[Catatan] Kontribusi BRI, Pahlawan UMKM dan Memberdayakan Ultra Mikro Indonesia


Selalu salut pada pelaku UMKM. Mereka adalah orang-orang hebat yang merintis usaha dan mengembangkan bisnis personal dengan gigih. Bahkan terkadang dengan dana terbatas, tapi dengan perencanaan yang matang, bisnisnya bisa berkembang. Apalagi jika mendapatkan dukungan tambahan modal dari Bank seperti kontribusi BRI yang disebut sebagai Pahlawa UMKM dan Memberdayakan Ultra Mikro Indonesia yang banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat.

Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar. Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha – B.J. Habibie.

Ngejleb banget ya membaca kata motivasi milik Bapak B.J Habibie di atas ya. Kita tentunya sangat percaya dengan filosofi sukses tersebut, karena yang mengatakannya adalah sosok cerdas yang kesuksesannya sudah diakui dunia.

Dan fakta di lapangan juga mendukung ungkapan tersebut, sangat banyak mereka yang berhasil dengan target hidup yang direncanakan dan diusahakan dengan ikhtiar maksimal. Hanya segelintir yang ‘sukses’ seperti mendapat durian runtuh.

Apalagi, meraih sukses dalam bisnis tidaklah mudah, jalan yang harus dilewati untuk mengembangkan bisnis penuh liku, tapi mereka yang yakin pada berani meraih setiap kesempatan yang ada.

Salah dua kesempatan yang dimanfaatkan adalah mengembangkan bisnis yang dimiliki dengan mengikuti program BRI untuk meningkatkan daya saing UMKM yang sedang dikelola.

BRI pahlawan UMKM dan kontribusinya

BRI Memberdayakan Ultra Mikro dan UMKM Indonesia

Kalau dalam kalimat saya, atau versi lain dari filosofi sukses di atas adalah, keberhasilan milik mereka yang tidak mudah menyerah.

Saya tau banget rasanya, gimana susahnya bertahan dalam mengembangkan bisnis rumahan. Saya sudah mencoba beberapa usaha, mulai dari menjual produk abon ikan olahan keluarga besar, menjual baju batik yang diambil dari pedagang lain, juga menjual pakaian muslim hingga perlengkapannya.

Niatnya saya sih terlihat keren, ingin memaksimalkan waktu di rumah dan potensi beranda rumah dengan sebuah kegiatan yang dapat menghasilkan cuan.

Karena saya mengelola bisnis yang ada masih jauh dari kata profesional, tanpa pelatihan dari tutor yang ahli di bidangnya dan hanya modal nekad.

Ditambah lagi saya mendapatkan produk batik dan perlengkapan kebutuhan muslim yang akan dijual bukan hasil karya sendiri, juga tidak dari produsennya langsung. Saya malah menggunakan jasa pihak lain, hitungannya keluarga juga sih, yang saya pikir dapat dipercaya, tapi ternyata kurang amanah.

Jadi, ceritanya pada momen merintis bisnis tersebut, saya sok memberi kesempatan pada orang lain untuk mendapatkan tambahan penghasilan juga. Buntutnya, barang dagangannya gak tersisa wujudnya, saya pun kehabisan modal dan akhirnya memilih menyerah.

Kendala utama lain yang saya hadapi saat mencoba mengembangkan bisnis dari rumah tersebut, saya gegabah dan kurang perhitungan.

Walaupun saat itu saya dapat info dari tetangga yang menjalankan bisnis kelontong, usaha rumahan bisa mendapatkan bantuan modal dari BRI dengan syarat yang mudah untuk dilengkapi. Tetangga tersebut sudah memiliki bisnis yang sedang berjalan. Saya mengabaikan opsi yang diinfokan tetangga untuk menyelamatkan bisnis yang sudah ada sembari melakukan evaluasi.

Karena, kala itu saya masih merasa baik-baik saja, terlena dalam zona nyaman, saya malah memilih berhenti berusaha. Saya tidak memilih berbenah, mengevaluasi kekurangan dalam menjalankan bisnis dan opsi bantuan modal dari BRI tersebut.

Setelah berjalannya waktu, sekarang saya baru menyesal. Hiks. *Menyesal memang selalu menyeruak di kemudian hari ya*.

Sementara itu, toko kelontong tetangga terus berkembang dan berhasil melewati badai pandemi. Bahkan tetangga sudah berhasil mengembalikan modal tambahan yang dipinjamnya ke BRI.

Tetangga saya sukses mengelola bisnis toko kelontongnya, BRI pun telah membuktikan menjadi Pahlawan UMKM melalui andilnya membantu modal untuk toko kelontong yang dikelola si tetangga.

beda ultra mikro dan UMKM

Mengenal Apa Itu Usaha Ultra Mikro dan UMKM

Bisnis warung kelontong yang dijalankan tetangga, dan usaha rumahan yang sempat saya jalankan, termasuk ke dalam usaha Ultra Mikro. Sedangkan usaha rumahan yang dikelola oleh pemiliknya dengan beberapa karyawan yang diperkerjakan, maka usahanya masuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dilansir dari website Kemenkeu, perbedaan mendasar antara Ultra Mikro dan UMKM, diantaranya ada pada jumlah karyawan. Untuk ultra mikro mungkin hanya dikelola oleh pemilik dan beberapa anggota keluarga yang membantu.

Perbedaan selanjutnya pada jumlah aset kedua jenis usaha ini, yang tentunya juga berpengaruh pada jumlah omset. Aset dan omset usaha ultra mikro jauh di bawah pelaku UMKM.

Karena keterbatasan yang dimiliki usaha ultra mikro, maka jangkauan pasarnya juga terbatas, hingga dampak ekonominya hanya lokal. Sedangkan pada UMKM, pangsa pasar dan pengaruh ekonominya jauh lebih luas.

Dengan semua keterbatasan yang dimiliki oleh usaha ultra mikro, maka dukungan dan regulasi untuk mengembangkan bisnis juga susah dijangkau.

Misalnya untuk mendapatkan bantuan pembiayaan dari pemerintah atau lembaga keuangan resmi, serta mendapatkan pelatihan agar terus berinovasi sangat susah.

Padahal, jika dikelola dengan baik dan mendapatkan bimbingan yang tepat, maka usaha ultra mikro sangat bisa bertumbuh menjadi UMKM. Sedangkan UMKM pun naik ke kelas usaha yang lebih tinggi. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat.

BRI sebagai salah satu perwakilan dari Badan Usaha Milik Negara, maka BRI memberikan jalan keluar dengan melakukan terobosan-terobosan dalam produk layanan keuangan. Tujuannya agar bisa mendukung pemberdayaan usaha Ultra Mikro (UMi) dan UMKM di Indonesia.

Terobosan dan pembenahan sistem yang dilakukan tidak mudah, tapi BRI terus berproses. Mulai dari Digitalisasi BRI sebagai Perusahaan Terbatas, dimulai dari karyawan hingga produk. Selanjutnya meringkas prosedur pembiayaan hingga mudah diakses oleh usaha ultra mikro dan UMKM.

Kontribusi BRI Untuk Indonesia

Untuk mendukung pemberdayaan usaha ultra mikro dan UMKM BRI melakukan beberapa strategi, diantaranya meluncurkan program sebagai berikut:

1. Program Klasterkuhidupku

Program BRI untuk menaikkan kelas UMKM. UMKM yang berhasil tumbuh dan berkembang dijadikan inspirator untuk pelaku usaha di daerah lain.

Pelaku usaha jadi memiliki contoh nyata (role model) pelaku usaha yang sudah sukses dalam binaan program BRI. Fokus program ini pada sektor produksi dan pertanian.

Per 31 Oktober 2023 prgram Klasterkuhidupku dari BRI telah sukses memberdayakan 19.533 klaster usaha di seluruh Indonesia.

2. Program Desa BRILian

BRI desa brilian

Program yang menitik beratkan pada pelatihan aparat desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pelaku UMKM di desa binaan agar kapabilitasnya meningkat.

Program ini bertujuan untuk mendorong inovasi berkelanjutan dan ketahanan ekonomi dari tingkat desa.

Hingga akhir September 2023 BRI telah memiliki 2.843 desa binaan Brilian di seluruh Indonesia.

3. Program Rumah BUMN

Program Rumah BUMN merupakan pusat pelatihan, pusat edukasi kreatif gratis bagi UMKM, serta ruang untuk tumbuh dan melakukan inovasi.

BRI rumah BUM

4. Program Holding Ultra Mikro (UMi)

Merupakan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi). UMi merupakan sebuah program tahap lanjutan dari program bantuan sosial, menjadi kemandirian usaha untuk pelaku usaha ultra mikro yang belum bisa difasilitasi melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Aksi nyata yang dilakukan BRI Untuk Indonesia sudah berproses dan terus menuju ke arah pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Mari ikut ambil bagian dan terlibat dalam menggeliatkan serta membangkitkan usaha ultra mikro dan bisnis UMKM dengan lebih mencintai produk-produk lokal.

Yuks mulai dari tindakan sederhana, mulai berbelanja ke warung tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang ada mereka jual.

Saat ini, bukan hanya tentang apa yang kamu beli, tapi pada siapa kamu membelinya.

Semangat dan sukses untuk pelaku usaha ultra mikro dan UMKM.
Salam dari jejak #Keuangan YSalma.

Referensi tulisan:
Pengalaman pribadi
https://bri.co.id/
https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/kemenkeu-menjawab/pembiayaan-ultra-mikro#
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7020085/4-jurus-bri-dukung-pelaku-umkm-naik-kelas

11 comments

  1. Aku jadi saksi gimana beberapa kerabat yang punya usaha kebantuuuuu banget dengan adanya support dari BRI ini. Sepupuku yang tadinya hanya berjualan minuman, dengan suntikan dana jadi bisa nambah modal dan kini berjualan makanan. Kebayang jika masyarakat mengoptimalkan bantuan dana itu ya, Indonesia akan semakin berdikarya.

    Suka

  2. BRI emang keren, cabangnya ada di mana-mana
    Mulai dari pasar hingga pelosok Indonesia
    Sehingga masyarakat mudah menjangkau
    BRI juga yang memperkenalkan laku pandai yang bikin masyarakat bankable

    Suka

  3. Mantap, BRI sebagai korporat ternyata punya kontribusi yang ga maen2 sama perkembangan UMKM ya. Bisa jadi partner bisnis untuk para pegiat UMKM ini. Keren dan selamat berjuang terus BRI.

    Suka

  4. Menyesal memang selalu menyeruak belakangan. Tapi sesal belakangan tak ada gunanya kalau lantas tak ada langkah upaya untuk memperbaiki keadaan supaya tak makin buruk ya mbak.

    Saya baru tahu kalau usaha toko kelontong pun bisa memperoleh pinjaman dari BRI. BRI memang sahabat bagi pelaku usaha kecil ya

    Suka

  5. Ciamik ya memang BRI sebagai pahlawan UMKM ini karena terus mendukung pelaku usaha untuk semakin bersemangat mengembangkan bisnisnya.

    Suka

  6. BRI adalah Bank pemerintah yang trusted sejak dulu untuk semua lapisan masyarakat. Bahkan para UMKM sangat terbantu dengan berbagai program dari BRI ini.

    Suka

  7. Saya belum pernah berbisnis. Tapi satu prinsip yang saya tahu, kita memang nggak boleh mudah menyerah, mbak. Nah, sekarang setelah melihat sendiri bukti nyata bantuan BRI untuk UMKM, tertarik mau bisnis lagi nggak? 😀

    Cakep banget program-program BRI untuk UMKM, paling suka sama UMi dan Desa BRIlian. Dengan difasilitasi, niscaya UMKM-UMKM kita akan terus memutarkan rodanya.

    Suka

  8. Bri ini merupakan bank Terbaik ya mbak, program – programnya ini sangat friendly banget bagi para umkm yang ingin mengembangkan bisnisnya

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Nanik Nara Batalkan balasan