Marhaban Ya Ramadhan


Setelah sebelas bulan berkutat dengan waktu dalam menjalani kehidupan dunia, Kadang kata yang keluar membuat bising telinga yang mendengarkannya, membuat sesak dada yang mengartikannya,,

Apalagi, aku bukanlah hamba-Nya yang selalu berjalan lurus sesuai panutan dari Sang Tauladan.

Aku adalah hamba yang pernah melanggar rambu-rambu yang sudah ditetapkan. Aku bukanlah anak yang selalu menurut apa yang dikatakan orangtua, yang selalu mempunyai alasan untuk sedikit melenceng dari keinginan mereka.

Aku bukanlah istri yang selalu tunduk akan keinginan suami, belum terbiasa diam untuk sesuatu yang kurang berkenan.

Aku belumlah ibu yang selalu bersuara lembut kepada anak-anak titipan-Nya.

Aku belumlah menjadi tetangga yang sepenuhnya memberikan rasa nyaman buat lingkungannya.

Aku bukanlah sahabat yang selalu ada saat dibutuhkan. Aku belumlah seorang suami yang benar-benar Imam buat keluargaku. Masih sangat banyak kekurangan itu sebagai makhluk sosial kalau disebutkan satu persatu, apalagi sebagai seorang hamba-Nya.

Bersyukur masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan bulan penuh berkah dan pengampunan ini.

Jika Ramadhan adalah Pilihan, biarkan hati ini memilihnya. Jika Ramadhan adalah Kewajiban, maka kuatkanlah kami menjalaninya.

Jika Ramadhan adalah Kecintaan, maka izinkanlah kami merasakannya. Jika Ramadhan adalah pintu Rahmat dan surga-Mu, maka izinkanlah kami mendapatkannya.

Jika Syawwal adalah ujungnya, maka sampaikanlah kami padanya.Marhaban ya Ramadhan.

Untuk semua sahabat, teman-teman di blogosphere ini,, Mohon Ma’af untuk koment yang kurang berkenan yaa.

Selamat Menjalankan Puasa bagi kita yang menjalankannya…

Iklan