Catatan Ramadhan: Tahapan Anak Belajar Puasa


Catatan Ramadhan emak dan anaknya dalam perkenalannya dengan bulan Ramadhan. Tahapan seorang anak belajar menjalankan ibadah puasa.

Seorang emak muslim wajib mengajarkan puasa kepada anak-anaknya. Anak-anak memerlukan tahapan-tahapan yang sesuai dengan usia dan kondisinya untuk bisa melakukan puasa penuh.

catatan ramadhan anak

Saya pertama kali memperkenalkan puasa kepada si Junior ketika dia berusia sekitar 3 tahunan dan sudah ikut kelas playgroup. Cara memperkenalkan puasa yang dipilih, waktu itu dia belum ikutan bangun saat sahur, tapi sudah paham bahwa itu adalah bulan Ramadhan, saatnya yang beragama Islam untuk menjalankan ibadah puasa.

Pada pagi hari sekitar pukul 7 dia sarapan seperti biasa, emak memberitahukan bahwa sarapan itu merupakan ‘sahur’-nya anak-anak seusia dia, ntar bukanya kalau dengar beduq Dzuhur. Tetapi  sekitar pukul 10-an Junior sudah minta minum 🙂 . Jika sekolah maka waktu berpuasanya hanya ketika di sekolah saja. Tapi dia ikut antusias pada saat anggota keluarga lain berbuka puasa.Ketika Junior usia 4 tahun, dia sudah ikut puasa setengah hari, waktu Dzuhur ke bawah enggak puasa. Usia 5 tahun mulai melakukan puasa beduq, makan-minumnya di siang hari pada waktu-waktu shalat.

Tahun lalu, di usia 6 tahun Junior sudah bisa puasa penuh, cuma batal 5 hari karena kurang enak badan, dia kecapek-an,  karena waktu bermainnya tidak mau berkurang.

Emak merasa terbantu memperkenalkan puasa pada Junior dan bertoleransi karena di seputar tempat tinggal ada banyak teman seumuran dan juga teman bermain yang juga sedang belajar puasa. Ada beberapa yang tidak menjalankan ibadah puasa, karena bukan muslim, tapi mereka tetap bermain bersama dengan suka cita dan saling mengingatkan.

Pada usia 6 tahun ini juga Junior mulai bertekad untuk ikut melaksanakan sholat taraweh dan menjadi catatan emak.

Waktu itu, Junior begitu bersemangat menantikan saat-saat shalat taraweh, begitu mencoba pertama kali, ternyata imamnya membawakan ayat-ayat yang panjang. Sesampai di rumah Junior laporan, “Mam, ternyata shalat taraweh itu lama dan banyak yaa. Aku berasa capek dan jadi ngantuk, besok-besok aku nggak ikut aja ya”.

Rasa penasarannya masih ada, tetapi selanjutnya cuma mengikuti empat kali taraweh saja. Teman seusianya banyak yang bermain dan bercanda, dia ingat pesan guru kalau saat sholat nggak boleh berisik dan mengganggu orang dewasa yang lagi sholat.

Baiklah, Nak. Masih tahapan belajar 🙂 .

Alhamdulillah, di catatan Ramadhan emak tahun ini, di usia 7 tahun, usia anak-anak yang ingatannya sudah kuat dan mulai memahami kewajibannya. Junior begitu bersemangat menyambut bulan Ramadhan.

Puasanya di dua hari pertama agak memerlukan waktu untuk penyesuaian, sekitar pukul 13.00 WIB – 14.00 WIB, dia mengeluh lemes, haus, dan lapar. Emak cuma mengingatkan, kalau bukanya sekarang, nggak terasa lho nikmat berbukanya pas benar-benar sudah waktunya.

Coba deh ntar kita lihat, sekarang kamu mau minum dan makan semuanya, tetapi saat berbuka nanti, segelas air putih itu nikmatnya sangat luar biasa, buktikan nanti deh. Junior penasaran dan ingin membuktikan ucapan emaknya agar bisa percaya. Ketika Magrib  waktu berbuka dia tersenyum lebar dengan membenarkan bahwa minum pas buka itu beda rasanya.

Sampai hari ini, sudah sepertiga bulan Ramadhan 1432 H terlewati, junior masih semangat puasa, sahur dan tarawehnya (walau masih diselingi becanda sama teman-temannya). Tetap semangat ya nak, kegiatan sekolah, kegiatan tambahannya tetap juga berjalan lancar.

Kalau jaman emak dulu, orangtua yang menjanjikan ke anak-anaknya sebagai penyemangat menjalankan ibadah puasa, orangtua berjanji akan memberikan hadiah kalau puasanya bisa penuh di Bulan Ramadhan.

Tetapi kalau junior, dia menyemangati dirinya sendiri untuk puasa penuh selama Ramadhan, dengan harapan orangtuanya nanti akan merealisasikan request pilihannya.

Narablog semua, adakah yang berniat menjadi sponsor untuk request pilihan junior emak ini? Sebuah sepeda fixie :mrgreen: .

28 comments

  1. Wah… si junior masih kecil udah di ajarin puasa penuh mbak?
    duh, kasihan dong.. ntar kurang gizi loh..
    masih kecil kan belum wajib, jd gk perlu ketat banget pemgawasannya.. 😀

    Suka

  2. hebatnya junior karena emak yg hebat ada disisinya 🙂
    dan, semoga sepeda fixie nya bisa segara terwujud pasca ramadhan,aamiin
    salam

    Suka

  3. Wah ternyata mbak Ysalma adalah Emak Yang Baik… 🙂
    Membimbing dan mengajarkarkan anak untuk beribadah, juga mempunyai catatan perkembanganya.. Semoga Ramadhan yang akan datang semakin tambah kualitas ibadahnya junior.. Semoga Sepeda fixie nya bisa mbak penuhi..

    Suka

  4. Dalam didikan emak yang yang baik maka yunior akan menjadi orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya; wah…, salut deh. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan rahmat-Nya untuk kita bersama.

    Suka

  5. Menjalankan puasa bersama keluarga memang membahagiakan, apalagi kalau si upik pun sudah mulai ikut menjalankannya.

    Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)