Hewan Peliharaan Anak


Manusia dan hewan peliharaannya sudah mempunyai hubungan yang boleh dibilang simbiosis mutualisme, saling menguntungkan sudah sejak lama. Manusia yang mempunyai hewan peliharaan mempunyai tujuan masing-masing, seperti menjadi teman, penjaga rumah, menyalurkan kegemaran sambil berinvestasi (dikembangbiakkan kemudian dijual kembali) dan si hewan juga  mendapat perawatan terbaik.

Sedangkan hewan peliharaan bagi anak tujuannya adalah mengajarkan rasa tanggung jawab, menanamkan rasa empati terhadap jenis makhluk hidup lain, dan tentunya menjadi teman bermain juga. Dengan demikian, diharapkan tumbuh kembang anak,  motorik halus dan kasar anak menjadi seimbang.

YSalma junior sudah lama tertarik dengan hewan peliharaan. Tetapi kita baru benar-benar memperkenalkan merawat hewan peliharaan sekitar umur 3 tahunan.

  • Hewan peliharaan anak pertama kali, ikan cupang di wadah kaca kecil, ikan mas koki di aquarium mini, junior dan orangtuanya bersama-sama memberikan makan, membersihkan wadah dan mengganti air secara teratur. Tetapi yang namanya anak, rasa ingin tahunya mengalahkan nasehat orangtuanya, berharap ikannya cepat besar, dikasih makan kebanyakan, akhirnya ikannya mati 😥  .
  • Berikutnya junior cuma memberikan makan kucing-kucing tak bertuan yang main ke rumah, mengajak ngobrol, pernah di cakar juga secara junior becandanya sambil menarik ekor si kucing. Sempat merengek minta memelihara kelinci, marmut, hamster, tetapi emaknya belum kasih ijin, rumah mungilnya belum memungkinkan ketambahan hewan piaraan 😉 .
  • Beberapa waktu yang lalu junior dan kawan-kawan sekolahnya heboh dengan kadal dan bunglon. Temannya ada yang punya, dia pengen memelihara juga. Kebetulan lingkungan rumah yang ditempati sekarang masih mempunyai beberapa lahan kosong yang belum dibangun oleh pemiliknya, banyak pohon rindang, dan otomatis banyak kadal dan bunglon. Tak perlu waktu lama untuk mencari binatang tersebut, junior sudah menemukannya. Akhirnya biar si bunglon gak kabur, di kasih tali panjang dan tetap bertengger di pohon, bunglonlah hewan piaraannya 🙂 . Tapi junior tetap aja ngeri kalau ntar bunglonnya mati karena terikat.
  • Setelah berjanji bisa merawat dengan baik  hewan peliharaannya nanti, kita sepakat untuk memilih kucing sebagai hewan peliharaan. Mulailah berburu kucing, ternyata o ternyata, kucing itu harganya lumayan juga 😕 . Soalnya emak dulu hewan peliharaannya cuma ayam, manfaat yang bisa diambil: telurnya, dagingnya juga bisa jadi lauk istimewa, cukup di lepas di sekitar pekarangan rumah, kalau ada nasi/ makanan sisa baru di kasih, kalau gak si ayam nyari makan sendiri, ayam kampung hewan peliharaan murah meriah waktu itu 😛 .

Kalau sekarang mempunyai hewan peliharaan, kebutuhannya seperti mempunyai tambahan satu anak lagi, salut bagi pecinta hewan piaraan  :mrgreen:  .

Ini dia photo kucing peliharaan junior, seekor kucing coklat maka dinamakan si Bronzy (kependekan dari Brown pussy), beratnya masih kurang dibanding usianya yang sudah 6 bulan, sepertinya kelamaan sama penjualnya. Doakan cepat gemuk ya 😀 .

Bagaimana dengan sahabat, apakah hewan peliharaan anak sobat atau hewan peliharaan sobat sendiri?.

Iklan