Mata adalah jendela jiwa yang jujur, tak peduli topeng apa yang sedang ditunjukkan oleh wajah. Kesehatan mata harus terus dijaga agar dapat menikmati keindahan dunia dan mensyukurinya hingga ujung usia.

Salah satu penyakit yang harus diwaspadai sebagai pencuri penglihatan yaitu Glaukoma. Sebab, glaukoma adalah penyebab kebutaan terbesar kedua setelah katarak yang tidak dapat diperbaiki, atau dengan kata lain glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen pada mata.
Serem kan ya? Mana gejalanya sering tidak disadari oleh penderita glaukoma, dan penyakitnya tidak bisa dicegah maupun disembuhkan.
Kabar baiknya, penyakit glaukoma dapat dikendalikan.
Makanya, yuks lebih aware dengan kesehatan mata, mari cari tahu pengertian atau apa yang dimaksud dengan glaukoma serta penyebab dan cara pengobatannya.
Pengertian Apa Itu Glaukoma si Pencuri Penglihatan
Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan saraf optik. Sementara fungsi dari saraf optik adalah mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Jika saraf optik mata rusak, otomatis berpengaruh pada penglihatan.
Umumnya, penyebab kerusakan saraf optik mata karena adanya tekanan tinggi pada mata. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa juga terjadi pada tekanan mata normal.
Walaupun glaukoma sering menyerang orang dewasa usia lanjut, tapi bisa terjadi juga pada usia berapa pun, bahkan bayi yang baru lahir juga bisa kena penyakit glaukoma.
Penyakit glaukoma tidak memiliki tanda peringatan sebagai alarm yang dapat diwaspadai, sehingga banyak yang tidak menyadari perubahan penglihatan dan baru diketahui saat penyakit sudah stadium lanjut.
Gejala yang Dirasakan Penderita Glaukoma
Penyakit glaukoma sering tidak disadari penderitanya, tetapi ada beberapa gejala yang patut diwaspadai sebagai indikasi adanya penyakit, seperti:
- Penglihatan kabur
- Mendadak terasa nyeri hebat pada mata dan kepala
- Mual dan muntah
- Jika melihat cahaya lampu seperti melihat ada pelangi
- Mata merah
- Kornea mata keruh
- Pada bayi, kornea mata seperti berkabut, mata menonjol keluar, dan sensitif terhadap cahaya
- Jika sudah kronis, mendadak kehilangan penglihatan tanpa gejala.
Apa Saja Penyebab Glaukoma?
Penyebab utama glaukoma karena adanya peningkatan tekanan dalam mata. Tekanan dalam bola mata disebabkan produksi berlebih cairan mata ataupun terhalangnya saluran pembuangan cairan pada mata, sehingga cairan menumpuk di dalam bola mata.
Tekanan dalam bola mata dapat merusak serabut saraf retina, yaitu jaringan saraf yang melapisi bagian belakang mata dan saraf optik yang menghubungkan mata ke otak.
Sedihnya, hingga saat ini belum diketahui penyebab kenapa produksi cairan mata bisa berlebih dan kenapa saluran pembuangannya bisa tersumbat.
Penyakit glaukoma dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.
Glaukoma sudut terbuka merupakan jenis penyakit glaukoma yang umum dijumpai, penyebabnya karena ketidakseimbangan produksi dan pengeluaran cairan dari mata.
Sedangkan penyebab glaukoma sudut tertutup adalah penyumbatan aliran cairan di dalam mata.
Tes Mata Rutin untuk Deteksi dan Diagnosis Glaukoma
Karena glaukoma umumnya tidak menunjukkan gejala spesifik, maka sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin secara menyeluruh pada mata.
Pemeriksaan yang dilakukan mulai dari tekanan mata, sirkulasi darah, struktur mata seperti ketebalan kornea, pupil, analisis lapisan serabut saraf, hingga fotografi saraf optik.
Tujuannya agar penyakit glaukoma dapat dideteksi sedini mungkin, bahkan sebelum gejala terlihat, sehingga risiko kehilangan penglihatan dapat dicegah atau diperlambat.
Jika dokter mencurigai adanya gangguan glaukoma pada pasien, maka dokter menguatkan dengan mengajukan pertanyaan tentang faktor risiko pasien.
Faktor risiko pasien glaukoma seperti usia pasien sebagai penanda proses penuaan, riwayat glaukoma dalam keluarga, riwayat penglihatan mata minus rabun jauh atau rabun dekat, mata pernah mengalami trauma atau tidak, kondisi kesehatan pasien seperti diabetes, hipertensi, dan sirkulasi darah buruk lainnya.
Selanjutnya, dokter melakukan beberapa tes dengan bantuan alat untuk mendiagnosis pasien glaukoma, diantaranya:
- Tonometer, untuk mengukur tekanan intraokular.
- Pachymetry, alat untuk mengukur ketebalan kornea.
- Perimetri, pengujian tingkat kerusakan saraf optik melalui pemeriksaan mata, memeriksa area kehilangan penglihatan (uji lapang pandang).
- Optical Coherence Tomography (OCT), pemeriksaan stadium glaukoma.
- Pencitraan Saraf Optik (Foto Saraf Optik), membantu dokumentasi perubahan yang terjasi pada saraf optik pasien seiring berjalannya waktu.

Cara Pengobatan dan Pengendalian Glaukoma
Apabila didiagnosa mengidap glaukoma, tentu terbersit pertanyaan, “Apakah glaukoma bisa disembuhkan?”
Perlu dicatat, bahwa kerusakan mata yang timbul akibat penyakit glaukoma tidak dapat sembuh.
Dengan kata lain, belum ada metode yang terbukti dapat mengembalikan penglihatan yang rusak akibat glaukoma. Akan tetapi glaukoma dapat dikendalikan.
Artinya, pengobatan dan pemeriksaan rutin dapat membantu memperlambat atau mencegah kehilangan penglihatan.
Apalagi jika pasien glaukoma dideteksi pada tahap awal.
Fokus pengendalian glaukoma dengan pengobatan adalah untuk menurunkan tekanan intraokular mata hingga tingkat perusakan saraf optik dapat dihentikan.
Beberapa metode pengobatan glaukoma:
# Obat Tetes Mata
Merupakan pilihan pertama yang disarankan untuk mengendalikan tekanan pada mata pasien glaukoma. Obat tetes mata glaukoma digunakan terus menerus seumur hidup pasien.
# Pengobatan Laser
Pengobatan laser jadi pilihan, jika obat tetes dan minum belum mampu mengatasi tekanan bola mata.
# Operasi
Operasi glaukoma merupakan pilihan pengobatan selanjutnya jika metode tetes mata dan pengobatan laser tidak berhasil mengurangi tekanan mata. Operasi glaukoma tujuannya untuk membuat saluran pembuangan cairan yang baru agar dapat keluar dari mata.
Tips Pencegahan Glaukoma, Menjaga Kesehatan Mata
Penyakit glaukoma terjadi dengan sendirinya, sehingga untuk pencegahannya belum ada. Namun, dengan menjaga kesehatan mata serta rutin memeriksakan mata, maka deteksi dini penyakit glaukoma sangat membantu pengobatan hingga tidak berlanjut ke tahap yang semakin parah.
Ikhtiar untuk selalu menjaga kesehatan mata harus terus dilakukan dengan mengikuti tips sehat menjaga mata berikut:
1. Mengonsumsi makanan bernutrisi
Tubuh harus tercukupi nutrisi seperti asam lemak omega-3, zinc, vitamin A, C, dan vitamin E dengan harapan dapat membantu mengurangi risiko masalah penglihatan ketika usia lanjut, seperti katarak. Semua nutrisi itu didapatkan dari asupan makanan sehat.
2. Jaga berat badan ideal
Menjaga berat badan dengan aktif bergerak, ditujukan untuk meminimalisir risiko obesitas dan penyakit diabetes tipe 2 yang merupakan penyebab utama kebutaan.
3. Lindungi mata dari hal membahayakan
Rutinitas pada zaman digital membuat mata sangat rentan terpapar radiasi gadget. Sementara kondisi cuaca ekstrim membuat mata berisiko terpapar sinar ultraviolet. Gaya hidup serba praktis dan cepat membuat kebersihan juga sedikit minimalis.
Untuk menjaga kesehatan mata, maka istirahatkan mata secara berkala, lindungi mata dari sinar UV dengan sunglasses, dan jaga kebersihan mata dengan selalu mencuci tangan sebelum mengucek area mata.
4. Kunjungi dokter spesialis mata secara berkala
Untuk mata yang masih sehat, minimal dua tahun sekali mata harus diperiksa ke dokter spesialis mata.
Simak juga tulisan, Cara Klaim Kacamata BPJS.
Salah satu tempat memeriksa dan melakukan pengobatan glaukoma yang recommended ada di Klinik Mata Nusantara atau KMN EyeCare.
Untuk mendapatkan layanan pengobatan KMN EyeCare bisa menghubungi call center (021 751 6699), SMS (08170956688, dan melalui WA (6285960553949). Selanjutnya bisa membuat janji temu dengan dokter mata spesialis glaukoma.
Semoga informasi singkat tentang glaukoma di atas dapat memberikan gambaran penanganan yang harus dilakukan dalam menghadapi penyakit glaukoma si ‘pencuri’ penglihatan.
Semangat melakukan ikhtiar terbaik dalam pengobatan untuk pasien glaukoma ya, Temans.
Salam jejak #Kesehatan dari mata, rasa dan pikiran YSalma.
Referensi tulisan:
https://www.klinikmatanusantara.com/id/tindakan-dan-biaya/glaukoma/
https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/
Foto credit to AI Bing creator by admin YSalma.

Ya Allah, semoga dijauhkan dari penyakit Glaukoma ya, penting banget untuk menjaga kesehatan kita, dan dimulai dari menjaga berat badan juga.
Sedih banget deh karena mata adalah indra yang paling kita butuhkan.
Dan baca ini auto bersyukur banget kita masih dikasih kesempatan melihat dengan baik, harus banget dijaga
SukaSuka
Jujur, artikel ini seketika mengingatkanku dengan almarhumah Ibu Mertua yang telah berpulang di pertengahan tahun 2023 lalu
Punya riwayat penyakit yang disebutkan di atas, beliau juga pernah konsultasi ke dokter kalau ternyata terkena Glaukoma,
Ada beberapa hal yang disayangkan kenapa tidak bisa lebih cerewet saat itu,
Terima kasih untuk pencerahan mengenai Glaukoma ini ya mbak,, orang terdekat yang memiliki riwayat diabetes dan darah tinggi, sangat amat perlu diperhatikan, apalagi terkait pola makan dan gaya hidup, supaya bisa terhindar dari hal ini
SukaSuka
Turut belasungkawa, Kak.
Beliau sudah sembuh dari sakitnya, kita yang masih diberi nikmat sehat,
harus menjaga kesehatan. Semangat.
SukaSuka
Tetanggaku ada nih yang kena glaukoma, harus operasi namun tidak berhasil. Sedih deh harus kelihatan penglihatan secara mendadak gini hiks..
Memang harus lebih peduli dengan kesehatan mata yaaa… terutama kayak kita nih yang mainan sosmed dan harus di depan gadget lebih lama dibandingkan orang lain. Harus disiplin untuk mengatur kapan mengistirahatkan mata agar tidak terpapar terlalu banyak oleh gadget.
SukaSuka
Ngeri ya, bisa tiba-tiba kehilangan kemampuan memandang karena glaukoma, dan ini nggak cuma menyerang orang lanjut usia, bahkan anak-anak pun bisa.
Memang penting sekali memperhatikan kesehatan mata ini
SukaSuka
temennya suamiku ada juga yang terkena glaukoma, buat yang seneng makan makanan manis kaya cake dan es kopi susu wajib banget udah mulai mengurangi dan membatasi asupan manis yaaa, serem banget penyakit satu ini huhuhu
SukaSuka
Gak bisa sembuh? Ya Allah ngeri banget ya. Saya ada teman seusia yang menderita diabetes akut. Efeknya rabunnya memang sudah parah, sepertinya kena glaukoma ini. Duh jadi ikuatan sedih.
SukaSuka
Wah.. bahaya sekali Glaukoma ya, Mbak. Sebabnya tidak ada gejala atau tanda-tanda sebelumnya. Tau-tau sudah stadium saja. Jadi kita harus terus menjaga kesehatan mata kita. termasuk rajin kontrol dan menjaga pola makan juga.
SukaSuka
duh paling takut ngalamin buta
Tapi kok saya sering mengabaikan kesehatan mata ya?
Mata dipakai mantengin layar laptop selama berjam-jam
Mulai sayang mata ah dengan mengikuti tips di atas
Jika sudah rusak sulit dipulihkan kembali
SukaSuka
Mata ini adalah jendela dunia.
Jadi kesehatannya kudu diperhatikan ke dokter spesialis dan jangan asal konsumsi obat tetes. Ini catatan penting juga buatku, karena ibuku kemarin barruu abis berobat mata karena gatal.
Alhamdulillah, dengan cek rutin untuk kesehatan mata, penyakit glaukoma bisa dicegah dan segera diketahui dengan pemberian treatment yang tepat.
SukaSuka
aku punya kenalan yg terkena glukoma sejak kecil, katanya pun sudah beberapa kali melakukan tindakan operasi dan memang tidak bisa sembuh sepenuhnya. Oleh karenanya, yg kondisi matanya baik jangan abai utk rutin cek kesehatan mata
SukaSuka