Kumpul Bocah


Kumpul Bocah, bersama teman-teman 🙂

Kumpul Bocah, dengan sodara sepupu 🙂

Kumpul bocah, ini adalah catatan seorang emak tentang tumbuh kembang sosialisasi anaknya. Semoga kelak bisa dibaca oleh si anak. Tulisan dan foto yang menunjukkan bahwa dia pernah mempunyai dunia masa kanak-kanak yang sangat seru bersama teman-teman ataupun saudara. Hal itu terjadi sebelum dunia gadget di tangan mengambil alih semuanya 😛 .

Hari-harinya si junior, pangeran kecilnya ysalma hampir selalu seperti foto diatas. Anak yang boleh dibilang boros badannya. Tapi masih tetap saja dengan tingkah anak-anaknya. Selalu penuh ingin tahu dengan lingkungan dan orang-orang disekitarnya.

Misalnya, untuk menemukan teman bermain di lingkungan yang sudah akrab, yang masih baru, pokoknya lingkungan yang ada anak-anaknya, hingga saat ini masih bisa diacungin jempol. Dia selalu bisa membaur. Dunianya selalu penuh acara permainan dan persahabatan ala anak-anak.

Walau kebanyakan, setelah bermain bareng-bareng dengan anak yang baru dikenal ditempat persinggahan jika ditanya ulang siapa teman bermainnya, dia hanya nyengir sembari ngeleng. Akan tetapi dengan antusias bercerita kalau acara bermain yang baru saja dijalaninya itu sangat seru.

Bagi anak-anak seperti junior selalu ada yang kurang, kalau bermain tanpa teman-teman.

Dia bisa mendengar dengan sangat baik telapak kaki temannya diluar rumah. Sementara tidak untuk suara emak yang minta tolong disampingnya. Apalagi kalau dia sedang asyik dengan sesuatu, responnya sangat gerak lambat :mrgreen:

Acara bermain bersama teman ini kalau dibiarkan setiap hari, sepulang sekolah, hari libur, rumah mungil emak bisa selalu penuh oleh kumpul bocah 🙂 .

Begitu juga saat mudik, rumah kakek nenek juga selalu penuh oleh tawa dan celotehan bocah-bocah bermain, teman-teman barunya, saudara sekitar rumah yang mulai dikenal  junior.

Hmmm, semoga kalian tetap bersosialisasi, berteman dengan baik, seperti kumpul bocah saat dunia kanak-kanak ini hingga sampai waktunya.

Dan ingatlah : “bermainlah sewaktu kalian masih kanak-kanak sepuasnya. Nikmatilah masa yang takkan pernah terulang itu sepuasnya, dan jadilah dewasa,  kalau waktunya tiba 🙂

Tulisan ini dituliskan sembari mendengarkan alunan merdu suara Vina Panduwinata dengan Lagu Kumpul Bocah-nya.

Iklan

39 comments

  1. huwaaaaaaaaaa… kapan ya maen ke rumah kakak Yunior?
    karena kalo banyak bocah pasti banyak mainan dan banyak makanan, betul betul betul??? 🙂

    Ayuks Mahes,, bergabung,,,
    betul betul betul ^^.

    Suka

  2. dunia anak tidak lepas dari permainan, menggali daya imajinasinya.
    BTW, lagunya mengingatkan kembali masa nostalgia masa kecil…
    SALAM hangat dari Kendari. 🙂

    nostalgianya, pastilah sangat menyenangkan ya Bli 🙂

    Suka

  3. Jadi bocah itu menyenangkan. Bermain bermain dan terus bermain…

    makanya jadi bocah, saat bocah ya Masbro,,
    jangan udah dewasa tapi masih seperti bocah 😀

    Suka

  4. Kalo ngeliat anak kecil, jadi inget waktu dulu. Sering main di got. Hehe :p

    wahh,, itu petualangan seru,,
    kalo saya di sungai, maklum, anak kampong 😀

    Suka

  5. Jadi kangen suasana ketika anak2 saya masih kecil…
    Tapi sekarang nggak bisa lagi.
    Anak2 sudah besar.
    Dua2nya tidak dirumah….

    sebentar lagi rame sama cucunya Pak,,
    lain-lain senangnya kali ya Pak,,

    Suka

  6. waktu saya kecil dulu, kalau asyik maen rame2 sampe lupa waktu
    lupa maem..
    tapi gak pernah lupa kalau maem cemilan atau coklat,hihihihi
    kangen masa kecil..
    salam buat ysalma junior mbak

    kembali salam katanya buat tante manis 🙂

    Suka

  7. Dunia anak adalah dunia main dalam pembelajaran pengenalan hal-hal yang positif, indahnya bila hal ini dapat terjadi dilingkungan keluarga kita.

    Salam

    “Ejawantah’s Blog”

    Suka

  8. Benar Ibu …
    Masa anak-anak adalah masa untuk bermain main
    dan sekaligus belajar bersosialisasi … berteman …
    sekali sekala ada ketegangan diantara mereka … rebutan mainan … dan sebagaiknya … itu wajar … sebagai bagian dari pembelajaran ….

    very Nice Ibu

    Salam saya

    aha,, menangis dan teriak-teriak diantara canda riang mereka, satu paket kayaknya kalo bocah udah ngumpul tuh Om 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Adi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.