Awal Ramadhan 1433H Berbeda, Puasanya tetap pul :)


Awal Ramadhan 1433H tahun 2012 ini akankah berbeda lagi?. Dua organisasi besar Islam di Indonesia mempunyai cara penetapan dan kesepakatan pengesahan yang sedikit berbeda. Muhamadiyah jauh-jauh hari sudah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Jum’at tanggal 20 Juli 2012.

Sementara Pemerintah dan NU pada hari ini tanggal 19 Juli baru akan melakukan Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadhan. Sementara Kalender Masehi yang di gantung di dinding rumah, tanggal merah yang di perkirakan sebagai awal Ramadhan adalah tanggal 21 Juli 2012.

Awal Ramadhan 1433H berbeda menimbulkan sedikit diskusi kecil dalam keluarga ysalma.

Secara juniornyaΒ  dengan pemikiran anak-anaknya tidak bisa sepenuhnya lagi mengikuti semua kegiatan orangtuanya, tanpa bertanya sesuai dengan pemahaman dan pemikiran umurnya.

Jauh-jauh hari dia sudah melihat tanggalan, dan men-suggest dirinya bahwa puasa itu tanggal 21 Juli 2012. Kemudian dia mendengar di TV, ada yang menetapkan awal Ramadhan tanggal 20 Juli 2012. Nenek yang sedang berada di rumah juga langsung memastikan, dengan menelpon cucunya yang lain, masjid tempat biasanya beliau berjama’ah, awal Ramadhannya hari apa?. Ternyata hari Jum’at tanggal 20 Juli 2012. Lebaran tahun lalu, beliau berlebaran juga berbeda hari dengan anak dan cucunya.

Walaupun dalam catatan Ramadhan junior, ini bukan yang pertama. Melihat situasi tersebut, junior mulai mempertimbangkan dengan pikiran anak-anaknya, “latihan puasanya kalau masih bisa ditunda satu hari, kenapa enggak?” :oops:. Junior mulai mengajukan “proposal” ke emaknya, dia mau ikut puasa yang hari Sabtu aja. Emak mengijinkan, dengan memberikan pengertian, hari itu yang paling di yakini hatinya. Awal Ramadhan 1433H boleh berbeda, tetapi Puasnya tetap pul :). Hitung-hitung belajar menghormati perbedaan.

“Mereka yang menetapkan awal Ramadhan adalah orang-orang ber-ilmu, yang kita sebut sebagai pemimpin. Kalau terjadi perbedaan, ikutilah yang paling kita yakini. Jangan disibukkan oleh perbedaannya, tetapi konsisten dengan pilihan yang sudah kita yakini dan menghormati pilihan yang lainnya”. Karena yang paling benar itu adalah DIA Yang Maha Tahu.

Yang kurang benar adalah ikut puasa yang belakangan ( Sabtu, 21 Juli) tetapi kalau nanti Lebarannya juga berbeda hari, pindah, ikut lebaran yang duluan (19 Agustus). Nah itu namanya memilih yang enak menurut diri sendiri aja. Pilih awal Ramadhan dengan keyakinan, lakukan dengan keikhlasan, konsisten sampai akhir. InsyaAllah hikmah puasa sebagai latihan diri dalam segala hal menjadi kebiasaan kita di bulan-bulan berikutnya.

Marhaban Ya Ramadhan, Selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi yang melaksanakan. Semoga, Saling Menghargai dan Menghormati tetap menjadi budaya sehari-hari πŸ™‚.

Iklan