Anak ‘Cerewet’ Saat Mengerjakan Tugas Sekolah


Minggu-minggu belakangan ini anak sekolah disibukkan dengan ulangan tengah semester. Begitu juga dengan Junior ysalma yang masih murid kelas 1. Tugas rumah dari sekolah agak lebih banyak dari biasanya, sehingga ‘cerewet’-nya semakin agak menjadi.

Kalo lagi mengerjakan tugas sekolah itu, wajah Emak harus kelihatan. Kalo gak, dia sibuk manggilin Emak mulu, bukan untuk menanyakan jawabannya apa, tetapi untuk bertanya, ‘ini maksud kata atau kalimatnya apa’.

Sama aja yaa 😛 .

Soal : Ibu …. nasi di dapur.

(Junior langsung bersuara dengan penuh semangat, ini pasti jawabannya, “Memasak”).

Pilihan jawaban yang ada: a. merebus       b.  menumbuk    c. menanak

Si Junior auto bersuara setelah membaca jawaban pilihan ganda yang tersedia, “Wah, kenapa pilihan jawabannya cuma ini.”

“Menumbuk,  apa sih maksudnya, Mam,” katanya. Emak kemudian menerangkan sambil memberikan contoh sederhana yang mudah dipahaminya.

“Kalo menanak apa, Mam,” kata  junior lagi. Emak menerangkan lagi dengan contohnya.

“O, berarti menanak ini jawabannya. Emang menanak itu bahasa mana, kok bukan memasak aja” protes dia sambil menulis jawaban.

Junior melanjutkan membaca ke soal berikutnya.

Soal: Peralatan untuk permainan kasti adalah …

Pilihan Jawaban: a. bola    b. jaring      c. keranjang

Junior sibuk bergumam sendiri, “Permainan kasti, permainan kasti,” sembari mengetuk-ngetukkan pensil yang dipegang ke meja. Dan buntutnya sudah pasti bertanya lagi.

“Mam, main kasti itu kayak gimana? Kok aku ga pernah lihat dan ga ada tuh di permainan teman-temanku.”

Emak memaklumi si Junior yang hingga seusia itu memang belum pernah melihat dan mencoba permainan kasti, secara sekolah play group dan TK-nya memiliki halaman terbatas. Emak pun memberikan gambaran tentang permainan kasti yang merupakan permainan favorit Emak dan kawan-kawan waktu masih kecil hingga usia Sekolah Dasar di kampung sana.

“O,, kalo gitu, jawabannya menggunakan bola dong” sambil menyilang jawaban, sambil bersuara juga, “Seru juga main kasti ini kayaknya, Mam. Kapan-kapan nyoba ahh, kan bolanya bisa menggunaka bola bekel. Tapi mau main dimana yaa, lapangannya ga ada yang luas,” dia menunjukkan wajah sedih 😦 .

Soal berikutnya: Mendapatkan sebuah tropi termasuk peristiwa yang …

a. menyenangkan    b. menyesakkan     c. menyedihkan

Junior sudah tau kalo jawabannya a. menyenangkan, tetapi sangat penasaran dengan pilihan b. menyesakkan.

“Emang menyesakkan itu apa sih, Mam,” katanya sambil mengetukkan pinsil ke meja.

Emak bertanya balik lagi, “Emang  jawaban dari soalnya belum ketemu ya.”

“Udah sih, taapii, menyesakkan itu, aappaaa!”

Dalam hati emak, “Aduh, Nak, kalo udah tau jawabannya, lanjutkan dulu ke soal berikutnya, tanya-tanyanya nanti aja, kalo soalnya ada 50 soal, kapan mau selesainya, semua kata baru yang menarik dipertanyakan dan harus jelas dulu.”

Saat-saat tertentu seperti ketika mengerjakan tugas sekolah, emak merasakan juga dilema seorang guru, lebih dari dua aja punya murid yang tipikalnya seperti Junior, mempertanyakan semua kata dan kalimat yang menarik dan kurang dipahami, kalau sang guru lagi bad mood atau sedang banyak target mengajar, emosi sang guru bisa arghhhh. Yang sabar ya para Ibu/Bapak Pendidik, menghadapi anak-anak yang banyak tanya alias ‘cerewet’ 🙂 . Rasa penasaran anak di usia segitu nampaknya memang lagi aktif-aktifnya.

44 comments

  1. Sebetulnya si kecil bukan cerewet mbak tapi dia itu kritis untuk lebih tau heeee….memang benar mengajar itu membutuhkan kesabaran, apa lagi ngajar anak kecil

    Suka

  2. kalau guru bilang orang tua ni yang mendidik anak cerewet atau tidak, karena karekter anak terbentuk pertama di rumah, teruta bundanya. heeeee ….. heeeeeee, hanyo sapa yang bikin si kecil cerewet? ysalma kan? 😳
    tapi dari cerita bunda tadi sikecil tidak cerewet lo, malah dia cerdas.

    Suka

  3. Memang banyak sekali istilah yang nggak familiar ditelinga, karena jarang dipakai sehari2…
    Seperti “menanak” itu misalnya.
    Kebanyakan cuman dipakai di buku sekolah atau forum resmi.
    Kata dasarnya saja aneh, yaitu “tanak”.
    Bayangkan aja kalau kita memberi perintah “Tanaklah ini”
    Pasti yg diberi perintah agak bingung

    Suka

  4. ngajarin anak mengerjakan tugas sekolahnya,
    kadang suka bikin pusing juga ya Mbak…
    harus menjelaskan panjang lebar
    tapi seru juga….
    hehehee

    Suka

  5. […] Lompat ke isi BerandaAboutAwardBuku TamuSang Pujangga ← Cerewet Maret 20, 2011 · 1:52 pm ↓ Jump to […]

    Suka

Tinggalkan Balasan ke baby DIJA Batalkan balasan