Merasa Senior di Pramuka Sekolah


Merasa Senior di Pramuka Sekolah. Ini catatan emak tentang anaknya, sebenarnya sudah cerita lama, tapi baru dituangakan hari ini. Biasa, emak sok sibuk dan penuh pertimbangan serta pemikiran matang *yang baca serempak mencibir πŸ˜€ *.

Jadi begini ceritanya *ga ada yang tanya*. Malam itu setelah Magrib, seperti biasa emak dan anak berbincang-bincang tentang kabar hari itu.

Tiba-tiba si junior ingat kalau dia belum bisa, belum pernah, belum diberi ijin dan belum mencoba menyalakan kompor sendiri. Walau sudah lumayan sering membuat nasi goreng, ceplok telur atau rebus mie sendiri. Tetapi kompornya selalu dibantu menyalakannya.

Supercamp Aku Datang!Kalau nanti ada acara kemah, seperti supercamp tahun kemaren, aku kan termasuk senior,Mam. Anak kelas 6 kan ga ada yang ikutan“.

Bagus dong, belajar memimpin grupnya nanti“.

Itu dia masalahnya, memasak walau rame-rame, tetapi yang nyalain kompor harus kakak kelas. Aku kan belum pernah sekalipun nyalain kompor di rumah“.

Kan tinggal minta tolong sama yang bisa atau sama Kakak Pembinanya

Idih, Mama. Kan memalukan tindakan seperti itu!

Jadi, mau belajar nyalain kompor? Syaratnya harus tetap hati-hati ya“.

Ok, tapi kira-kira aku bisa gak ya“.

Kalau belajar dan sering di praktekkan, ya pasti bisa“.

Akhirnya, malam itu, tanggal 20 Agustus 2014, junior berhasil dan sukses dengan berani menyalakan kompor sendiri πŸ™‚ .

Mulai hari itu juga, kalau lagi pengen ngetes ketrampilan menyalakan kompor, dia dengan penuh semangat ceplok telur sendiri, bikin orek telur, rebus mie sendiri ❀ .

Tugas emak untuk nyala menyalakan berkurang satu, tapi diganti dengan beresin dapur yang berantakan setelah si junior selesai dengan kegiatan masak-memasak ceplok, orek atau rebus mie itu.

Gak apalah, nanti harus belajar pelan-pelan untuk membereskan semua kehebohan di dapur itu *tapi kalau untuk satu ini, kayaknya perlu waktu*.

Lha, yang bapak-bapak aja kalau begadang nonton bola, kemudian kalau laper dan pengen rebus mie, jejak yang ditinggalkan di pagi hari, seperti telah terjadi pemaksaan terhadap wajan dan kawan-kawannya itu. Berantakan πŸ˜› .

Iklan