Menikmati Makanan Tradisional Lemang Tape


Menikmati Makanan Tradisional Lemang Tape yang merupakan makanan khas daerah Minang. Dalam bahasa Minang makanan ini disebut dengan Lamang Tapai. Biasanya rame ditemukan saat bulan puasa, secara di Sumatera Barat sana lemang tape termasuk menu berbuka puasa yang digemari.

Tetapi di kampung saya sendiri, lemang tape (lamang tapai) hanya ada di acara-acara tertentu. Misalnya mau menyambut hari raya Idul Fitri, memperingati hari Maulid Nabi. Satu hari sebelum hari H, boleh dibilang semua keluarga di kampung akan memasak lemang, kalau bikin tapenya beberapa hari sebelumnya. Jadi makanan lamang tapai ini termasuk jenis makanan istimewa disajikan di hari istimewa.

Lemang Tape (Lamang Tapai)

Foto Lemang Tape ( lamang tapai )

Kemaren saya sempat kebingungan mencari camilan untuk ibu. Beliau ingin menikmati makanan tradisional Minang, yang juga harus cocok dengan lidah Minangnya . Camilan sih banyak tetapi belum tentu cocok.

Blusukan kepasar tradisional yang agak dekat dari tempat tinggal, dan diperkirakan lebih banyak pendatangnya. Khususnya dari daerah Minang atau Sumatera. Beruntung disalah satu bagian pasar, saya melihat ibu-ibu menjual lemang tape (lamang tapai), yang beli lumayan banyak, terjadilah dialog saat transaksi jual beli :

Saya             : “lemang tape Minang ya, Bu”
Ibu Penjual : “iya”.

Penampilan dan wajah ibu penjualnya menunjukkan beliau berasal dari daerah Minang, beliau merantaunya setelah tua aja, ikut anak dan cucu.

Saya : “lamang e buwek surang ndak, Mak” / “lemangnya bikin sendiri ga Mak”
Ibu Penjual : “iyo buwek surang, jua surang” / “iya, bikin dan jual sendiri”
Pembeli lain : “lah raso bulan puaso hari, kalau lah batamu jo lamai tapai ko ndak 🙂 ” / “ketemu lemang tape serasa udah bulan puasa 🙂 ” . Pembeli yang lain mengiyakan.

Berarti di daerah situ memang jarang ketemu dengan lemang tape (lamang tapai), makanan tradisional Minang ini. Ternyata si emak hanya berjualan tiga hari dalam seminggu, Senin, Kamis dan hari Sabtu. Secara proses membuat makanan ini memerlukan waktu juga. Kalau di daerah pasar Senen, pada sore hari banyak yang menjual lamang tapai ini. Tapi kejauhan dari tempat tinggal.

Sesampai di rumah, lemang tape (lamang tapai) yang saya beli cocok dengan lidah ibunda, “lapeh taragak jo salero kampuang”, Alhamdulillah 🙂 .

Lemang (Lamang)

Makanan berbahan dasar beras ketan (putih/hitam), tapi untuk temannya tapai biasanya di pergunakan beras ketan putih.

Cara membuat lemang ( lamang ) secara umum : beras ketan di cuci bersih, siapkan bambu yang sudah dibersihkan dan didalamnya sudah diberi pucuk daun pisang (daun pisang muda). Siapkan santan kelapa, yang sudah diberi bumbu halus kemiri sama garam, dan sedikit air jeruk nipis (limau kapeh). Masukkan beras ketan kedalam ruas bambu, tambahkan santan kelapa. Perbandingan beras ketan : santan kelapa = 2:1. Masak dengan bara api, sambil dibolak balik dan jaga jangan sampai bambunya terbakar. *saya belum pernah berhasil mengapikan lemang ini sampai selesai, panas euy 🙂 .

Tape (Tapai)

Makanan yang berbahan dasar beras ketan hitam. Cara membuat tape (tapai) umumnya : Beras ketan hitam yang sudah dicuci bersih, diaron, setelah matang dianginkan sebentar, ditaburi ragi yang sudah dijemur kering dan dihaluskan. Kemudian disimpan diwadah yang sebelumnya juga sudah dikasih daun pisang.  Dibagian atas ketan yang sudah diberi ragi ditaburi sedikit gula aren dan satu buah cabe merah keriting, tutup dengan daun pisang lagi.

Proses fermentasi terjadi antara ragi dan beras ketan hitam sekitar dua malam. Tempat penyimpanan proses fermentasi ketan hitam menjadi tape, jauh dari semua aroma asam, biar hasil tapenya manis.

Bahkan saat membuat tape dilarang kentut, kalau tape yang dihasilkan asam, yang membuat tape dibilang pasti kentut sembarangan :mrgreen: .

Lamang Tapai

Lamang Tapai siap santap 🙂

Selamat berkenalan dan wisata kuliner, menikmati makanan tradisional dari daerah masing-masing 🙂 .

Iklan