Mau Cari Pacar Lagi?


Mau Cari Pacar Lagi? Duh ini emak-emak mau nulis apa sih, woi sadar, ingat umur :mrgreen: *kan masih muda, langsung banyak yang mencibir atau malah penasaran? πŸ˜‰ .

Kata diatas sebenarnya pertanyaan junior hampir setahun yang lalu. Saat pemberitaan kepergian mendadak Uje (Ustad Jeffry) hangat menghiasi layar kaca. Saat Uje pulang ke rumah keabadian-Nya, banyak anak-anak yang juga ikut kehilangan sosok uztad muda itu, termasuk junior.

Secara junior suka menyenandungkan lagu-lagu Uje dan kalau bulan Ramadhan salah satu acara ngabuburit yang ditontonnya ya kultum yang dibawakan Uje.

Ibunda
Begitu hebohnya pemberitaan dan beberapa ketegangan dalam keluarga besar almarhum juga ikut diberitakan. Nah, semua pemberitaan yang ada kata ‘Uje’nya, sepertinya menarik rasa ingin tahu anak-anak. Di jemputan, kakak-kakak kelas 6 sepertinya juga sering membahas berita seputar Uje ini.

Kisah berlanjut *lebay, suatu hari sepulang sekolah, junior begitu semangat, di dukung oleh cuaca yang sangat panas. Turun dari jemputan, memberi salam, dengan keringat yang masih bercucuran dia sibuk mencari nenek.

Nenek yang sedang membaca di kamar, langsung meletakkan buku bacaannya dan duduk di pinggir tempat tidur. Cucunya datang menghampiri dan ikut duduk di samping nenek, dengan wajah penuh semangat dan serius, *emak juga ikut penasaran, tapi sambil masang telinga dan mengikuti gerak gerik junior dari jauh aja.

Nenek ga mau cari pacar lagi?”, junior mengajukan pertanyaan dengan mimik serius.
Emak menahan nafas mendengar pertanyaan ajaib itu, dengan jantung berdegub ga karuan menunggu reaksi nenek *cemas nenek bakal shock.

Nenek yang diberondong pertanyaan yang diluar perkiraannya, awalnya nampak kaget. Tapi kemudian dengan mimik tak kalah seriusnya, sambil melepaskan kacamata bacanya dan dengan sedikit mencondongkan wajah ke junior, “Memang kamu bisa mencarikan?”.

Nenek maunya yang umur berapa?, Yang muda, Yang tua atau yang seumur nenek?”.

Kalau menurut kamu, yang cocok untuk nenek yang umur berapa“.

Yang muda, boleh. Yang tua juga bisa. Yang seumuran nenek, gak apa-apa“. Sambil beranjak meninggalkan nenek yang menahan senyum, junior nampak berpikir lagi, kemudian ngoceh, “Tapi,,, yang perlu pacar kan nenek, harusnya yang nyari pacarnya nenek sendiri aja“. Dia merasa sudah memberikan solusi besar untuk nenek πŸ˜€ .

Ternyata nenek juga paham karakter cucunya, kalau diketawain langsung bentuk perhatian sok dewasa itu, si cucu pasti bakal sedih dan ga tau dimana salahnya pertanyaan dan perhatian yang dia berikan.

Junior menghampiri emak. Kemudian berbisik,”Nenek sebenarnya masih istrinya kakek ga sih?“.

Yo, masih dong, emang kenapa nanya begitu“, emak ngusap-ngusap kepala junior.

Mantan istri itu, gimana tuh“, junior malah mengajukan pertanyaan lain.

Mantan istri itu, maksudnya, dulu pernah menjadi istri. Emang tau istilah itu, dari mana?”, Emak berusaha menjelaskan ke junior sambil ngorek informasi.

Itu, istrinya Uje, sekarang ga dibilang istrinya Uje lagi tuh. Tapi, Mantan istri Uje“. Junior menerangkan dengan penekanan pada kata,”Mantan“.

Lho, kamu kan ga nonton infotemen, kok tau, cerita istrinya Uje. Kakak cewek yang kelas 6, dijemputan pada ngegosip, trus kamu nguping ya?.

Junior cuma nyengir-nyengir aja, begitu ketahuan kalau bentuk perhatian ‘sok dewasa’ dengan pertanyaan “Nenek ga mau cari pacar lagi” itu tercetus dari hasil nguping di jemputan πŸ˜† .

Setelah diterangkan, kalau istri yang sudah berpisah dengan suaminya atau suaminya sudah meninggal. Istri tersebut setelah beberapa waktu boleh menikah lagi, kalau dia mau. Suami juga begitu. Kalau ga mau menikah lagi, gak apa-apa juga, kan ada anak-anak untuk teman.

Nenek yang ikut mendengar percakapan junior sama emak, menggoda junior,”Gimana, masih mauΒ  nyari pacar buat nenek ga?”.
Dengan wajah serius junior merespon,”Ga usah cari pacar lagi Nek, Kasihan kakek di surga“.Β  Ternyata junior mengemukakan ide cemerlang itu, biar neneknya ga dapat sebutan,”mantan istri” πŸ˜› .

Begitu junior menikmati jam bermainnya dengan teman-teman yang datang ke rumah. Emak dan ibundanya alias nenek, ketawa ngikik :mrgreen: . Emang nenek-nenek usia 71 tahun masih mikirin pacar? ❀ .

Iklan

35 comments

  1. Mak Salmaaaa… subhanallah, junior kamyuuuu itu gemessiiiin banget,sini tante uyel2, hehehehe… wah, dia perhatian banget ama eyang putrinya yaa… Bersyukur banget loh mak, anak tumbuh jadi sholih(ah), sayang sama yang lebih sepuh…

    • Dia ga suka di uyel-uyek tant πŸ˜€
      Alhamdulillah, kalau sama orangtua peduli banget, apalagi yang ketemu dijalan/peminta2, bisa berkaca-kaca minta ortunya buat ngasih *yang apes kalau lg ortunya pas-pasan, bisa panjang bla-bla, ‘kan kasihan’.
      Semoga jadi anak sholih, Aamiin.

  2. senyum senyum sendiri aku mbak baca percakapan anatara nenek dan si Junior πŸ˜€

    Kalau di sini usia 71 tahun masih bisa dan wajar nyari pacar lagi mbak πŸ˜€

    • Kalau masih sehat ga masalah dan sesuai juga dengan lingkungan disana,
      di tempat kita umur segitu, apalagi perempuan, nambah dosa oranglain *sibuk ngomongin, padahal mungkin yang menjalani nyantai aja πŸ˜€

  3. Junior bukan main kritisnya ya – mana pintar lagi, lihat saja yg ditawarin sama neneknya … awalnya saya ikut ter-kaget2 membacanya. πŸ™‚

    • hanya bentuk perhatian sederhana seorang cucu kepada nenek yang sudah sendiri,
      kalau dia yang nemenin nenek di kampung dia juga masih tergantung sama emaknya πŸ™‚

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.