Resiko Tanaman di Pot


Resiko Tanaman di Pot kalau ditinggal cukup lama sama pemiliknya akan kekeringan, secara akarnya belum sampai ke tanah untuk bisa mencari air sendiri. Ini dialami oleh pohon rambutan yang saya tanam di pot. Walau di tempatkan di area terbuka, yang mana kalau hari hujan akan kena air hujan langsung dan kalau hari panas akan langsung kena cahaya matahari.

Padahal tanaman dan hewan peliharaan sudah di titipkan sama satpam komplek. Berhubung kami meninggalkan rumah sekitar 11 hari, persediaan air di toren habis, mesin air saya matikan, jadilah untuk siram-siram tanaman tidak ada air.

Kalau tanamannya se pot dua pot, mungkin masih bisa dicarikan air sambil menenteng ember, lha ini pohon di potnya lumayan juga.

Resiko Tanaman di PotMana pohon rambutannya bersebelahan dengan tanaman cincau perdu yang daunnya sudah merimbun, menutupi pot rambutan. Nah saat hari hujan, pohon rambutan sepertinya hanya kebagian tetes-tetes air aja, mengeringlah semua daun-daunnya, resiko tanaman di pot πŸ˜₯ .

Untung batang utamanya si rambutan belum mati, mudah-mudahan bisa diselamatkan. Akhirnya daun-daun keringnya dirontokkan, ranting-ranting yang sudah mati di potong. Mudah-mudahan setelah tanahnya di gemburkan, di siram dengan cinta, nantinya akan muncul pucuk-pucuk muda daun rambutan nan hijau. Semoga πŸ™‚ .

Tips untuk menghindari resiko tanaman di pot mengering kalau ditinggal lama: Tempatkan pot di area terbuka. Pangkas rapi daun-daun tanaman yang mudah tumbuh, biar ga merimbun keman-mana. Beri jarak yng cukup antar pot.

Secara yang dititipkan untuk merawat tanaman bukan pemiliknya langsung, rasa memilikinya tentu tidaklah sama. Mana si satpam diamanahi juga untuk merawat kucing dan kura-kura. Akhirnya perawatan tanaman terkalahkan. Walaupun si satpam diberi kompensasi lebih dari cukup.

Dari peristiwa mengeringnya pohon rambutan ini, walau itu resiko punya tanaman di pot yang memang memerlukan perawatan dan perhatian lebih.

Sempat terpikir, bagaimana dengan orangtua pekerja yang menitipkan pangeran atau bidadari kecilnya lebih dari satu, kepada asisten rumah tangga yang kurang rasa tanggung jawab ?

Mana si asisten juga di beri tugas untuk membereskan rumah dan menyiapkan makanan. Walaupun bayarannya lebih dari cukup, tetapi kalau rasa ‘menjadi bagian keluarga’ tak dimiliki si asisten, sepertinya para orangtua perlu waspada terhadap perkembangan buah hatinya *pikiran emak-emak ngelantur kemana-mana 😳 .

24 comments

  1. Waaa,… sayang ya mbak kalo sampe mati itu pohonnya. iya sih mbak, sayang kalo anak di titipkan ke asisten rumah tangga, kecuali ada hal khusus yang mau nggak mau harus dilakukan

    • iya Bee,
      asistennya harus benar-benar bisa di percaya dan tentunya sayang sama anak-anak. Krn anak2 itu aktif dan pemikirannya bukan seperti orang dewasa yang banyak pertimbangan.

Tinggalkan Balasan ke ysalma Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.