuat syok itu, dan kebetulan saya harus pindah dari lingkungan sebelumnya. Saya pun mulai mengatur mindset agar tubuh saya nggak semakin ringkih. Semua persepsi orang lain, itu urusan mereka dengan pikirannya. Bukan tanggungjawab saya, selagi saya berada dijalur yang tak bertentangan dengan nilai yang diyakini.

Yang paling mengenal siapa dan bagaimana kita ya diri sendiri. Anak dan orangtua, suami istri aja bisa berbeda persepsi, apalagi yang hanya saling mengenal sepintas doang. Hidup jangan dibuat ribet, berujung penyakit hati dan fisik pula? Makasih. Mari jalani hidup dengan selalu berprasangka positif. Badan dan pikiran sehat maka tampilan pun terlihat awet muda, wkwkwk.

Cara Mengatasi Risiko Gejala Demensia

Gejala Demensia berkembang ketika ada begitu banyak faktor risiko penyakit, sehingga mereka menguasai kemampuan otak untuk mempertahankan dan memperbaiki dirinya sendiri. Jika terus menerus dibiarkan dalam kondisi seperti tersebut, maka kondisi sel otak akan semakin memburuk dan mati sebelum waktunya.

Meskipun ada beberapa faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, seperti usia dan genetika. Tetapi ada cara mengurangi efek dari faktor risiko yang dapat dikendalikan.

Bagaimanapun, otak adalah salah satu organ tubuh yang paling vital. Ia berperan penting dalam setiap tindakan dan pikiran. Meskipun kita tidak dapat melihatnya, otak sangat perlu dirawat dan dilatih secara teratur seperti halnya bagian tubuh lainnya.

Perawatan dari luar secara rutin melalui kebiasaan hidup sehari-hari yang dijalani. Hal ini termasuk cara penting untuk Mengurangi Risiko Demensia, diantaranya:

Aktif Secara Fisik

Orang yang berolahraga secara teratur lebih kecil kemungkinannya untuk terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes serta semua risiko yang terkait dengan demensia. Aktivitas fisik juga memompa darah ke otak, yang memberi nutrisi pada sel-sel.

Dengan cukupnya nutrisi dan asupan oksigen, akan dapat mendorong perkembangan sel-sel baru. Selain itu, olahraga teratur membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood positif. Menjadi aktif secara fisik dapat mengurangi faktor risiko demensia seperti: Depresi, Diabetes, Tekanan darah tinggi, Kolesterol Tinggi, Obesitas dan kurang aktivitas fisik

Aktiflah Secara Sosial

Terhubung secara sosial akan bisa membantu, bukan hubungan sosial yang terlihat akur dan akrab tapi ternyata zonk. Tapi sebuah hubungan sosial yang selalu dipenuhi pemahaman positif. Saling menghargai batasan individu dengan prinsip bahwa masing-masing orang punya alasan sendiri yang tidak harus dijelaskan.

Penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi secara teratur dengan orang lain dapat membantu mengurangi risiko terkena demensia. Memiliki kehidupan sosial aktif dapat mengurangi stres, mencerahkan suasana hati, dan menjaga hubungan tetap kuat.

Tips untuk Menjadi Aktif Secara Sosial

  • Manfaatkan dengan maksimal kesempatan harian saat bersosialisasi.

Tips bersosialisasi tidak melulu harus curhat dengan sosok tertentu yang disebut dengan bestie. Cukup mengobrol dengan orang-orang yang dijumpai, seperti sopir taksi, panjaga toko, kang atau mamang sayur.

Atau, sayhey‘ sambil tersenyum saat berpapasan pada seseorang yang berada di lingkungan yang sama, tempat tinggal atau sama tempat kerja. Atau hanya sekedar mengangguk pada mereka yang sedang rehat di pinggir jalan yang dilalui. Sebuah tips sehat yang dapat dilakukan tanpa acara khusus.

  • Latih tindakan kebaikan secara acak

Termasuk tindakan yang nampaknya kecil, tapi efeknya sangat baik. Seperti tersenyum pada pada orang lain yang lewat, ini seperti investasi kecil dan mudah untuk kebahagiaan dan kesehatan diri sendiri. Seperti diketahui, senyum itu menular, maka tersenyum kecil itu tidak hanya akan mencerahkan hari orang lain, tetapi juga hari Anda!

Bisa juga tersenyum saat melihat bunga liar mekar, langit yang membiru, udara yang berhembus sejuk. Tapi jangan senyum-senyum sendiri dalam rentang waktu lama.

  • Temukan waktu untuk menjadi sukarelawan

Baik itu berpartisipasi dalam klub layanan atau bergabung dengan grup hobi, yang membuat diri bermanfaat, bukan karena ingin dipuji orang lain. Saat dilakukan sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan diri, maka akan menemukan bahwa ada banyak manfaat sehat saat menjadi sukarelawan.

Kegiatan yang sejatinya dapat membangun harga diri dan kepercayaan diri, serta memperluas jaringan dukungan sosial dengan minat yang sama. Jika sefrekuensi semua, maka akan merasa seperti menemukan keluarga baru.

Bagaimana Tips atau Cara Sehat Mengurangi Risiko Demensia?

#1. Tantang Otak untuk Aktif

Sama seperti aktivitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tubuh agar berfungsi baik, penelitian menunjukkan bahwa melatih otak dapat membantu mengurangi risiko demensia.

Diantaranya dengan mendekati rutinitas sehari-hari dengan cara baru. Kegiatan yang dapat melibatkan emosi baru atau yang jarang digunakan. Tujuannya adalah memberi otak pengalaman baru. Misalnya bermain game asah otak untuk melatih daya ingat. Nggak perlu lama-lama tapi kegiatannya dapat dilakukan sebagai latihan setiap hari.

#2. Ikuti Diet Sehat

Kita tahu bahwa makan sehat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Karena kondisi ini merupakan faktor risiko demensia. Kita juga dapat mengatakan bahwa manfaat lain dari diet yang baik adalah kesehatan otak yang baik. Perut yang kelaparan, mengonsumsi nutrisi yang kurang tepat, sangat berpengaruh pada respon otak.

Kiat diet sehat yang paling mudah diikuti yaitu makan secukupnya, yang diperlukan tubuh. Seimbang antara makanan yang masuk dengan energi yang digunakan tubuh.

Pilihan makanan yang sehat tidak hanya meningkatkan kesehatan secara umum, dalam jangka panjang makanan bergizi membantu menjaga fungsi otak dan melawan penurunan kognitif.

#3. Kelola Stres

Mengalami stres adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi jika terus berlanjut dari waktu ke waktu, hal itu dapat menyebabkan perubahan vaskular (perubahan pada pembuluh arteri, vena, dan juga limfe) yang tersebar ke seluruh bagian tubuh dan ketidakseimbangan kimiawi yang merusak otak dan sel-sel lain di tubuh.

Makanya, dengan mengelola atau menurunkan stres, akan dapat meningkatkan kesehatan otak dan mengurangi risiko demensia. Apalagi kalau pemicu stres hanya karena nggak enak sama orang lain. Capek iya, mengundang penyakit juga iya. Mari mulai mengelola stres, buat diri bahagia.

Itulah sedikit ulasan tentang cara sehat untuk mengurangi risiko demensia yang mungkin mengintai kita di kejauhan. Semoga bermanfaat ❤ .

Ssttt, bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang paling tepat untuk mempraktikkan cara hidup sehat. Bulan berikutnya tinggal melanjutkan semua kebiasaan baik tersebut.

Salam jejak #kesehatan dari mata, rasa dan pikiran YSalma.

19 comments

  1. Ya ampuuuun bener banget, banyak hal gak penting yg kita pikirin banget, bisa jadi penyakit. Kadang memang susah untuk gak mikirin omongan orang lain ttg kita. Harus bener2 berubah, nih, demi kesehatan diri sendiri.

    Suka

  2. Nice info nih Mbak. Ternyata bisa diminimalisir ya faktor risikonya. Serem juga penyakit satu ini. Semoga kita tidak mengalaminya. Aku sering lihat di drakor yang mengalami kaya gini.

    Suka

  3. saya pernah baca, salah satunya untuk menghindari demensia ini dekat dengan Alqur’an (jika kita muslim) atau banyak membaca. Tapi memang nggak boleh stress sih ya, plus pola hidup sehat.

    Suka

    • Iya mba, saya juga pernah dan melihat orang tua yang sudah sepuh banget tapi daya ingatnya masih bagus krn panca indra terbiasa mendengar Al-Qur’an yang dibaca.

      Suka

  4. heem ya mba, jaman sekarang tuh makin ada ada aja penyakitnya dan percepatan sakit jg, emang harus terus jaga pola hidup sehat juga jangan kebanyakan istirahat otak 😦

    Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.