Tertarik Film Warkop DKI


Tertarik Film Warkop DKI akhir-akhri ini mulai ditunjukkan tanda-tandanya oleh junior. Film yang selalu diputar ulang di tv-tvΒ  saat libur sekolah, tapi lebih sering diputarnya disaat libur lebaran.

Dulu dia tidak tertarik sama sekali sama film warkop DKI ini *ga tau lucunya dimana kali ye. Secara ini film awal-awalnya bukan ditujukan untuk tontonan anak-anak. Tapi seiring dengan perubahan zaman, film ini menjadi tontonan semua usia *anak-anak yang mau nonton tetap memerlukan pendampingan dari orangtua.

Emaknya Boleh motret dari TV, anaknya ga nonton kok :)

Emaknya Boleh motret dari TV, anaknya ga nonton kok πŸ™‚

Kalau mau lebih tau tentang warkop DKI yang digawangi oleh Dono, Kasino dan Indro, tanya mbah Google aja ya πŸ™‚ .

Alkisah dimulai saat kami sekeluarga suka nonton stand-up comedy (SUCI) yang diadakan Kompas TV, mulai dari SUCI 1-3 *SUCI 4 jarang nonton. Nah saat mengangkat tema warkop DKI, ada salah satu komika *saya lupa siapa, yang menyatakan lebih kurang seperti ini ,“Kalau ingin tau tingkat kelucuan dari anggota warkop DKI, lihat aja berdasarkan urutan dipanggil Yang Maha Kuasa. Kalau yang masih ada, berarti belum lucu, masih disuruh melucu lagi sama Tuhan”. Pernyataan tersebut sukses membuat semua penonton ngakak, termasuk Om Indro yang kena sindir (anggota warkop DKI yang masih ada) sebagai juri.

Celotehan komika yang lucu di acara SUCI tersebut sepertinya membekas banget dipikiran junior. Dia sampai memastikan ke emaknya,“Benar ga sih kalau yang lucu dan suka bikin orang lain ketawa, bakal cepat dipanggil Tuhan, Ma”.

Emak hanya memberikan penjelasan kalau untuk urusan kapan dipanggil Tuhan, itu rahasia Tuhan. Kalau sudah waktunya dipanggil ya harus pulang, bukan karena dia lebih lucu dibanding yang lain.

Sepertinya junior kurang puas dengan penjelasan emaknya.

Semenjak peristiwa itu, setiap ada film warkop DKI yang diputar ulang di tv, dia tertarik untuk menontonnya. Bagian yang dianggap kurang menarik, pindah ke channel lain yang dianggap menarik :mrgreen: . Dan dia menjadi tau dua personil warkop lain selain Indro. Yang itu Dono, yang itu Kasino.

Entah kebetulan ada teman di sekolahnya yang suka warkop DKI, atau saking penasarannya dengan kelucuan film atau anggota warkop DKI ini. Saat ada tugas menulis indah dari guru dengan tema kebersihan, eh yang dia buat adalah tulisan ‘warkop DKI’ dengan seindah-indahnya *sayang waktu itu emaknya lupa membuat video keseriusannya menyelesaikan itu tugas.

Awal mengerjakan tugas, emak sih sempat cerewet,’Apa hubungannya pelajaran sekolah dengan warkop DKI? Emang kalian lagi membahas tema komedi?’. Junior tetap konsentrasi dengan pekerjaannya. “Tenang aja,Mam. Nilainya pasti bagus kok”.

Besoknya, pulang sekolah dengan wajah sedih laporan ke emaknya,“Tugasku ga ikut ditempel di dinding, cuma dapat nilai tulisan indahnya aja. Ternyata temanya kebersihan, kirain bebas 😦 “.

Duh anakku, pasti saat guru memberi instruksi tugas, dia lagi ngobrolin warkop DKI sama temannya. Suara guru yang di dengar cuma ‘tugas tulisan indah’ nya aja.

Lain kali kalau ngomongin warkop DKI atau film lain yang lagi menarik perhatiannya, saat jam istirahat. Kalau sudah mulai jam belajar, kosentrasi ke pelajaran dulu.

Waktu yang sudah terlewat tak bisa dijemput kembali lho. Waktu tak seperti film yang bisa diputar ulang berkali-kali. Tertarik film warkop DKI boleh-boleh aja.

Iklan