Agama Itu Fitrah


Membuka-buka lagi Lentera Hati M.Quraish Shihab terbitan Mizan, sepertinya pembahasan yang satu ini perlu dishare di YSalma (biar bisa lebih mudah dibaca dan dipahami lagi).

Agama itu adalah Fitrah. Fitrah berarti asal kejadian, bawaan sejak lahir, jati diri dan naluri manusia.

Agama (yang bersumber dari Tuhan) yang intinya adalah Ketuhanan Yang Mahaesa atau agama Tauhid, menurut Al-Quran adalah Fitrah (QS 30:30);

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Hanya saja, fitrah ini tidak seketat yang lain dan pemenuhannya dapat ditangguhkan sampai akhir hayat.

Pangkalan tempat bertolak dan bersauh agama adalah wujud yangMahamutlak yang berada di luar alam, namun dirasakan oleh manusia. Agama juga berpandangan jauh ke depan melampui batas hidup duniawi.

Karena agama adalah fitrah atau sejalan dengan jati diri, maka ia pasti dianut oleh manusia; kalau bukan sejak muda, maka menjelang usia berakhir. Fir’un yang durhaka dan merasa dirinya tuhan pun pada akhirnya bertobat dan ingin beragama, sayang ia terlambat.

Karena agama adalah fitrah, maka ia tidak boleh dantidak perlu dipaksakan. Mengapa harus memaksa? Tuhan tidak butuh, dan akhirnya pun Dia dan agama-Nya diakui.

Karena agama adalah fitrah, maka pasti petunjuknya tidak ada yang bertentangan dengan jati diri dan naluri manusia. Kalaupun ada maka cepat atau lambat akan ditolak oleh penganutnya sendiri, dan ketika itu terbukti bahwa ia bukan fitrah.

Islam bukan saja sesuai dengan fitrah, tetapi bahkan memberikan hak veto kepada pemeluknya untuk menangguhkan atau membatalkan pelaksanaan petunjuk apabila menyulitkan seseorang;

Allah sama sekali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama sedikit pun kesulitan (QS 22:78).

Manusia dari hari ke hari semakin dewasa. Kalaupun sebelumnya Tuhan menilai perlu mengutus para nabi dan merinci petunjuk-Nya, maka sejak manusia menanjak kedewasaan.

Dia menghentikan kedatangan Rasul dan mencukupkan dengan petunjuk umum yang dibawa oleh Rasul terakhir. Dengan petunjuk umum itu, bersama akal yang semakin dewasa, manusia akan mampu menemukan kebenaran.

Iklan