Standar Menerima Iklan di Personal Blog


Standar Menerima Iklan di Personal Blog, dalam bentuk sebuah tulisan ataupun pemasangan di sidebar blog, sepertinya tergantung kebijakan dari masing-masing admin blog.

Ada yang mau blognya memposting sebuah tulisan pesanan dengan kompensasi bisa berupa uang atau voucher atau memasang widget di sidebar blog yang sesuai kebijakan platform blog yang digunakan, ada juga yang tidak mau.

Tulisan pesanan berbayar itu sendiri ada yang harus ditulis oleh admin blog sesuai dengan aturan yang ditentukan oleh pemesan, ada juga yang sudah disediakan oleh pihak pemesan langsung, admin blog tinggal mempostingnya. Setelah itu tinggal menunggu transferan yang sudah disepakati tanggal pembayarannya atau menerima kiriman voucher.

Ada yang juga bloger yang rajin mengikuti lomba blog. Kalau menurut saya ini hanya bentuk lain dari idealisme menulis dengan kompensasi yang berbeda rasa juga tentunya. Tetapi muatannya tetap sama, mengiklankan sebuah produk, jasa, blog atau website tertentu. Nilai kepuasan saat memenangkan sebuah kompetisi, tentu tidak bisa ditakar dengan uang. Persaingan dan tantangannya berbeda. Hadiah yang menyertainya menjadi sebuah bonus yang penuh sejarah.

Ada juga yang ikut kompetisi bukan untuk mengejar hadiahnya, tapi karena ingin meramaikan saja, secara merasa ‘punya ikatan’ dengan penyelenggara hajat. Ada yang ikut karena ingin menguji atau mengasah keandalannya dalam menuliskan sebuah topik dengan rambu-rambu yang memang sudah di tentukan.

Iklan di Personal Blog

Pilihan kembali kepada admin masing-masing blog. Ada yang membangun blognya dari awal memang dengan tujuan untuk di monetisasi.

Ada yang awalnya menjadikan blog sebagai sebuah catatan dan tempat menuangkan pemikiran-pemikiran tentang kehidupan yang dijalani. Ditengah perjalanan, ia berubah haluan setelah melihat adanya kesempatan dan peluang.

Semua serba memungkinkan dan sah-sah aja. Secara, hidup itu sendiri adalah sebuah perubahan. Apalagi sebuah blog. Hari ini mau diberi cat berwarna putih, lain hari sang admin ingin merubah dekorasinya dan merubah warna blognya dengan hijau. Tidak ada yang berhak protes.

Blog ysalma sendiri dari awal dibangun, tempat belajar menuliskan hal-hal kecil yang bersentuhan dengan kehidupan admin blognya. Kemudian memutuskan untuk menjadikannya sebuah rekam jejak foto dan pikiran. Dan tidak ada salahnya juga kalau ternyata blog bisa juga menghasilkan uang, kenapa tidak? Hitung-hitung untuk biaya operasional nge-blog *ga gratis bo* Adminnya perlu tetap berpikir sehat dengan jaringan internet memadai.

Malah saat awal blog ini dibangun, saat masih menumpang gratis di wordpress. Blog ini sudah dua kali dapat surat cinta dari wp alias di suspend. Penyebabnya, gara-gara saya memasang link affiliasi yang tidak sesuai dengan tos wordpress *emak-emak punya bakat bandel πŸ˜› dan jangan ditiru.

Setelah menjadi bagian dari blog yang bisa dipasang wordads *baca bahasan lengkapnya di tulisan Ceritaku Memasang Wordads di Blog* Saya menjadi sedikit lebih hati-hati dalam menerima setiap tawaran iklan yang masuk.

Ga mau kehilangan ‘idealisme’ ngeblog. Ga mau blognya kena suspend lagi, hanya gegara memberi link yang dibayar tak sepadan dengan apa yang didapatkan.

Mana WordAds (WA) juga tidak mengijinkan iklan di sidebar blog dari pihak lain. Kecuali sudah hosting sendiri.

Sekarang penghasilan iklan dari WA semakin ga jelas. Nyantai aja, ingat aja niat awal ngeblog. Semua ada pasang surutnya.

Standar Menerima Tawaran Iklan / Posting Berbayar.

Saat mendapatkan tawaran, biasanya saya sangat semangat. Begitu saling bernegosiasi, pikiran ‘idealisme’ ala saya melintas, “Apakah yang nanti akan saya tulis ini akan benar-benar membantu mereka yang membaca dan mencari informasi tersebut. Sepadan tidak kebaikannya dengan kompensasi yang saya peroleh. Kalau tentang makanan, apakah semua produk yang mereka promosikan, sudah memiliki sertifikasi halal. Ini kan penting bagi mereka yang memang peduli dengan hal tersebut?

Hati dengan diskusi pikiran jadi lebih dominan.

Akibatnya pada negosiasi kesepakatan harga, jika saya pribadi ragu untuk mempertanggung jawabkan tulisan yang akan di posting. Seringnya saat negosiasi tidak menemukan titik temu, kadang memilih menolak nilai kompensasi yang mereka tawarkan.

Setelah bertukar pikiran *lebih tepatnya bertanya* ke salah satu mastah WordAds, annunaki blog. Saya menjadi dapat pencerahan tentang idealisme berbayar ini πŸ˜€ .

“Kalau memang tawaran iklan tersebut memang masuk standar, sesuai dengan kondisi blog saat ini. Terima aja, kenapa tidak? Rejeki kan ga boleh di tolak” *Makasih ya Ed πŸ™‚ *

Dari hasil bertanya para mastah blog, standar kompensasi dari iklan yang ditawarkan berupa tulisan dan link ke website tertentu, minimal $30, tetapi umumnya berkisar antara $50 – $100 per postingan, itu kalau blognya belum termasuk seleb blog. Kalau sudah seleb blog, ceritanya akan lain, kompensasinya tentulah berbeda. “Nilai jual seleb blog” sangat mempengaruhi kesepakan harga.

Note: standar diatas dipengaruhi banyak faktor alias kondisi blog, diantaranya DA dan PA Blog. Saat pertama tulisan ini di publish, blog ysalma kondisinya bagus. Sekarang sedang terseok-seok, karena adminnya ngeblog semau hati 😳 . Standar penawaran kerjasama semakin berkurang nilainya sejalan dengan semakin banyaknya bloger yang mau menerima tulisan berbayar.

Jadi, kalau menurut saya, standar menerima penawaran iklan di personal blog, kembali ke diri masing-masing.Cukup tidaknya kompensasi yang diberikan, hanya kita yang tahu.

Karena standar yang ditetapkan setiap orang berbeda satu sama lainnya.

Tak perlu merasa tinggi dengan bayaran yang lumayan, atau melihat rendah mereka yang dibayar ala kadarnya. Syukuri rejeki masing-masing aja πŸ™‚ .

Sahabat semua, sudah sering membuat postingan berbayarkah? Standar apa sajakah yang sahabat terapkan sebelum menerima sebuah tawaran kerjasama tersebut? Boleh dong berbagi tips atau berbagi rejeki πŸ˜‰ .

Iklan