Harus Jatuh Cinta Terus


Harus Jatuh Cinta Terus pada setiap hal yang dilakukan sepertinya benar-benar memberikan energi tambahan luar biasa. Kita akan semangat terus menjalani semuanya. Tentunya juga dengan niat yang lurus dan kuat.

Tanpa itu semua, kita akan merasa jenuh, capek *padahal belum melakukan apapun* baru bangun tidur dan tau harus melakukan sesuatu yang tak di sukai apalagi di cintai, badan langsung pegel semua, ditambah umur *ini saya* yang tak lagi muda untuk bisa berkelit lincah.

Eh, jatuh cinta untuk kesekian kalinya, sensasi yang dibawanya ternyata beda ya. Apakah ini yang menyebabkan orang-orang selalu mencari cinta yang baru? Minimal mempunyai sosok baru atau sesuatu yang harus di cintai? Wahai para pecinta tolonglah jawab pertanyaan ini :mrgreen: .

Seperti halnya nge-blog, tidak terus menerus mempunyai ide ‘cemerlang’ terbaru dan segar yang bisa di catatkan. Jatuh cinta dan melihat tujuan awal nge-blog, sepertinya akan membantu.

Personal blog adalah tempat berbagi pemiliknya, tempat curhat, tempat mencatatkan semua hal yang menurutnya spesial, dokumentasi lain dari sebagian perjalanan hidup yang dilalui. Sangat banyak kejadian setiap hari yang patut untuk di tuliskan *kalau sempat tentunya 😉 *.

Blog itu bukan media online profesional yang memang bertugas menyampaikan semua berita terbaru. Blog mengabarkan semua kejadian baru yang membuka pikiran adminnya. Jadi wajar aja kalau ada yang suka, ada yang tidak. Menulis dan mencatatkan tetap jalan terus. Kalau kata Rini ‘Idol’, “Tetap Bahagia“.

Kita tidak bisa menyenangkan semua orang, tapi kita pasti bisa memberi kesenangan pada diri sendiri dan tidak mengganggu orang lain ❤ .

Memangnya admin blog ini lagi kekurangan ide?

Sepertinya iya 😆 . Sudah bersemedi dalam syahdunya suasana malam, di temani redupnya cahaya bulan sabit dan sedikit kerlip bintang di kejauhan. Si ide tak kunjung muncul. Sampai badan habis di cumbu sama nyamuk, hasilnya cuma bentol-bentol dan gatel.

Akhirnya terlintas sebuah pemikiran, “Aku harus jatuh cinta lagi kayaknya nih”. Setelah di periksa lagi oretan di buku, ternyata bukan idenya yang kurang, tapi rasa malas lah yang menjadi penyebabnya.

Menyingsingkan lengan baju, mengoleskan obat pegal ke jari-jari tangan. Mulai memencet huruf di keyboard sampai membetuk kata yang akhirnya menjadi kalimat.

***
Setelah sekian lama tak menulis langsung di dasbor blog, ternyata dapat sensasi awal-awal ngeblog dulu. Ketik langsung terbitkan 😀 .

Iklan