Gaya Bermain dan Permainan Anak Sekarang


Gaya Bermain dan Permainan Anak Sekarang berbeda dengan anak-anak jaman dulu. Ini dipengaruhi oleh lingkungan dan jenis permainan yang mereka mainkan.

Contoh perbedaan permainan yang sangat mencolok antara anak sekarang dan anak jaman dulu adalah :

  • Anak jaman dulu lebih banyak memainkan permainan berkelompok dan umumnya di lakukan di luar rumah, dihalaman atau dilapangan. Rata-rata mainan hasil rakitan beramai-ramai, seperti: mainan mobil-mobilan yang dibuat dari pelepah pisang, kayu atau kaleng bekas. Kalau musim layangan, harus bikin dulu, baru kemudian dimainkan ditanah lapang.
  • Anak jaman sekarang lebih banyak bermain di dalam ruangan, memainkan permainan yang sudah jadi, tinggal beli, yang banyak ragamnya, seperti main PS, game online atau game di gadget lain. Memainkan mobil-mobilan buatan pabrik yang menggunakan baterai dan remote control.
    Kalaupun sekali-sekali musim main layangan ditandai dengan banyaknya yang berjualan layangan. Anak-anak tinggal minta dibelikan sama orangtua. Mudah dan cepat.
Sekali-sekali main catur :)

Sekali-sekali main catur πŸ™‚

Tetapi semua kembali ke orangtua masing-masing anak. Kalau orangtuanya dulu adalah anak yang suka bermain dan mengenal banyak jenis permainan, sedikit banyak anak-anaknya akan diberi tau juga jenis permainan jadul itu, seperti main gundu, main gasing atau main congklak *orangtua kenalnya permainan itu :mrgreen: *. Orangtua akan bela-belain mencarikan alat permainan tersebut untuk diperkenalkan kepada anak-anaknya *sekalian bernostalgia, kayaknya πŸ˜› * .

Contoh permainan yang tak jauh berbeda antara anak jaman dulu dengan anak jaman sekarang, seperti main bola bagi anak laki-laki, main sepeda rame-rame di sore hari atau hari libur.

Perbedaannya paling pada perlengkapan yang digunakan saat bermain. Kalau dulu yang penting ada bola atau yang menyerupai bola dan aman untuk di oper-oper, permainan langsung dilaksanakan, mau nyeker, mau pakai celana tanpa kaos, permainan bola seru akan berlangsung.

Anak jaman sekarang kalau mau main bola di sore hari, umumnya sudah dengan kostum bola dari klub kesayangan masing-masing, lengkap dengan sepatu. Gaya berpenampilan boleh berbeda jauh, keseruan permainan itu tetap sama.

Anak-anak sekarang sudah terpapar oleh beragam informasi, mereka sedikit banyak tau, ‘lingkungan luar’ sekarang itu kadang tak ramah juga pada mereka. Ini juga akan mempengaruhi gaya bermain anak sekarang.

Gaya anak saya bermain dengan teman-teman sekolahnya yang rumahnya lumayan jauh. Mereka janjian di sekolah ntar sore mau main di rumah siapa. Kalau ngumpulnya di rumah temannya, jadilah emaknya tukang ojek mengantarkannya ke sana *alasannya malas gowes*.

Kalau ngumpulnya di rumah, jadilah emaknya tukang ojek menjemput antar temannya yang orangtuanya pada kerja *alasannya, ntar temannya ga dikasih izin kalau ga dijemput πŸ˜› *.

Permainan yang dimainkan? PS lagi!

Gaya bermainnya bagaimana?

Heboh, penuh semangat, teriak-teriak. Kalau ada yang ga kebagian main jadi supporter, belum dikasih main juga walau sebelumnya sudah dibuat kesepakatan bersama, mereka pada ngambek juga. Sebentar udah baikan lagi. Tapi kalau ada yang iseng menggoda dengan kata-kata,’gitu aja ngambek’. Ngambeknya agak lebih lamaan, tapi besok udah janjian buat main lagi.

Senang aja melihat anak-anak yang bermain, sedikit terjadi gesekan, nangis, ngambek, berbaikan lagi, tertawa bersama lagi. Itu hal biasa.

Berbeda jauh dengan kelakuan orang dewasa, apalagi kalau sudah jadi emak-emak atau bapak-bapak. Anaknya ribut ketika bermain, eh orangtuanya bisa ikutan saling berantem juga. Justru orangtua yang sangat mudah tersulut emosinya, kenapa ya? Apa stres dengan target hidup yang tinggi?

Padahal kan para orangtua itu pernah melewati masa-masa bermain sekaligus berantem dengan teman bermainnya ketika menjadi anak-anak dulu ❓ .

Selamat menjadi anak dan orangtua jaman sekarang πŸ™‚ .

Iklan