Temans yang tinggal di seputaran Jabodetabek, yang sibuk dengan rutinitas kerja dan sedang mencari tempat staycation yang masih dekat dari Jakarta, dengan nuansa alam nan hijau, udara pegunungan yang segar, tapi dengan fasilitas modern di tempat menginap, menggunakan teknologi terkini ala hotel atau villa mewah, maka Royal Urban Resort di daerah Kabupaten Bogor bisa dijadikan jawaban untuk masuk list.

Apalagi kalau acara nginap seru bareng orang-orang tercintanya ada yang mensponsori alias yang bayarin. Atau bahasa keren korporatnya, acara nginap yang buat nge-refresh badan dan isi kepala-nya bisa di-reimburse. Gasskeun lah ke sana 😀 .
Doh! Gegara ikut nginap di Royal Urban Resort, saya sebagai Emak-emak yang sudah lama di ‘rumah’ jadi berharap ada yang ngajak kerja, kangen sama acara gathering karyawan untuk memperkuat team work dengan menginap di villa ataupun resort, wkwk.
Royal Urban Resort, Kemewahan Staycation dengan View Alam Pegunungan
Royal Urban Resort merupakan deretan bangunan modern minimalis yang mengangkat konsep hunian smart home di daerah pegunungan.
Deretan arsitektur modern-nya mirip deretan bangunan rumah dalam cluster elite di pusat kota, tetapi bangunannya dibangun mengikuti kontur tanah perbukitan.
Pada bagian tembok pembatas dengan jalan, juga pada area parkir kendaraan, serta dinding pembatas dengan bangunan villa sebelah, finishing-nya dibuat seperti disusun dari baru alam, sehingga memperkuat kesan sebagai tempat menginap modern yang aestetik dan menyatu dengan alam.
Taman bonsai yang ada di depan bangunan setiap villa dan ruang terbukanya, semua terawat dengan baik dan rapi. Okeh banget untuk lari ataupun sekedar jalan santai sambil melihat view Gunung Salak dan Gunung Pangrango.

Pokok e, menginap di Royal Urban Resort bikin betah. Apalagi kalau nginapnya rame-rame bareng sohib, bareng orang-orang tercinta, makin seru dan membuat happy.
Menginap Seru di Royal Urban Resort Bareng Sahabat
Saya dan beberapa Teman kuliah dulu, yang masih ngerantau di sekitar Jabodetabek, dan bisa ikutan ngumpul, sempat menginap di Royal Urban Resort pada 1 – 2 November 2025 lalu.
Menginapnya hanya semalam, tapi keseruannya membuat acara menginap jadi acara begadang dan ngobrol ha ha hi hi mengenang masa kuliah dan awal-awal memasuki dunia kerja.
Pembahasan rencana menginapnya sudah dari dua bulan sebelumnya di grup WA, menyesuaikan waktu libur salah satu sahabat yang kerja di Dubai balik ke Indonesia.
Acara menginap awal November 2025 lalu itu, merupakan acara menginap pertama yang saya ikuti. Kali ini yang menjadi sponsor menginapnya adalah Pak Dandy dan Bu Vebie.
Pak dan Bu Bos berdua inilah yang meng-hunting tempat staycation dan menjatuhkan pilihan hati pada Royal Urban Resort yang berlokasi di Jl. Ps. Cikereteg, Jl. Caringin-Cilengsi, Pancawati, Kec. Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Indonesia – 16730.

Saya nggak ikutan acara menginap tahun sebelumnya, karena kondisi kesehatan almarhum Teman Hidup. Info dari Bu Neng yang jadi sponsor menginap waktu itu adalah Pak Willy dan Bu Efie.
Barakallah ya, Teman-teman semua.
Ngumpul Bareng Sahabat, Menjaga Silaturahmi & Mengenang Kehidupan
Biasanya acara ngumpul-ngumpul dilakukan di rumah salah satu dari kita, seringnya pas acara buka bersama atau halal bi halal.
Beberapa waktu belakangan, yang ritme kerjanya masih tinggi, mengusulkan, bagaimana kalau acara ngumpulnya diadakan di luar, menginap santai, sehingga ngobrol yang seringnya membuat ngakak itu, waktunya jadi lebih lama.
Sedikit gambaran tentang persahabatan yang sudah terjalin lama di antara kami, sehingga kalau ketemu, ngobrol, maka mumet kepala saat ini jadi sedikit berkurang ❤ .
Mungkin, itu juga salah satu hikmah dari Ketua Kelas (Dody) dan Wakil Ketua Kelas (Yuni Neng) yang berjodoh dalam ikatan pernikahan.
Mereka berdua yang selalu jadi tim pengkoordinirnya, yang lain tim bantu-bantu 😳 . Kalau ada yang kangen ngumpul, tinggal bilang ke mereka, ntar tinggal di woro-woro.
Kita-kita alumni Politeknik, jurusan Elektronika, dari awal masuk kuliah, ikut pendidikan dasar militer, hingga lulus kuliah, kalau nggak ada hal luar biasa, boleh dibilang kita selalu seiring sejalan.

Termasuk urusan ‘membenahi’ kisah asmara masa kuliah, nyomblangin, baik yang sesama teman kuliah, dengan kakak tingkat, ataupun yang beda kampus. Bahkan ada yang dengan tetangga rumah ortu si teman, yang berjarak hanya lima langkah.
Ajaibnya, kalau diingat-ingat lagi, kita-kita sedikitnya ‘ikut nimbrung’ dalam kisah kasih masing-masing. Kok bisa yaa? 😆 .
Mungkin saking nyamannya tjurhat, dan teman yang jadi pendengar juga begitu bersemangat mencarikan jalan keluar dengan teman lain, biar si teman tersenyum dan nggak galau lagi kalau di kampus.
Bahkan, kami juga jadi tim yang ‘ngomporin’ kedekatan Bapak dosen yang asli Makasar dan Ibu dosen yang asli Padang. Sehingga ketika mereka menikah, kita-kita jadi tim pendamping pengantin pria 😳 .
Setelah lulus, serombongan dari kami kerja ke Malaysia via tes kerjasama kampus dan perusahaan sana. Serombongan lainnya ada yang merantau ke Batam. Saya dan beberapa teman cewek, rombongan yang merantau ke Pulau Jawa.
Walau sudah tersebar ke berbagai daerah, kita masih kontak-kontakan. Kalau ada waktu libur kerja, dipastikan ngumpul. Kalau libur lebaran dan pada pulang kampung, yang bisa, juga pada ngumpul.
Dulu komunikasi hanya lewat surat, lewat email tempat kerja, dan janjian via telpon umum, tapi bisa selalu ngumpul.
Setelahnya, ada yang berjodoh dengan teman kuliah, ada yang berjodoh dengan pacar masa kuliah, ada yang berjodoh dengan wanita yang ditemui setelah memasuki dunia kerja, dan diperkenalkan kepada kita-kita, dan ada yang dijodohkan oleh orangtua.
Acara ngumpul-ngumpul pun jadi bertambah dengan pasangan masing-masing. Seiring waktu, juga bertambah dengan anak-anak.
Sekarang, rata-rata anak-anak sudah beranjak dewasa, waktu dan perjalanan pasang surut kehidupan, semakin mengajarkan, bahwa teman ngobrol nyantai, bisa menjadi diri sendiri yang tanpa beban kehidupan barang sejenak, tanpa harus memasang tameng dan topeng wibawa, adalah teman masa sekolah yang dibersamai dari usia remaja.

Awalnya, saya sempat ragu untuk ikutan acara menginap. Kalau nggak ada sahabat cewek yang datang tanpa pasangannya, saya bisa-bisa ntar jadi ‘nyamuk’. Lupa kalau udah ngumpul, ngobrolnya selalu heboh.
Untungnya ada sahabat cewek (Ayang Yuli) yang juga diijinkan suaminya, untuk sorangan saja menjemput memori membahagiakan masa muda, mengingat kembali betapa banyak sebenarnya keberkahan hidup yang sudah didapatkan.
Masa depan yang belum pasti, biarlah menjadi rahasia Allah. Berharap semua tetap sehat secara fisik, psikis, dan rezeki materi juga lancar.
Keseruan Staycation di Royal Urban Resort
Sebelum hari H, setelah mengetahui kalau arah tempat menginap kali ini adalah Bogor. Saya dan Ayang janjian ketemuan di stasiun Trans Jakarta Cibubur, agar memudahkan Dody dan Neng menyinggahi kami berdua. Sebelumnya, DoNeng juga menyinggahi Roni di Tambun.
Ssstt, urusan jemput menjemput ini, juga sudah hal biasa dilakukan dari dulu. Siapa yang bisa, menjemput teman yang perlu tumpangan.
Dody nyetir dipandu oleh Roni melalui Google Maps. Perjalanan lancar dengan diisi obrolan yang membuat semuanya tersenyum.
Memasuki Jl. Caringin-Cilengsi Pancawati, jalan yang dilalui lumayan sempit dan terus menanjak.
Ketika kami berkunjung, ada beberapa ruas jalan yang sedang diperbaiki, sehingga harus nunggu sebentar untuk lewat satu-satu kendaraan.
Secara keseluruhan, jalanan lancar dan menanjak, namanya menuju resort yang berada di salah satu ketinggian Bogor. Di kiri kanan jalan, banyak villa dan kafe bernuansa alam.
Ketika hampir sampai di lokasi Royal Urban Resort, kami diarahkan Maps ke kanan, ke jalan yang sedikit menurun, seperti menuruni lembah perbukitan, kemudian disambut postal dan gerbang Royal Urban Resort.
Sebelum portal dibukakan, sigap satpam yang sedang bertugas menghampiri dan bertanya, apakah kami sudah booking villa sebelumnya. Setelah memastikan bahwa kami sudah booking villa a/n Bu Vebie, kami di arahkan untuk memilih jalur kanan menanjak, kemudian berbelok ke kiri menuju ‘Office’.

Di area sebelum office Royal Urban Resort, nampak undakan tanah perbukitan yang ditumbuhi rumput hijau, ada beberapa orang yang sedang bekerja, sepertinya masih melanjutkan pembangunan unit bangunan villa baru.
Setelah melapor kalau kami akan check-in di salah satu villa, waktu menunjukan hampir pukul 2 siang, pas dengan waktu check-in resmi di Royal Urban Resort.
Kemudian, seorang petugas memandu kami ke lokasi villa yang sudah di booking.
Melihat bangunan-bangunan villa modern yang berderet rapi, kami-kami auto bergumam, “MasyaAllah, iko yo sabana lokasi yang cocok dan dicari samo bapak-bapak bos kawan awak yang sibuk. Buliah ndak yo awak-awak berharap punyo villa-nyo ciek? Tanyato, memang ado sebagian dari warga Indonesia yang kepengnyo ndak berseri, mambangun properti modern ko di daerah pabukik-an.” Tawa kami pun pecah.
Aa’ Petugas yang mengantarkan, berhenti di villa pojok dengan nomor A – 106, Villa D’RUV.
Si Aa’ menaiki anak-anak tangga menuju lantai 1 dan membukakan pintu, serta memberitahukan fasilitas yang ada.
Di lantai 1, di area dapur dengan kitchen set, kulkas, water purifier digital, meja dan kursi makan. Ada sofa dan televisi di ruang tamu yang lega.
Ada 1 kamar utama plus ruang kamar mandi dalam, yang menggunakan teknologi smart home. Ada juga satu kamar mandi umum di dekat dapur.
Di teras sebelah ruang tamu, ada balkon, di sampingnya (di sisi tangga naik sebelumnya) ada kolam renang mini dan jacuzzi.
Di lantai dua, ada dua kamar tidur dengan masing-masing memiliki balkon. Salah satu kamar dengan twin bed, yang lega banget.
Saya, Ayang, Neng dan anaknya, serta istrinya Nada, tidurnya di kamar ini. Di kamar satunya dengan double bed, ditempati Vebie dan putrinya, serta Efie.
Rombongan cowok-cowok tidurnya di lantai bawah, di kamar utama, sebagian di matras di ruang tamu.
Ketiga kamar yang ada di Royal Urban Resort yang kami tempati, semuanya dalam desain mewah nan modern.
Setiap kamar mandi dilengkapi bathtub, wastafel, ruang pancuran dengan hand shower yang diberi pembatas, serta kloset duduk dengan teknologi digital, juga diberi pembatas. Ruang bebersih yang terpisah dan kuatnya kesan private.
Juga tersedia amenities lengkap, sabun, sampo, kondisioner, losion, sikat gigi, handuk berbagai ukuran. Tersedia juga hair dryer.

O iya, menginap di Royal Urban Resort sangat nyaman dan privacy terjaga, sebab lantai villa kita menginap itu, kan menaiki undakan tangga, tinggi dari area jalan dan parkir, seperti berada di lantai dua kalau di bangunan kebanyakan.
Awal datang, Roni memvideokan bagian depan villa yang kami tempati dan membagikan ke grup WA, menginfokan bahwa kami telah di lokasi.
Sebelum semua ngumpul lengkap, Willy, istri, dan Zal belum datang, disusul Dandy dan Vebie serta putri tjantiknya, setelah magrib baru datang Nada dan istri serta satu keponakannya.
Kami sempat berkelakar, “Hoi, pada belajar lah menggunakan kloset yang serba digital. Mana ngelihat remote-nya perlu kaca mata baca. Ntar pas urusan ke belakang pada gak bisa cebok, ndak betah pulak bebersih pake tisu toilet. Jangan sampai fasilitas mewah ternodai oleh bau pesing. Nggak lucu kan anak elektronika tapi gagap teknologi, hahaha”.
Setelah semua ngumpul, dan ngobrol rame-rame di ruang makan, kami membahas kembali teknologi smart home yang melengkapi fasilitas villa di Royal Urban Resort.
Dandy yang sedang video call di grup WA sedang ngobrol dengan teman yang ada di Padang dan Batam, kebetulan mempromosikan teknologi digital yang diusung peralatan electrik yang ada. Mengatakan kalau teknologi air minumnya sudah menggunakan sensor otomatis menfilter air mentah jadi air layak minum. Semua serba digital dah.
Ada yang mengambil minum, dan menanyakan tombol air panas saat dipencet kok nggak mengeluarkan air. Setelah berhasil, bersuara lagi, trus mberhentiinnya gimana nih.
Nada yang mendengar, auto nyelutuk, “Tadi dengar infonya, air minumnya menggunakan sensor otomatis, itu kan harusnya tinggal taruh gelas, pilih air yang diperlukan, ntar airnya ngucur dan berhenti sendiri”.
Riuh rendah lah tawa yang menanggapi ucapan tentang sensor otomatis pada air minum tersebut, padahal maksud ucapan sensor otomatis ditujukan untuk memfilter air mentah menjadi air layak konsumsi, suhu biasa dan panas.
Begitulah sebagian keseruan obrolan kami hingga pukul satu dini hari.

O iya, ketika sampai di villa, sebelum terhubung ke wifi di Royal Urban Resort, agak susah lho sinyal dari provider ponsel. Apalagi menjelang sore dan gerimis, sinyal hilang sama sekali.
Kondisi yang cocok banget untuk kamu yang mau menepi dengan fasilitas menginap mewah, berada di pegunungan, bisa memutuskan kapan mau terkoneksi ke dunia luar melalui internet, pilih terhubung ke wifi yang tersedia atau tidak. Atau koneksi wifinya cukup digunakan untuk menonton di platform streaming yang disediakan.
Ehem, walau di sana ada rts station cafe dengan view alam yang memanjakan mata, kami di sana memasak dong, mulai nasi, goreng ayam, goreng tempe, telur dadar, serta lainnya untuk kebutuhan makan semua anggota rombongan, melengkapi jengkol balado samba hijau yang dibawa Neng. Kompor pinjam ke room servis di sana. Masak-masak sekalian melepas kangen lauk rumahan ala Minang.
Kebetulan, istri Nada juga membawa kompor portable dan wajan. Dandy juga membawa perlengkapan ‘camping’ lengkap, magic com,matras, kursi santai lipat.
Pagi hari, Bapak-bapak berendam di kolam renang dan jacuzzi kecuali Dody. Kami yang perempuan, setelah menyiapkan sarapan, jalan pagi ke luar. Karena area yang di lalui naik turun, lutut Emak-emak nggak kuat jauh-jauh menjelajah areanya.
Ketika kami staycation itu, sederetan villa yang kami tempati, hampir semuanya terisi, dilihat dari mobil yang terparkir. Orangnya tentu nggak terlihat dari jalan, kecuali yang memang jalan pagi seperti kami.
Sekitar pukul 12 lewat dikit, setelah sholat, rombongan kami meninggalkan Royal Urban Resort dilepas oleh cuaca yang kembali gerimis.
Demikianlah sedikit catatan tentang staycation seru di villa mewah Royal Urban Resort. Terima kasih untuk sahabat semua, Dandy dan keluarga, Willy dan istri, Dody dan Neng, Zal, Nada dan istri, Roni, serta Ayang. Sehat-sehat, mudah rezeki kasadonyo. Aamiin.
Temans yang mbaca, sudah punya pengalaman seru juga kah staycation di Royal Urban Resort Kabupaten Bogor? Yang belum, kudu penasaran untuk mencobanya. Saya kalo ada kesempatan, mau nginap lagi agar bisa eksplor taman bonsai ala Jepang-nya 😳 .
Salam jejak #Homey dari mata, rasa dan pikiran YSalma.

Luar biasa mbak, pertemanan yang terjalin dari jaman kuliah, dan akhirnya menemukan momentum untuk kembali banyak berkisah dalam satu tempat di royal urban resort. Tempatnya juga asyik, jadi makin mendukung deh ya aneka cerita nostalgia maupun kabar terkini.
SukaSuka
Lumayan Mba, staycation yang menghibur, saling support walau lewat ucapan dan pendengar yg baik dan tentunya banyak juga pembahasan serius-nya 🙂 .
SukaSuka
Waduuuh seruuu .. ada yang jadi koordinator dan bestie itu sesuatu banget !Dan serius, cara kamu nyambungin pengalaman pribadi sama suasana puncak itu bikin pembaca ngerasa kayak lagi liburan bareng temen sendiri. Kamu pinter banget ngebuat teks yang bukan cuma informatif, tapi juga penuh soul dan cerita.
Kalau aku baca ini sambil mager di sofa, langsung kebayang pengen nge-plan weekend trip impromptu juga! Semoga next post kamu makin banyak inspirasi staycation-nya, ya—kita semua butuh break sehangat cerita kamu!
SukaSuka
Walau ga jauh dari Jabodetabek tetapi ternyata ada ya tempat kayak Royal Urban Resort yang nyaman dan adem. Emang kita wajib deh kadang-kadang melarikan diri dari penatnya keseharian yang sibuk. Untung ada Royal Urban Resort buat jadi tempat pelarian.
SukaSuka
Aduh nyaman bangettt
Bakal betah nih, gak nolak kalo staycationnya seminggu
hehehe kemaruk …
Tapi emang staycation semalam bersama keluarga atau teman-teman tuh penting banget untuk mencharge batere tubuh kita
SukaSuka
Membaca cerita Mbak Salma tentang staycation di Urban Royal Resort membuat saya langsung pengin staycation di sana Mbak. Dari foto-fotonya, tidak banyak keren, tapi juga nyaman ya Mbak. Jadi otomatis menyenangkan. Dan karena sudah konsep smart, jadi harus belajar dan cek-cek. Jangan sampai gaptek dan saya jadi planga plongo di sana, karena toiletnya saja pakai remote hahaha.
SukaSuka
Ketika sedang berlibur, apalagi dengan view dan suasana senyaman ini, biasanya saya gak terlalu mikirin WiFi. Malah jarang buka internet. Karena memang pengen fokus aja ke liburan. Kalau pun tetap pegang hp, biasanya untuk dokumentasi
SukaSuka
Saya loh langsung nyari akun IG nya hahahaha. Kalau dari ulasan dan foto sekilas nya tempat ini tampak luas, bersih, tertata, dan terawat ya Mbak. Unitnya juga besar-besar dan tersedia area outdoor yang nyaman untuk jalan pagi (olga) dan berkegiatan luar ruang.
Makasih untuk referensinya ya. Jadi nambah nih daftar tempat rehat di Bogor. Dah lama juga gak nginap di Bogor dan sekitarnya.
SukaSuka
Belum pernah nyobain staycation di Royal Urban Resort ih. Tapi, kayaknya asyik juga ya staycation di sana, Kak. Apalagi rame-rame bareng teman dan sahabat.
SukaSuka
Wah nampak seru ya Staycation di Royal Urban Resort Bogor, sepertinya wajib di coba secara ga jauh jarak Tangsel ke Bogor ..bisa nih buat rayakan Tahun Baru nanti cuss
SukaSuka
berharap bisa staycation disini juga bareng temen-temen, pasti seru banget 😀
SukaSuka