Blogger Care: Bencana Banjir Sumatera Terparah, Masih Butuh Uluran Tangan


Bencana banjir di tiga wilayah Sumatera bagian ujung, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang terjadi pada 26 November 2025, perlu kepedulian dari berbagai pihak dan butuh banyak uluran tangan orang baik.

Berdasarkan data BNPB per 4 Desember 2025 yang dirilis Detik, ada 836 korban meninggal dunia dan 518 korban hilang. Kondisi lapangan di hampir semua lokasi terdampak banjir hancur lebur.

Blogger care bencana banjir sumatera

Bahkan Gubernur Aceh Bapak Muzakir Manaf menyebutkan bencana banjir di penghujung November hingga awal Desember 2025 bak Tsunami kedua, empat desa hilang dan banyak nyawa yang jadi korban.

Sementara di grup-grup WA Dunsanak se kampung halaman yang saya ikuti, pada menyebutkan bahwa banjir di wilayah Sumatera Barat dan juga Sumatera Utara merupakan yang terparah.

Luapan sungai-sungai yang membawa gelondongan kayu, menghanyutkan rumah, menghancurkan jembatan, memutus ruas jalan, meluluh lantakkan persawahan.

Kondisi pasca banjir sangat butuh penanganan dan bantuan segera dari berbagai pihak. Bukan sibuk menunjuk siapa yang salah, tapi harus memulihkan kondisi dulu, baru setelah kondisi membaik, nanti wajib melakukan evaluasi.

Baca juga tulisan: Dengar Alam Bernyanyi.

Blogger Care Sumatera, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas

Relawan yang sigap sudah bergerak menggalang bantuan dan meng-update informasinya melalui media sosial. Donasi terkumpul miliaran, ada juga dalam bentuk sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, kebutuhan bayi, dan banyak lagi.

Akan tetapi, akses jalan ke lokasi bencana masih terputus di beberapa titik, sehingga penyaluran bantuan masih terhambat. Bahkan beberapa daerah masih ‘terisolir’ sebab jaringan listrik dan internet ikut ‘lumpuh’.

Selama rentang banjir, saya membaca informasi di grup WA dari orang kampung yang kebetulan merasakan dampak banjir secara langsung.

blogger care banjir sumatera padang
Foto: Alfian Chan

Seperti info dari Uni Elvayeni yang mengajar di Sibolga dan sudah jadi mantu orang sana, berkabar kalau keluarganya selamat, rumahnya memang kena banjir, tapi rumah anaknya yang terendam agak parah. Ketika kondisi banjir sudah mulai surut, akses keluar masih terputus, sebab daerah di lingkungan sekeliling masih terendam, sementara stok bahan makanan semakin menipis. Beberapa hari setelahnya, beliau update lagi bahwa sudah ada akses ke bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ada juga info tentang salah satu warga kampung yang sedang menjalankan tugas membantu evakuasi korban banjir longsor di Jembatan Kembar Silaing Bawah Padang Panjang, Sumatera Barat, ikut menjadi korban. Beliau gugur saat menjalankan tugas. Keluarga beliau rumahnya tidak terkena air banjir, tapi anak dan istrinya merasakan dampak kehilangan kepala keluarga karena banjir dan longsor yang terjadi. Selamat jalan Serda Robi.

Sedangkan di grup Komunitas Blogger, tepatnya di Komunitas Bloggercrony Community, teman-teman blogger yang menjadi saksi hidup sekaligus korban banjir Sumatera juga berbagi cerita tentang betapa hebatnya banjir yang melanda kali ini.

Saya ikut mencatatkan sedikit kisah dampak banjir Sumatera 2025 dalam bentuk postingan di blog, sebagai salah satu ikhtiar untuk mengetuk hati yang membaca, menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap apa yang sedang melanda sebagian negeri.

Bahwa banjir parah yang dialami masyarakat Sumatera masih butuh bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak.

Aceh Masih Banyak yang Terisolasi

Relawan DT Peduli Aceh, Ibu Balqis yang merupakan mitra Bloggercrony dalam penyaluran donasi bencana, menginformasikan bahwa beliau mengalami dan menyaksikan banjir dan longsor di Aceh.

“Belum selesai bencana longsor dan banjir kemarin, tadi malam air sungai meluap. Di tempat tinggal saya, Aceh Besar, listrik, jaringan komunikasi, dan air sudah mati selama 4 hari. Kami belum bisa menghubungi keluarga yang juga terdampak banjir. Keponakan saya terpisah dari orang tuanya dan tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang, apakah sudah berkumpul atau belum. Sampai sekarang belum bisa terhubung,” ungkap Ibu Balqis.

Akses jalan dari Medan ke Aceh masih terputus, hingga kendaraan pengirim bantuan tidak bisa lewat. Jalan dari Banda Aceh juga belum bisa dilalui menuju daerah terdampak banjir.

Kak Rais, salah satu member Bloggercrony juga memberikan info tambahan tentang banjir Aceh, “Kondisi di Aceh itu sebenarnya jauh lebih parah, banyak yang tak tersampaikan karena belum bisa mengirimkan dokumentasi. Hanya disampaikan melalui mulut ke mulut”.

Sementara info banjir Aceh yang lewat beranda FB yang saya miliki, memberitakan bahwa daerah Bener Meriah masih terisolasi.

Informasi tersebut diperkuat oleh Kak Eni di grup Bloggercrony, beliau mendengar langsung dari keponakannya bahwa daerah Aceh yang masih terisolasi dan perlu perhatian lebih saat ini adalah Takengon dan Bener Meriah.

Tapanuli Tengah dan Langkat Perlu Bantuan

Per tanggal 4 Desember 2025, berdasarkan informasi dari salah satu member Bloggercrony yang keluarganya di daerah Langkat, yang juga terdampak banjir sekitar 1 meter, untungnya akses internet untuk komunikasi masih lancar, mereka belum mendapatkan bantuan dari pihak luar. Kondisi di luar Aceh berembuk bagaimana cara tepat mengirim bantuan ke Aceh.

Di berita juga ada info tentang warga Tapanuli Tengah yang sudah 9 hari belum mendapatkan bantuan, membuat mereka berjalan kaki melewati longsor sejauh puluhan kilometer yang ditempuh dalam waktu 4 jam menuju desa terdekat di Tapanuli Utara yang sudah ada akses kendaraan.

Banjir Bandang dan Longsor Melumpuhkan Sumatera Barat

Saya yang berada di perantauan di Kabupaten Bogor, dari hari pertama banjir sudah menonton banyak video di grup WA kampung halaman, pada menginfokan sungai Batang Bayang meluap.

blogger care banjir sumatera jembatan akar

Objek wisata jembatan akar di daerah Pulut-Pulut dihantam aliran air, pada berharap jangan sampai salah satu ikon wisata di Banyang Utara hanyut kebawa arus.

Beberapa desa di Kecamatan Bayang Utara juga lumpuh. Jalan tembus ke daerah Alahan Panjang terputus. Di desa Koto Ranah, Pancung Taba banyak rumah yang terbawa arus dan yang tersisa onggokan kayu dan lumpur.

Alhamdulillah, per tanggal 2 Desember 2025, saya juga sudah membaca informasi melalui video dan foto, bahwa sudah mulai dilakukan pembersihan pasca banjir menggunakan alat berat. Daerah yang tidak bisa diakses melalui jalan darat, diakses menggunakan helikopter.

Juga sudah ada bantuan makanan dari relawan dari berbagai komunitas dan juga Bupati Pesisir Selatan.

blogger care banjir sumatera bayu
Foto: Kampuang Kito

Sementara itu, di daerah Padang kota, masih banyak perumahan yang terdampak banjir bandang yang masih tertutup lumpur.

Salah satu teman kuliah, melalui siaran langsung di FB, memperlihatkan kondisi perumahan salah satu muridnya di daerah Batu Busuak yang ruas jalannya hancur, penuh genangan lumpur. Masih butuh air bersih.

Ada juga teman SMP yang memperlihatkan kondisi salah satu perumahan, yang dulunya merupakan perumahan impian banyak orang di Padang kota, luluh lantak oleh banjir bandang.

Setelah banjir surut, pantai Padang dipenuhi tumpukan kayu berbagai ukuran.

Catatan di atas, hanya sebagian kecil dari gambaran dampak banjir. Saya dan teman-teman yang ada di perantauan, yang hanya mengikuti berita dari video, ikut merasakan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah.

Agar keadaan setelah banjir kembali membaik, langkah yang diperlukan adalah melakukan tindakan nyata melalui kemampuan masing-masing untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Sumatera, yang sedang bertahan dan berjuang hidup di tengah puing-puing tempat tinggal akibat banjir.

Ibarat pepatah orang Minang, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Basamo mangko manjadi“.

“Pekerjaan berat akan terasa ringan jika dikerjakan bersama-sama, dan pekerjaan ringan akan lebih mudah lagi bila bersama-sama. Cermin semangat gotong royong, kebersamaan, dan saling membantu dalam suka maupun duka. Mari lakukan bersama-sama”.

Seperti tindakan nyata yang sudah dilakukan JNE dengan memberikan fasilitas pengiriman bantuan gratis, atau Telkomsel yang memberikan kuota internet gratis. Maka kita juga dapat menyalurkan bantuan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Yang memiliki kepiawaian merangkai kata melalui tulisan, mari menulis. Yang jago ngonten, mari buat konten himbauan ‘uluran tangan’ untuk membantu. Yang memiliki rezeki lebih, mari berdonasi semampu dan seikhlasnya.

blogger care donasi bcc

Bagi Teman-teman yang ingin memberikan bantuan dengan berdonasi untuk membantu korban bencana banjir di Sumatera, bisa melalui Bloggercrony Community dalam program #BloggerCareSumatera.

Nantinya donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui mitra Bloggercrony di lokasi bencana, dan atau langsung kepada blogger yang terdampak bencana.

Berikut rekening donasinya, Temans:

BANK MANDIRI
Atas nama PERKUMPULAN KOMUNITAS BLOGGERCRONY
Nomor rekening: 1010013224892
*Tambahkan kode 12 pada nominal donasi, misal Rp100.012

Seberapapun yang Temans donasikan, akan sangat berarti bagi yang menerima dan yang sedang membutuhkan.

Semoga kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera pulih, dan semua bantuan sampai ke tangan yang tepat. Barakallah.

Note: Donasi #BloggerCareSumatera via Bloggercrony Community sudah ditutup pada Senin, 8 Desember 2025. Semoga dana yang terhimpun bermanfaat, berkah untuk semuanya.

Salam dari jejak catatan #Kabar anak negeri dari mata, rasa dan pikiran YSalma.

12 comments

  1. Cepat pulih untuk Sumatera, Aceh Tapanuli dan kini menyusul daerah Jawa Barat, semoga bencana ini jadi pelajaran ya mba, merawat alam itu penting, mengambil dg serakah begini akibatnya.. semoga banyak bantuan utk semua yg terkena musibah

    Disukai oleh 1 orang

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)