Nikmat dan Serunya Buka Bersama (Bukber) Sahabat


Mencatatkan pengalaman nikmat dan keseruan buka bersama (Bukber) yang dilakukan bersama sahabat dan keluarga. Sebuah kegiatan yang membuat kita selalu ingin melakukannya setiap Ramadhan. Buka bersama biasanya dilakukan dengan teman kerja, mantan teman kerja satu tim, teman seangkatan sekolah, teman atau sahabat sebuah komunitas.

Akan tetapi, kalau yang ditampilkan oleh anggota yang terlibat dalam acara buka bersama adalah ‘keegoan’ pribadi dan keinginan untuk menonjolkan diri (AKU) ‘saat ini’ kepada anggota yang lain yang hadir. Percayalah, pertemuan apapun termasuk acara bukber tidak akan berlangsung berulang-ulang, lagi dan lagi.

Nikmat dan serunya bukber bersama sahabat, teman sekolah atau kuliah, bukan terletak pada banyak dan jenis hidangan yang terhidang pada saat berbuka lho.

Trus, apa nikmat dan serunya buka bersama (bukber) tersebut?

*Courtesy of Edson T.
*Courtesy of Edson T*. Kurang rame, banyak yang ga bisa datang.

Tentunya kebersamaan-nya!
Hilang sejenak dari rutinitas pembicaraan masalah pekerjaan. Menjemput kembali masa lalu saat belum menjadi siapa-siapa. Tak harus menjemput cerita lengkap masa lalu, tetapi cukup menertawakannya bersama-sama.

Saat ngumpul bisa membahas apa saja, politik, keluarga, ‘ngenyek’ teman sendiri, tanpa harus jaim. Secara semuanya sudah saling tau kartu masing-masing.

Pulang bukber membawa energi positif untuk melanjutkan kehidupan.

Saya dan teman-teman Politeknik yang berada di sekitar Jabodetabek + Karawang, mempunyai kebiasaan berbuka bersama setiap tahunnya. Ini sudah dimulai sebelum kami mempunyai keluarga masing-masing.

Dulu, tempat bukbernya masih di rumah kontrakan (saya dan sahabat perempuan satunya). Sekarang, bukber diadakan dari rumah satu ke rumah lainnya.

Sistem yang kami terapkan dari dulu sampai sekarang, tetap sama. Untuk menu berbukanya kita bukan saweran, tetapi membawa yang sanggup dan bisa dibawa, lauk pauk, sayur, snek, takjil dan buah. Nasi dan air minum tanggung jawab tuan rumah *tuan rumah biasanya suka nyiapin menu yang lainnya juga, tentunya dengan kesadaran sendiri 😆 .

Buka bersama sahabat ini sudah berlangsung sekitar 16 tahun (mulai sejak 2 tahun setelah kami meninggalkan kampus, saat teman-teman laki yang sudah selesai kontrak kerjanya di negeri Jiran, kemudian melanjutkan merantau dan kuliah di sekitar Jabodetabek).

Gak selalu rutin sih, sempat juga vakum. Gak selalu lengkap juga yang bisa datang, tetapi nikmat dan serunya berbuka bersama tetap dapat 🙂 .

Kok bisa tetap ngumpul minimal 1 tahun sekali? Ada yang mengkoordinir tentunya.
Kebetulan, kami satu angkatan dan satu jurusan hanya sekitar 45-an orang. Dari mulai Ospek, Diksarmil, dari awal sampai selesai ya sama-sama kecuali yang ga naik tingkat. O iya, kami dibagi dalam 2 kelas *kayak anak SMA aja ya 🙂 * yang ada ketua dan wakil ketuanya juga.

Nah, kebetulan ketua dan wakil ketua waktu kuliah ini, berlanjut percintaan masa kuliahnya ke pelaminan dan membentuk keluarga SaMaRa. Merekalah yang mengkoordinir acara ngumpul-ngumpul 😉 .

Teman-teman cowok kalau ingin ngumpul-ngumpul, tinggal hubungi Ketua. Nanti Ketua akan berbicara sama belahan jiwanya yang dulu Wakil Ketua. Wakil Ketua kemudian menghubungi teman-teman perempuan.

Kemudian, kita yang perempuan yang rembuk menu bukanya, serta bagi-bagi tugas bawaan. Seru kan 😀 .

Buka puasa tahun lalu di Bekasi Barat, saya tak bisa hadir.
Kemaren, Sabtu tanggal 12 Juli 2014 kami melakukan buka bersama di rumah salah satu sahabat di daerah Sawangan Depok.

Perjalanan yang saya tempuh dari rumah di Kabupaten Bogor sampai tujuan menghabiskan waktu 2,5 jam. Nyampai di tempat tujuan sekitar pukul 19.00 *sya dan keluarga mbatalin puasanya di perjalanan*.

Teman-teman lain ada yang sudah datang dari pukul 17.00 WIB. Teman yang dari Bekasi Barat dan Cikarang, selisih waktu datangnya sekitar 15 menit, ada yang sebelum dan ada yang sesudah saya.

Sholat, makan bersama, ngobrol ngalor ngidul sekitar 2 jam-an. Kami berpamitan ke tuan rumah, dimana sebelumnya sudah ada yang bersedia ke tempatan rumahnya, untuk berbuka bersama di Ramadhan tahun depan, Inshaa Allah.

Saya nyampai rumah lagi sekitar pukul 23.00 WIB. Berkegiatan di Jakarta dan sekitarnya memang menghabiskan waktu di jalan yang lebih banyak, macetnya euy 😀 .

Kalau memikirkan banyaknya waktu yang terbuang di jalan, mungkin takkan ada yang hadir di setiap acara buka bersama. Tetapi, kebersamaan dan silaturrahim yang terbangun dari bukber itu, tak bisa di cari di tempat lain.

Bagi kami yang berpasangan dengan yang di luar lingkup pergaulan sebelumnya, dari daerah yang berbeda, adat kebiasaan berbeda, seperti pasangan saya dan beberapa teman lain. Mereka menjadi pendengar yang baik di acara bukber, sepertinya bagi pasangan acaranya mungkin akan terasa lama. Secara, kami ngeriungnya dengan bahasa daerah. “Ma’af kan kami ya, Mbak dan Mas” :mrgreen: .

Tetapi, melihat senyum dan tawa lepas pasangan, saat berkumpul dengan teman-temannya di waktu bukber, itu mungkin menjadi sebuah kebahagian tersendiri bagi pasangan.

Silaturrahim dalam persahabatan itu tak bisa dinilai dengan uang, atau hitungan matematika untung rugi. Nikmatnya makan dan tertawa bersama dengan sahabat, itu tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Beruntunglah mereka yang mempunyai sahabat.

Tetaplah jaga dan rawat persahabatan itu, dimanapun dia berada. Persahabatan yang kita, kau, aku, miliki ya, Temans  🙂 .

Terima kasih sudah membaca catatan Ramadhan kali ini, semoga kita tetap diberi kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadhan berikutnya dan bisa mengadakan dan menghadiri acara buka bersamanya. Aamiin.

24 comments

  1. […] Buka bersama sahabat yang biasa saya hadiri dari waktu masih belia dulu, dua tahun terakhir ini saya tidak bisa ikutan hadir, karena tanggalnya bentrok dengan kegiatan anak. Seperti biasa, kegiatan emak pun harus mengalah. *Emak-emak masih aja sibuk mikirin bukber? Iya dong. Kan ngumpul bareng sohib lama salah satu yang bisa bikin ngakak dan merasa masih pada muda 😳 * […]

    Suka

  2. […] Buka bersama sahabat yang biasa saya hadiri dari waktu masih belia dulu, dua tahun terakhir ini saya tidak bisa ikutan hadir, karena tanggalnya bentrok dengan kegiatan anak. Seperti biasa, kegiatan emak pun harus mengalah. *Emak-emak masih aja sibuk mikirin bukber? Iya dong. Kan ngumpul bareng sohib lama salah satu yang bisa bikin ngakak dan merasa masih pada muda 😳 * […]

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Undangan Buka Bersama (Bukber) Mulai Bergema di Grup. Akankah Sebatas Wacana? | YSalma Batalkan balasan