Mudahnya Bagi Pemula untuk Praktek Membuat Kue Nastar Lembut & Lumer dengan Oven Tangkring


Mudahnya Membuat Nastar Lumer_YSalma

Pikiran pemula yang baru melirik dan ingin mencoba membuat kue kering sendiri di rumah, yang mana hingga saat ini belum juga berniat membeli mixer dan oven listrik, menurutnya membuat kue nastar itu sangatlah ribet. Karena, harus menunggu musim nanas dulu untuk selai isiannya. Ternyata, pendapat seperti itu salah.

Ga taunya, semua mudah. Bahan yang diperlukan sudah tersedia lengkap di toko penjual bahan-bahan kue. Tinggal beli 😳 . Jika ada selai nanas untuk roti tawar, tentu ada juga untuk isian kue kering. *Makanya, Mak. Jadi orang jangan pemalas !*

Nastar, Kue Kering Favorit Sepanjang Waktu

Kue satu ini tidak pernah absen ketika lebaran tiba di rumah keluarga kecil saya. Bukan hanya untuk suguhan tamu. Tamu mungkin sudah bosan dengan suguhan kue kering ini. Tapi, lebih untuk para lelaki saya yang pada doyan ngemil :mrgreen: .

Dari dulu, saya juga sangat menyukai kue ini.

Akan tetapi, ibu saya belum pernah membuatnya. Sebab, di desa asal saya, selai apapun harus diolah sendiri. Sementara, desanya termasuk daerah yang jarang menemukan nanas matang. Yang punya tanaman nanas, buahnya berupa putik aja udah ada yang nandein. Mau dibeli ketika sudah agak besar dikit, tapi gak sampai matang. Nanas muda itu digunakan untuk campuran sayur gulai udang 😆 .

Akibatnya, saya tidak pernah mempunyai pengalaman menjadi asisten ibu untuk membantu membuat kue kering yang satu ini.

Oleh karena itu, saya jadi terbiasa membeli kue nastar ini pada hari-hari spesial seperti lebaran *kue lainnya juga hasil dibeli :mrgreen: *. Atau, disaat teman-teman yang rajin membuat kue ‘menggelar’ lapak dagangannya. Saya selalu gagal untuk tutup mata agar tak membeli.

Lidah Kepentok Rasa, Pemula Pun Nekat Praktek Membuat Nastar.

Dulu, saya punya tempat membeli kue kering langganan. Rasanya lumayan. Kalau menurut istilah saya, sesuai amal dan perbuatan. Atau, ada harga, ada rupa dan rasa. Rasanya boleh, tak mengecewakan.

Bahkan, walau pun beberapa tahun lalu, saya dan seorang teman yang juga pemalas memasak, sempat diundang oleh seorang teman yang hobi masak dan mempunyai peralatan membuat kue, dan roti yang lengkap, “woi, kalian yang udah tak lagi muda. Ga pernahkah berniat untuk belajar membuat kue sendiri di rumah?”

“Niat sih ada. Tapi kami ga punya peralatannya. Malas beli, ga ada tempat buat narohnya. Jarang dipake, menuh-menuhin ruangan. Mending kuenya pesan aja sama, lu 😆 “.

“Gua udah ga sempat lagi buatin pesanan. Kalian harus belajar!”.

Ho ho. Kami janjian. Datanglah saya dan teman ke rumah sahabat itu.

Bahan sudah disediakan semua. Takarannya juga sudah lengkap. Tinggal mencampur menjadi adonan. Membantu mencetak dan membulatkan. Gampang. Rasanya tentu juga sangat enak.

Kami hanya mengganti modal pembeli bahan kue.

Pada dasarnya saya dan teman bukannya tidak bisa memasak, tapi hanya malas 😀 .

Kami berdua pun dengan semangat mencatat resep dan cara membuat beberapa kue kering yang dipraktekkan saat itu.

Nastar Lembut Renyah dan Lumer_YSalma

Sesampai di rumah, para lelaki yang mencicipi beberapa kue kering hasil praktek itu, melontarkan pujian.

Akan tetapi, karena belum niat, catatan resepnya ga tau kececer entah dimana 😥 .

Nah, setelah itu, saya sempat membeli oven tangkringan murah meriah. Ovennya hanya tergeletak dan berdebu di salah satu pojokan.

Saya masih lebih memilih membeli kue kering jadi.

Beberapa waktu belakangan ini, lidah orang-orang di rumah lebih sering kecewa oleh penganan dan kue yang dibeli.

Mau tak mau, saya mulai membuat penganan sendiri, yang dikukus aja. Seperti, brownies kukus lembut yang membuat lidah ga berhenti mengunyahnya.

Para lelaki itu pun tersenyum bahagia.
Melihat itu, yang membuat pun hilang penatnya.

Etapi, kemudian mereka juga protes, “kuenya jangan yang dikukus mulu dong, Mam.”

Saya mulai melirik oven dua rak, tanpa loyang, harga murah meriah yang tak pernah disentuh itu, “kira-kira, ini oven jika ditaroh di atas kompor, bisa mematangkan kue secara merata ga ya?”

Saya bertekad mencoba si oven sebelum bulan Ramadhan 2019 ini tiba. Siapa tahu bisa dimanfaatkan untuk membuat kue kering.

Emak-emak lagi rajin. Ia mulai membeli loyang. Incerannya kue yang dibuat tanpa harus menggunakan mixer listrik 😆

Dengan oven tangkringan yang sudah lama ada itu, saya sempat beberapakali membuat brownies, bolu jadul, dan bolu tape. Semua praktek kue itu belum sempat dicatatkan di blog ini. Tentunya untuk contekan selanjutnya 😳 .

Nah, saat membeli bahan-bahan kue untuk praktek itulah, mata saya melihat ada isian nastar yang sudah siap pakai.

“Wuih, takaran pengapian oven sudah dikenali. Boleh praktek membuat kue nastar inih ❤ “.

Resep Nastar Lembut dan Lumer di Lidah. Cukup dengan Oven Tangkringan dan Pengocok Telur Manual

Setelah bertanya sana-sini tentang resep dan cara membuat kue nastar yang enak. Dengan pedenya YSalma menentukan salah satu resep yang diyakini cocok bagi pemula tanpa pendampingan seorang mentor.

Karena yang doyan kue mau keluar rumah, dengan senang hati mereka menerima sodoran catatan bahan-bahan kue yang kurang dan harus dibeli.

Ketika mereka kembali, saya sempat agak bingung melihat apa yang mereka beli. Ketika ditanya, mereka ga tahu bahan-bahannya. Karena, saat membeli, mereka hanya ngasihin catatannya, dicariin. Setelah dihitung, tinggal bayar :mrgreen: .

Selai nanas yang dibeli tidak seperti yang saya lihat sebelumnya.

Hhmmm, mudahan hanya beda kemasan.

Setelah adonan jadi, saya masih tersenyum.Adonannya sangat mulus ketika dibulatkan sebelum diberi isian selai nanas.

Dahi saya mulai mengernyit ketika adonan diberi isian selai nanas. Adonannya susah dibulatkan, alias kurang mulus.

Akhirnya, saya tes memanggang beberapa bulatan yang sudah diberi isian selai. Ukurannya beragam, ada yang seruas ibu jari, sebesar kelereng dan seruas telunjuk.

Yang bulatan nastar ukuran seruas ibu jari, jadi melar gede banget 😆 . Bulatan pasnya seukuran kelereng.

Rasa nastarnya, sangat okeh menurut nak bujang yang ga berhenti nyobain yang udah matang itu. Bahkan, saya sempat mengingatkan agar nastarnya disisain dulu buat difoto 😳 .

Melihat nak bujang begitu lahap mencoba nastar buatan emaknya, saya jadi semangat melanjutkan membulatkan dan memberi isian. Walaupun bulatan nastarnya tidak begitu mulus.

Saat meng-oven loyang terakhir, adek saya menelpon. Saya pun cerita lagi nyobain praktek membuat nastar.

Si adek yang terbiasa membuat kue, antusias mendengar keluh kesah saya tentang bulatan nastar yang kurang mulus setelah diberi isian selai nanas.

Adek saya langsung berkomentar, “selai nanasnya agak berair ya? Itu penyebabnya susah dibulatkan. Selainya harus agak kering. Sebagai pemula, kue matang yang ludes, tandanya sudah berhasil membuat kue nastar ituh”.

Resep dan Cara Membuat Nastar Lumer_YSalma
Sisaan nastar yang sempat difoto 😳 .

Yups!
Saya barus ingat. Waktu beberapa tahun lalu praktek membuat nastar dengan teman, selai nanas yang dipergunakan memang lebih kering dibandingkan yang sekarang saya pakai.

Artinya, secara keseluruhan, resep kue nastar ini, rasanya memang lumer di mulut. Jempol deh.

Bahan Adonan Nastar Lumer :

Tepung terigu, 250 gr
Tepung Maizena, 150 gr.
Susu bubuk, 100 gr.
Butter, 150 gr.
Margarin, 100 gr.
Gula halus, 90 gr.
Vanila bubuk, 2 gr (sebungkus kecil).
Kuning telur, 3 butir.

Bahan Olesan : (Aduk hingga tercampur rata).

Kuning telur, 2 butir.
Minyak sayur, 1 sdm.
SKM putih, 1/2 sth.

Bahan Isian :

Selai Nanas, 1/4 kg.

Cara Membuat Nastar Lumer

  • Panaskan oven tangkringan di atas kompor dengan api kecil.
  • Campur rata tepung terigu, tepung meizena, dan susu bubuk. Sisihkan.
  • Kocok butter, margarin, gula halus, dan vanila hingga tercampur rata dengan pengocok manual.
  • Masukkan kuning telur satu persatu, kocok/aduk rata biasa.
  • Masukkan campuran tepung terigu, tepung meizena dan susu bubuk secara bertahap, sembari diaduk dengan spatula.
  • Setelah semua tercampur, adonan nastar pun siap untuk digunakan.
  • Ambil adonan secukupnya, jangan terlalu besar, sebab ketika dipanggang akan sedikit melar. Pipihkan adonan, isi dengan selai nanas, tutup, kemudian bulatkan. Taroh di loyang dengan agak berjarak.
  • Setelah satu loyang penuh, oven hingga matang dan harum. Lebih kurang sekitar 20 menit. (Jika mmenggunakan oven yang ada penanda suhu, ada disekitar 150 derajat celcius).
  • Keluarkan loyang dari oven. Biarkan dingin. Setelah itu baru beri olesan kuning telur semuanya. Olesan pertama, kedua dan ketiga. Bukan langsung tiga kali olesan satu kue ya. Satu olesan dulu selesai semua. Olesan kedua mulai lagi dari nastar pertama hingga seterusnya.
  • Setelah itu, oven lagi sekitar 5 menitan. Keluarkan.
  • Nastar diangkat dari loyang setelah benar-benar dingin.

Ssst,,, dalam waktu dekat, sepertinya saya akan praktek membuat nastar lagi ❤ ❤ ❤ .

Temans yang jago membuat kue, punya tips khususkah membuat kue nastar bagi pemula?

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan ke ysalma Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.