Oleh-oleh Kuliner Khas Minang, 3 Buah Tangan Makanan yang Wajib Dibeli


Kuliner khas Minang biasanya sudah sangat akrab dengan lidah masyarakat Indonesia umumnya, khususnya yang ‘terpapar’ oleh makanan dari masakan rumah makan Padang yang banyak bertebaran di seantero negeri.

Begitu juga dengan oleh-oleh kuliner yang berasal dari Ranah Minangkabau, sangat beragam dan semuanya merupakan makanan yang menggugah selera.

Mulai dari makanan berat seperti rendang yang kelezatannya diakui oleh lidah orang luar, hingga makanan berupa camilan seperti keripik sanjai balado yang renyah dengan cita rasa khas.

Oleh-oleh kuliner khas Minangkabau

Sekarang ini, mungkin bisa saja ditemukan produk serupa dari daerah lain, tapi yang buatan asli Ranah Minang itu rasanya otentik. Bedaa gitu di lidah.

Lidah Kepincut Kerupuk Kuning Sarang Balam, Oleh-oleh Khas Minang dari Olahan Singkong

Saya sebagai Emak padusi Minang tentu saja sudah mengenalkan beragam oleh-oleh khas Minang setiap kali pulang kampung kepada anggota keluarga, khususnya pada anak yang lahir dan tumbuh di perantauan, yang sering ‘ngoceh’ bukan pure blood Minang, dan sering becanda juga ke Emaknya saat ‘rayuannya’ gak mempan, ‘dasar Emak Padang’ 😆 .

Setiap balik ke perantauan lagi dari kampung, saya tak lupa membeli oleh-oleh makanan kering khas Sumatera Barat, mulai dari keripik sanjai, rakik, rendang telur, karak kaliang, kipang, hingga kerupuk kuning sarang balam.

Belinya di tempat pusat penjual oleh-oleh yang sudah terkenal dari zaman saya sekolah SMA di Padang kota. Rasa makanan untuk oleh-oleh dari Ranah Minang yang tetap terjaga dan pas untuk lidah mereka yang bahkan baru pertama kali mencicipinya.

Hanya saja, semakin ke sini, harganya kalau menurut istilah kita Emak-emak yang tinggal di perantauan menyebutnya ‘harganya makin nggak ngotak‘ (((bilang aja duit lu terbatas, Mak. Pake nyari alesan!))) :mrgreen: .

Maksudnya, sekarang banyak pilihan tempat membeli oleh-oleh khas Minang yang harganya bersaing dan rasanya sangat patut diacungin jempol, jadi kudu dicoba dan berani pindah tempat membeli oleh-olehnya githu. Yes? Adakah yang mau mengirimkan oleh-oleh khas Minangkabau? Akan diterima dengan rasa penuh syukur 😳 .

Selama ini, dari sekian banyak jenis makanan sebagai oleh-oleh dari tanah Minang, semenjak usianya kicik, Nak Bujang fokusnya hanya pada rendang, dendeng, dan keripik sanjai balado.

Oleh-oleh kuliner khas Minang kerupuk kuning

Dia bisa nyantai menggado rendang, nyamil dendeng, serta menghabiskan keripik sanjai balado dengan ukuran lumayan dalam sekejap. Walau lidahnya kepedasan, tapi ngunyahnya susah berhenti hingga makanannya ludes.

Sedangkan untuk camilan khas Minang lainnya, dia hanya mencicipi sekedarnya, bahkan ada yang nggak disentuhnya sama sekali.

Nah, untuk kerupuk kuning sarang balam, sebutan lainnya kerupuk roda gandiang, atau kerupuk golong atau di kampung kecil asal saya dikenal dengan nama ‘kue sari’ (ntah, mungkin ini dulu mengacu ke merek dagang kerupuknya), saya malah pernah beberapa kali membelinya di pasar lumayan besar di perantauan, yang menjualnya orang perantauan Minang juga. Tapi anaknya nggak tergugah seleranya untuk mencicipinya, cuma dilirik doang, mengsedih.

Ternyata Nak Bujuang butuh momen tertentu untuk menyukai makanan yang penampakannya biasa saja menurutnya itu.

Ketika Ibunda saya berpulang sekitar awal Maret 2025 lalu, di rumah adek di Kepulauan Riau, saat kami berkunjung waktu itu, kebetulan adek saya membeli kerupuk kuning sarang balam ini.

Nak Bujang yang kala itu makan nasi masih harus ditemani yang kriuk-kriuk, maka kerupuk kuning sarang balam ini dijadikannya lah teman makan.

Lidah Nak Bujang saya terkesima dengan kriuk-kriuk dan cita rasa singkong yang dibumbuin kunyit pada si kerupuk. Apalagi saat keponakan menjadikan si kerupuk kuning sarang balam sebagai topping saat makan mie rebus, dia ikut mencobanya. Beuh, rasanya mantap katanya.

Nak Bujang penasaran, kok saya sebagai Emaknya nggak pernah memperkenalkan itu kerupuk ke dia.

Saya sebagai Emak, tentu saja mendelik, “Kerupuk kuning ini adalah salah satu camilan tradisional khas Minang. Tentu saja Mama sudah pernah membeli dan memintamu untuk mencoba mencicipinya, tapi kamu selalu memilih hanya keririk sanjai sajo.”

Nak Bujang mengingat-ingat, tapi tetap nggak ada yang bisa digali diingatannya, karena dulu dia mengabaikan keberadaan si kerupuk kuning sarang balam, dibiarkan tergeletak di meja begitu saja.

Balik dari Kepri, sesampainya di tempat tinggal sendiri di perantauan, Nak Bujang request pada saya Emaknya untuk menuntaskan lidahnya akan kerupuk kuning sarang balam ini. Saya akhirnya memesan online keripik kuning sarang balam dan kawan-kawannya.

Saat itu saya memilih membeli dari pusat oleh-oleh yang pengirimannya dari daerah Payakumbuh, tanpa ekspektasi apa-apa sih, hanya nyoba beli hasil karya MakEmak Payakumbuh yang termasuk kreatif juga dalam membuat inovasi kuliner khas. Alhamdulillah, Nak Bujang suka pakai banget.

Tapi, ada satu oleh-oleh yang saya beli saat itu, rasanya kurang sreg di lidah Minang saya yang sudah lama di perantauan, yaitu kipang pias, padahal camilan kipang pias berbahan kacang tanah khas Minang ini aslinya enak dan rasanya selalu bikin kangen. Sepertinya saya lagi kurang beruntung aja.

Berikut adalah list oleh-oleh kuliner khas Minangkabau yang dijadikan sebagai buah tangan berupa makanan yang wajib dibeli untuk dicicipi di rumah bersama keluarga tercinta atau berbagi dengan kerabat, selain rendang kering dan dendeng balado kering tentunya:

1.Keripik/Kerupuk/Karupuak Sanjai

Oleh-oleh khas Minang keripik sanjai balado

Keripik atau kerupuk berbahan singkong nan renyah dan empuk ini memiliki varian rasa pedas atau balado, sanjai kuning tawar, dan sanjai original (tanpa pewarna) hanya diberi rasa sedikit asin. Nak Bujang saya paling suka dengan sanjai balado manis pedas dijadikan camilan, sedangkan keripik sanjai putih asin untuk dijadikan kerupuk makan nasi.

Pernah ketika membeli oleh-oleh secara langsung di Padang kota dan dia melihat ada level extra pedas pada kemasan sanjai balado, dia membeli dan mencobanya juga. Tapi yang menjadi favorit tetap sanjai balado manis pedas standar.

2. Kerupuk Kuning Sarang Balam

Kerupuk kuning sarang balam merupakan olahan singkong diparut kasar yang diberi kunyit dan rempah dari bahan alami, kemudian dibentuk seperti bulatan pipih yang juga disebut “roda”, makanya sering juga disebut kerupuk roda gandiang.

kerupuk kuning sarang balam

Kerupuk kuning sarang balam rasanya gurih dengan tekstur renyah dan kriuk saat digigit. Selain sebagai camilan yang dimakan langsung, keripik kuning sarang balam sering sebagai pendamping teman makan soto, lontong sayur, mi kuah, hingga teman makan nasi seperti yang pernah dicoba Nak Bujang.

Cara makan kerupuk kuning sarang balam yang maknyus bin seru untuk pendamping makanan berkuah ala saya yaitu, kerupuk kuning sarang balamnya diremukkan pakai tangan, kemudian ditabur di atas soto, lontong sayur, ataupun mi kuah, selanjutnya tinggal disendok bersama makanan utamanya, kriuk-kriuk nyes!

3. Rakik Maco alias Peyek Minang

Camilan bernama rakik maco merupakan peyek khas Minangkabau yang diberi topping ikan kering yang disebut ‘bada maco’. Rakik bisa juga sebagai pendamping makan nasi pengganti kerupuk.

Selain rakik maco, sebenarnya banyak varian rakik khas Sumatera Barat lainnya. Kalau taburannya kacang tanah, maka disebut rakik kacang. Jika taburannya kacang ijo, maka disebut ‘rakik kacang padi’. Jika taburannya rebon, maka sebutannya ‘rakik udang saia’.

Yang membedakan rakik Padang dengan peyek pada umumnya, selain rasa yang lebih kaya bumbu dengan sedikit rasa pedas, juga pada bentuknya.

Umumnya peyek bentuknya tidak beraturan, akan tetapi rakik khas Minang berbentuk lingkaran atau persegi empat sempurna, sebab ada cetakan khusus membuat rakik yang digunakan saat menggoreng adonannya.

Nama rakik maco disematkan sepertinya juga dipengaruhi oleh proses penggorengan rakik, adonan yang sedikit encer dituang ke cetakan, tipis dan rata kemudian ditaburi toping yang dipilih, selanjutnya dengan cetakan di taruh ke atas minyak panas dalam wajan hingga adonan mengapung di minyak, persis seperti rakit (Minang: rakik) saat ditaruh di atas air.

Rakik maco ini rapuh dan mudah remuk, jika membawanya sebagai buah tangan atau oleh-oleh, maka pastikan pengemasannya aman.

foto rakik maco khas Minang

Ke-3 jenis makanan kering di atas wajib beli kalau saya harus memilih di antara sekian banyak makanan kering khas Minang yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh atau buah tangan, sebab saya suka nyamilin ketiga makanan di atas :mrgreen: .

Bagi Temans yang kebetulan berkunjung ke Sumatera Barat, pilihan lain sebagai oleh-oleh camilan kering khas Minang yaitu Karak Kaliang (angko 8) camilan dari singkong juga, Dakak-dakak (camilan berbentuk dadu dari singkong) atau yang berbahan tepung beras khas Simabur Tanah Datar Sumatera Barat.

Ada juga berbagai varian Kipang khas Minang, mulai dari kipang kacang, kipang beras, dan juga kipang jagung. Buah tangan pilihan lain ada Galamai atau dodol khas Minang.

Tips Membeli Oleh-oleh sebagai Buah Tangan Khas dari Minangkabau:

Beli di toko oleh-oleh terpercaya atau yang direkomendasikan kenalan penduduk setempat. Walaupun begitu, makanan urusan lidah dan selera, sebelum memutuskan membeli banyak, coba dulu beli kemasan kecil dan cicipi. Bukan hanya mencicipi sample yang disediakan.

Jika membeli bukan di tempat produksi langsung, yang bisa memilih produk baru untuk dikemas, maka perhatikan benar-benar tanggal kadaluwarsa produk pada kemasannya.

Sekiranya akan membeli dalam jumlah banyak, apalagi di tempat produksi langsung yang biasanya suka ada harga grosir. Coba cari tahu infonya, kan lumayan diskonnya. Etapi kalau belinya pas liburan lebaran, jarang ada sih, biasanya ruame yang beli soale, hehe.

Bagaimana denganmu Temans, sudah pernah mencoba mencicipi camilan khas Minang sebagai buah tangan yang dibawa langsung dari Ranah Minangkabau sebagai bagian dari wisata kuliner? Camilan apa yang paling berkesan dan ingin membelinya juga? Boleh dong berbagi cerita.

Salam jejak #Kuliner khas atau makanan tradisional dari mata, rasa dan pikiran YSalma.

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)