Rayap oh rayap


Rayap oh rayap karena dikau rumah mungilku kayu-kayu penyangga gentengnya habis dimakan sama si Rayap. Awalnya sih karena ada rembesan air sedikit, diperbaiki, tetapi begitu lagi.

Mungkin karena belum ketemu sama ahlinya, atau emang tukangnya setengah hati memperbaiki kerusakan yang tidak terlihat. Dan yang punya rumah tidak punya keahlian untuk memperbaikinya, walapun ahli dalam hal manjat memanjat πŸ™‚ .

Akhirnya, rembesan yang sedikit tadi karena tidak diperbaiki dengan benar menyebabkan lembab. Dan lama-lama kayu-kayunya mulai kelihatan keropos, malah plafon terasnya sampai mau lepas. Setelah dicek keatas, kayu yang dari bawah kelihatannya masih bagus ternyata sudah pada rapuh semua dimakan sama si Rayap.Β  Akhirnya untuk memperbaiki kerusakan yang awalnya sedikit memerlukan dana dan waktu perbaikan lebih.

Selesaikan masalah kecil yang sudah kelihatan diawal sampai tuntas, jangan tunggu sampai menjadi gunung masalah yang kalau meletus menimbulkan kerusakan kemana-mana.

Pernah suatu kali setelah hujan deras, cuaca agak sedikit hangat dan langsung disambut sama malam. Pas menyalakan lampu teras, laron buanyak banget berterbangan.

Pangeran kecilku senang dan teriak-teriak kegirangan mengejar laron yang berterbangan. Emaknya yang puyeng gimana cara membersihkannya. Karena setelah terbang, si laron sayapnya akan lepas. Dan mereka akan berserakan dimana-mana.Β  Tubuh bulatnya akan mengundang semut untuk berkunjung.

Dan suara cicak juga lebih berisik dari biasanya karena mereka juga ikutan berburu si laron sebagai makanannya. Haiya, rumah mungilnya berubah jadi rumahnya laron, semut dan cicak. Biar laronnya ga semakin menyebar kemana-mana akhirnya lampu dimatikan sekitar 35 menit . Hmm,, dalam gelap sempat mikir.

Ternyata memang tidak ada yang sia-sia kalau kita mau merenung barang sejenak, laron yang kedatangannya bikin kesal, bermanfaat bagi semut dan cicak dan kalau kedatangannya serempak ke rumah-rumah bisa menghemat pemakaian listrik.

Ngelihat ke rumah tetangga kiri-kanan, kok pada ga ada laron di lampu-lampu terasnya?. Walaupun dulu SMAnya jurusan Biologi (ketahuan dulu belajarnya ga nyangkut ilmunya yaa, yang penting nilainya bagus :p .

Baru nyadar setelah hanya rumahnya aja yang dikunjungi laron, ternyata laron itu adalah rayap yang sudah dewasa atau rayap itu adalahbayinya si laron.

Tapi setelah melihat hasil akhir kayu karena si rayap, menimbulkan decak kagum, bagaimana bisa makhluk kecil-kecil itu bisa merubah kayu menjadi sarangnya dengan arsitektur yang sangat luar biasa.

Memang Dia Sang Maha Pencipta menciptakan sesuatu sudah ada maksud dan tujuannya.

Kayu balok ini :

Setelah dihuni sama rayap hasilnya seperti ini :

Rumah Rayap

Iklan