Dendeng Batokok Cabe Hijau, Alternatif Lauk Menu Ramadhan


Resep Dendeng Batokok Lado Hijau_YSalma

Menu harian selama Ramadhon 1440 H bagi emak-emak, bunda ataupun ummi sepertinya sudah bersileweran di WA group dari jauh-jauh hari. Ga ada alasan kehabisan ide menyiapkan menu untuk keluarga. Menu Ramadhon itu ga ribet, secara segelas air putih dan tiga butir kurma sudah mencukupi ketika berbuka.

Akan tetapi, tak ada salahnya juga menunjukkan bentuk kebahagian dalam menyambut tamu mulia ini dengan mempersiapkan semua keperluan sebaik-baiknya. Termasuk tradisi masak-memasak.

Nah, menurut YSalma, dendeng batokok lado hijau ataupun cabe merah ini bisa menjadi menu alternatif kesukaan, selain rendang yang beragam ketika menjamu bulan suci Ramadhon.

Alasan Menjadikan Dendeng Batokok Menjadi Salah Satu Lauk Pilihan pada Bulan Ramadhon

Bisa dipersiapkan jauh-jauh hari, kemudian disimpan di lemari pendingin. Ketika diperlukan tinggal digoreng dan dibalado / dicabein sesuai kebutuhan.

Rasanya tetap menggugah selera makan setelah diberi cabe, walau sebelumnya disimpan dalam lemari pendingin. Proses penyimpanan hanya sampai proses ungkep.

Tetap bisa tahan lama jika setelah digoreng kering.

Lupa Resep dan Takaran, Sepertinya ‘Penyakit’ Memasak yang Susah Hilang 😳

Ini mungkin hanya berlaku bagi saya pribadi :mrgreen:
Entah apa yang salah dengan kepala saya untuk urusan mengingat takaran bumbu dan resep lengkap sebuah masakan.

Mungkin karena saya ga begitu yakin dengan kemampuan saya menakar bumbu 😳 . Itu juga sebabnya saya selalu salut pada seorang chef.

Pernah beberapa waktu lalu saya berturut-turut selama beberapa hari membuat bumbu rujak buah. Namun, setiap membuatnya saya selalu sembari melihat contekan. Nak bujang yang sempat memperhatikan sampai heran, “dari kemaren-kemaren setiap hari membuat bumbu ini, memangnya ga ingat juga, Mam?”

Emaknya tentu saja mendelik, “kepala mama ingatnya rasa makanannya, bukan takaran bumbunya πŸ˜› “.

Anaknya hanya nyengir geleng-geleng, “faktor U itu, mam”.

Kasus yang sama juga terulang dengan resep dendeng batokok yang sebelumnya saya dapat dari si adek. Padahal, saya sudah sangat sering membuatnya.

Tadi pagi, begitu saya membuka coretan-coretan dibuku tempat menuliskan resep rahasia dapur yang aur-auran. Jidat saya mengernyit, ” kenapa bumbu dendeng ga ada bawang merahnya? Apa saya lupa menuliskannya? Kenapa pula ga ada coretan perbaikannya juga? Kan saya sudah sering membuatnya? Apa saya sering menggunakan bumbu suka-suka? “.

Karena kali ini untuk menu bekal persiapan sahur hari pertama Ramadhon, saya ga mau ambil resiko. Saya WA si adek menanyakan resep dendeng batokoknya. Si adek langsung menelpon saya sembari ngakak. Coretan catatan bumbunya tidak salah, tapi ada kelirunya juga.

Mumpung sekarang masih ingat, makanya catatan resep dendeng batokok lado hijaunya diposting di blog sebagai contekan memasak berikutnya 😳 .

Cara Membuat Dendeng Batokok_YSalma

Resep dan Bumbu Dendeng Batokok Yang Kata Orang Rumah, Rasanya Mantap

Bahan

1 kg Daging sapi tanpa lemak. Iris agak tipis. Ukuran sesuai selera. Jangan terlalu kecil, karena setelah dibumbuin dan airnya dikeringkan ukurannya akan mengkerut/mengecil.

Bumbu Halus

  • Jahe, 3 ruas jari.
  • Bawang Putih, 9 siung.
  • Ketumbar, 1/2 sdt.
  • Lengkuas, 1/2 ruas jari.
  • Pala, sejumput.
  • Cengkeh, 1 butir.
  • Bunga Lawang / Buah Pekak, 1 keping.
  • Asam Jawa, 1 mata dilumerkan dengan air 2 sdm.
  • Garam, 1,5 sdt.

Bahan Tambahan Saat Perebusan Daging / Pengeringan Air / Proses Mengungkep.

  • Daun Jeruk, 3 lembar.
  • Serai, 1 batang, keprek.
  • Daun Salam, 1 lembar.
  • Air kelapa dari 1 kelapa. (Boleh di-skip)

Bahan Sambal

  • Cabe hijau keriting / merah keriting, sesuai kebutuhan (meΒ : 30 buah untuk sepiring kecil dendeng).
  • Bawang merah, 9 siung.
  • Seiris Lemon / Jeruk Nipis, ambil airnya.
  • Garam secukupnya.
  • Tomat sedang, 1 buah, rajang kecil-kecil. (Boleh hanya air jeruk nipis/lemon aja yang porsinya agak ditambahin. Saya menggunakan tomat karena untuk selera anak, dia kurang begitu suka rasa asam dari lemon atau jeruk nipis saja. Katanya terlalu tajam asamnya).
  • Minyak untuk menggoreng.

Cara Mengolah Dendeng Batokok Lamak

  • Cuci bersih daging, tiriskan.
  • Ulek atau blender semua bumbu halus kecuali asam jawa dan garam.
  • Asam jawa yang sudah dilumerkan dengan air campurkan pada daging.
  • Tambahkan bumbu halus dan garam. Lumuri daging hingga rata. Tambahkan serei, daun jeruk dan daun salam.
  • Diamkan daging yang sudah berbumbu itu lebih kurang selama 30 menit.
  • Rebus / ungkep daging berbumbu yang sudah didiamkan itu dengan air kelapa hingga airnya kering. Mulai dari api sedang hingga kecil. Sesuaikan dengan air yang masih ada pada daging. Jika tidak menggunaka air kelapa, proses ungkep hanya untuk mengeringkan air dari daging, cukup dengan api kecil.
  • Jika air daging sudah kering, matikan api kompor.
  • Ambil daging yang sudah diungkep secukupnya, tokok/ pukul-pukul satu persatu dengan ulekan hingga serat dagingnya terlihat.
  • Panaskan Minyak. Goreng daging yang sudah ditokok hingga berwarna agak coklat tua (basah), atau kering (jangan sampai gosong). Sisihkan.
  • Siapkan bahan sambal/balado dengan mengulek kasar cabe hijau keriting, bawang merah, garam dan perasan air lemon/jeruk nipis secara bersamaan (sekaligus). Sebaiknya setelah selesai diulek, cabenya langsung digoreng.
  • Minyak bekas menggoreng daging disaring dulu, agar sisa bumbu yang tertinggal tidak menghitam.
  • Masukkan tomat yang sudah dirajang kecil. Setelah layu, masukkan cabe yang sudah diulek. Masak hingga matang. Koreksi rasa. Matikan kompor.
  • Setelah cabe dingin, masukkan daging dendeng yang sudah digoreng sebelumnya.
  • Dendeng batokok lado hijau (sambal ijo) siap sebagai lauk untuk berbuka ataupun sahur, tentunya dengan ditemani sayuran hijau.

Dendeng Batokok Sambal Ijo_YSalma

Kesimpulan.

Sisa daging yang sudah diungkep, apabila sudah dingin bisa dimasukkan ke dalam wadah tertutup, kemudian simpan di dalam lemari pendingin.

Daging dendeng yang disimpan pada lemari pendingin jika diperlukan, tinggal ditokok, kemudian digoreng dan baladoin. Dendeng batokok ini bisa digoreng basah ataupun kering.

Hati-hati, jika ukuran dendengnya bisa sekali masuk mulut, bakal ga berasa habisnya, karena dicemal cemil saat lewat meja makan sembari membuka tudung saji. Wangi dari aroma dendengnya bisa menggoda πŸ˜† .

Menu lauk untuk berbuka puasa ataupun sahur itu bukan masalah ragamnya, yang penting memenuhi kebutuhan asupan tubuh, bukan sebatas hanya untuk memuaskan selera 😳 .

***

Selamat menunaikan ibadah puasa 1440 H/2019 bagi yang menjalankan. Mohon ma’af untuk semua yang kurang berkenan.
Marhaban ya Ramadhon. Semoga Ramadhon tahun ini jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Aamiin.
Inshaa Allah.

Iklan

11 comments

  1. mak, kok sama sih…
    aku pun sudah suka lupa bumbu, apalagi lebih parah masaknya cuma sesekali aja..
    nah ini ada tips nyimpannya juga, bisa masak agak banyakan dan tinggal sreng2 kalau pas malas masak he.. he..

Tinggalkan Balasan ke Monda Siregar Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.