Sempat melihat akhir acara salah satu TV swasta yang lagi membahas tentang Prinsip Hidup (yang sempat dilihat benar-benar udah akhir acaranya). Sang pembicara sudah mengambil kesimpulan dan menurut saya bahasan ini menarik untuk di share di blog ysalma ini. Setidaknya sebagai catatan untuk diri sendiri.
Setiap manusia memiliki prinsip hidup untuk Bahagia, akan tetapi setiap individu juga memiliki prinsip hidup yang berbeda satu sama lainnya. Prinsip bahagia yang dipilih standarnya gak sama.
Saya coba menuliskan dengan bahasa dan pemahaman saya saat mendengarnya.
- Bahagia Harta; yang memiliki prinsip hidup seperti ini baru akan merasa “bahagia” kalau dia mempunyai harta yang berlimpah. Tetapi yang namanya harta, kan tidak pernah ada kata cukup untuknya, maka bahagianya juga ikut dengan indikator harta tersebut. Psst,, padahal kalau punya harta berlimpah dan merasa itu milik sendiri, maka mikirnya juga jadi banyak. Salah satunya merasa takut ada yang nyuri.
- Bahagia Pengakuan, yang memiliki prinsip hidup seperti ini akan merasa bahagia kalau mendapatkan sebuah pengakuan dari lingkungannya. Ini biasanya dipakai oleh kaum muda yang baru beranjak remaja. Mereka butuh semacam pengakuan kalau mereka itu eksis, bangga banget akan pencapaian yang diperoleh. Pengakuan yang diharapkan itu bisa datangnya dari teman, guru,dan orang tua.
Dua prinsip di atas menurut Sang Pembicara termasuk prinsip buatan manusia yang mencoba-coba untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya. Prinsip hidup yang masih bersifat labil (mudah mengalami perubahan yang bersifat destruktif atau merusak, baik terhadap pribadinya sendiri maupun terhadap lingkungannya).
- Bahagia Spiritual, yang memiliki prinsip hidup ini akan memiliki umpan balik berupa sebuah renungan “Untuk Apa Saya Hidup,” sehingga akan timbul keinginan untuk belajar, belajar dari kehidupan yang dijalaninya. Prinsip hidup untuk bahagia secara Spiritual ini akan membuat seseorang mempunyai Tujuan Hidup yang jelas, yang mendengarkan suara hati. Prinsip yang dipakai selalu bermuara kepada Dia Yang Maha Abadi. Ini akan terlihat dalam dia berkehidupan (halah,, istilahnya ^_^).
* Menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
* Menjadi pribadi yang disiplin.
*Menjadi pribadi yang senang dan enak diajak bekerjasama.
* Menjadi pribadi yang Adil dan peduli terhadap sesama dan lingkungannya.
Semoga share ini ada yang dapat diambil.
Pemberi ceramah Prinsip Hidup Untuk Bahagia yang sempat saya lihat sepintas itu adalah sosok dari penulis buku ESQ (Emotional Spiritual Quotient), Mr. Ary Ginanjar. Mungkin teman-teman yang bekerja di perusahaan swasta atau pemerintahan yang seringa melakukan training buat peningkatan etos kerja karyawannya sudah familiar sama beliau ^^.

Setuju sekali mbak…bahagia spritual itu yang paling Indah 🙂
Lia beberapa kali ketemu Pak Ary baik 🙂
dan sering2 recharga kalo ada acaranya baik di Batam dan KL…
Makasih mbak salam membaginya disini 🙂
SukaSuka
Ohya mbak salma…. Linknya sudah terpasang balik..
maaf ya lama hehehhe 🙂
SukaSuka
makasih Lia, bisa dimengerti ^_^.
SukaSuka
wuih, pantesan semangat terus ^^.
SukaSuka
Artikel yg berguna buatku…aku mau bahagia terus ni…salam
SukaSuka
semoga bahagia, karena ketidak bahagian hanya masalah sudut pandangkan.
SukaSuka
Makasih artikelnya
SukaSuka
walau belakangan ” AKU JUGA INGN BAHAGIA ” lho…..
^w^
SukaSuka
Tengkyu sjaringnya ya..
Jadi yang terbaik itu adalah bahagi spiritual, karena kita jadi terpacu untuk jadi lebih baik secara kualitas…
SukaSuka
[…] “merasa normal” maupun kubu “aneh”,,, lebih membenarkan diri sedikit, hiks. Prinsipku, setiap pribadi punya kelebihan dan kekurangannya, punya cara berbeda dalam mengekspresikan diri, […]
SukaSuka