Memetik Semangat Dari Arena Balap MotoGP


Memetik Semangat Dari Arena Balap MotoGP San Marino Italia pada hari Minggu tanggal 14 September 2014 yang di siarkan langsung oleh televisi, di lihat berbeda oleh masing-masing penggemar acara balap motor tersebut.

Termasuk juga saya, yang suka nonton MotoGP dari jaman belum punya buntut, sampai sudah menjadi emak-emak. Bedanya, kalau dulu ikutan ‘panas dingin’ kalau jagoannya tertinggal di belakang, sekarang suka geleng-geleng melihat junior, yang tak konsisten mendukung salah satu pembalap. Pokoknya siapa yang memenangkan balapan, menurut dia itulah jagoan balap hari itu *iya juga sih* :mrgreen: .

MotoGP di sirkuit Misano semalam sangat banyak menyampaikan semangat pada penonton *menurut saya*.

Diawali dengan perkiraan para komentator kalau “Baby Alien” Marc Marques bisa memenangkan seri ini, dia akan menyamai rekor Michael “Mick” Doohan pada 1997 lalu, 12 kali kemenangan dalam satu musim.

Balap motor mulai disiarkan secara langsung, di awali dengan suguhan balapan yangΒ  membuat penonton di depan TV, di rumah saya, bersuara riuh rendah, heboh. Menyaksikan salib-saliban antara “The Doctor” Valentino Rossi dan Baby Alien Marc Marques. Ini baru balapan indah dan seru, tidak membuat ngantuk.

Begitu “Baby Alien” terjatuh, dan “The Doctor” melenggang sendiri di depan, penonton di depan TV langsung pada terdiam, dengan alasan balapannya jadi monoton πŸ˜› .

Valentino RossiVR46OfficialFoto di pinjam dari FP “Valentino Rossi VR46 Official“.

Arena Balap MotoGP pun menebarkan semangat kehidupan kalau kita cermati dengan baik :

  • Motor Marc Marques, begitu canggih, tangguh, di kendarai oleh pembalap yang tak diragukan lagi keahliannya. Menimbulkan decak kagum untuk prestasi yang sudah di raih. Begitu motor jatuh, mesinnya mati. Perlu beberapa orang mendorongnya supaya bisa hidup kembali.Kita manusia, merupakan makhluk sempurna ciptaan-Nya. Ada kalanya juga mandeg di tengah rencana yang sudah di persiapkan dengan matang, gagal, terjatuh.

    Kita akan cepat bangkit, berdiri, melanjutkan hidup kembali, kalau berada di tengah-tengah orang yang mensupport dengan hati. Syaratnya kita juga mendengarkannya dengan hati yang ikhlas. Tetapi akan lain ceritanya jika kita berada di lingkungan yang berpikiran negatif.

  • Valentino Rossi si The Doctor sudah merasakan jadi bintang Moto GP, berada di puncak. Kemudian juga merasakan ‘bukan siapa-siapa’ selama beberapa musim. Saat ingin kembali dengan target yang di usung bersama timnya, begitu banyak suara bernada cemooh serta meragukan tekadnya.Tapi secara perlahan, tekad, semangat, aura bintang dengan mental juarannya perlahan mulai terlihat. Bisa naik podium lagi untuk usia yang terbilang tak lagi muda untuk seorang pembalap.

    Semangat yang bisa di sampaikan oleh kisah VR 46 mungkin seperti ini: “Tirulah hidup pohon yang berbuah di pinggir jalan, walau di lempar batu. Tetap membalas lemparan itu dengan buah“.

  • Beberapa pembalap memilih memacu motornya dengan cara aman yang penting tak jatuh dan hasil sesuai target. Dalam kehidupan pun kita di tuntut untuk bisa melihat itu. Kapan harus tampil gegap gempita di lingkungan pergaulan, kapan harus berada di belakang layar dan kapan harus diam menjadi pendengar dan pengamat.

Ternyata MotoGP bukan saja menularkan adrenalin bagi penontonnya, tetapi juga cerita semangat pada beberapa peristiwa, bagi yang mau melihatnya.

Iklan