Mengajarkan Kegiatan Baik Agar Jadi Kebiasaan. Program Sekolah Puasa Senin Kamis


Puasa sunnah Senin Kamis setiap minggunya, bagi yang belajarnya di boarding school ataupun pesantren, mungkin bukanlah hal yang istimewa, biasa aja. Hal yang sudah rutin dilakukan.

Tapi, ini adalah catatan saya tentang kegiatan nak bujang yang bersekolah di salah satu SMK Islam. Puasa sunnah ini menjadi program wajib sekolah pada minggu pertama setiap awal bulan. Tujuannya, diharapkan kegiatan baik itu akan menjadi kebiasaan bagi setiap siswa nantinya.

Mengajarkan-Kegiatan-Baik-Agar-Jadi-Kebiasaan

Kegiatan Baik Jika Tidak Dilakukan Rutin, Terasa Berat

Tidak mudah memang menjadikan kegiatab baik yang sehari-harinya disebut sunnah itu menjadi sebuah rutinitas. Yang wajib aja masih lalai, ditambah lagi sama yang sunnah. Apalagi untuk anak baru remaja zaman sekarang. Berat.

Lingkungan sangat besar pengaruhnya.

Contohnya nak bujang, sewaktu kecil, kelas 2 SD ke bawah, berada di lingkungan tempat tinggal yang masih dalam radius bermain teman-teman sekolah.

Saat itu, melakukan puasa sunnah yang dianjurkan sekolah seperti puasa Dzulhijjah sebelum hari raya Idul Adha, itu merupakan hal yang biasa. Guru cukup menghimbau saja, semua murid akan semangat memberitahukan orangtuanya agar membangunkan untuk ikut sahur.

Bahkan ada perasaan malu, merasa rugi, bagi teman-temanya yang lupa melakukan.

Setelah pindah sekolah, waktu kelas 3 SD hingga saat ini. Walaupun sama-sama sekolah Islam. Sekolah hanya melakukan himbauan, semacam anjuran pengingat saja agar murid melakukannya. Sementara kantin sekolah tetap buka seperti biasa 😳 .

Maka ada anak yang melakukannya.
Dan sangat banyak yang tidak ikut ambil bagian, dengan alasan ‘hanya puasa sunnah, bukan wajib ini’.

Nak bujang termasuk rombongan yang banyak itu. Walau sudah diingatkan di rumah, bahkan kadang sudah niat dan sahur juga, tapi sesampai di sekolah, ikutan juga makan di kantin 😦 .

Nyampe rumah laporan, “aku ga jadi puasanya. Banyak yang ga puasa. Aku juga ga kuat nyium aroma masakan kantin” πŸ˜› .

‘Paksaan’ Untuk Belajar, Mewajibkan Hal Sunnah, Agar Menjadi Kebiasaan

Alhamdulillah, sekolah yang sekarang ternyata mempunyai program baru pada tahun ini, yaitu pembelajaran untuk pembiasaan, salah satunya mewajibkan semua siswa *yang tidak ada halangan*. pada minggu pertama, setiap bulannya untuk melaksanakan puasa sunnah Senin Kamis.

Saya sebagai emak baru tahu adanya program ini.
Padahal, tahun ajaran baru sudah dimulai dari pertengahan bulan Juli kemaren. Itu artinya minggu pertama diawal bulan Agustus terlewatkan begitu saja.

Hal ini disebabkan karena kesibukan pihak sekolah dalam penerimaan murid baru, masa orientasi sekolah, kegiatan acara Agustusan, kegiatan lebaran haji. Makanya silaturrahim dengan orang tua murid kelas X baru bisa terselenggara pada Sabtu, 24 Agustus 2019 kemaren.

Pada saat itu guru menjelaskan pada semua orang tua murid bahwa pihak sekolah sebelum-sebelumnya sudah menghimbau siswa untuk mengikuti program belajar tersebut. Tapi, yang namanya murid remaja, semua pada banyak alasan, yang gak sahur, yang lupa, dan banyak alasan lain.

Maka dari itu, pihak sekolah minta kerja sama dengan orang tua untuk mendukung kegiatan baik tersebut.

Pihak sekolah juga menjelaska bahwa pada hari Senin Kamis, pada minggu pertama setiap bulan itu, kantin sekolah juga tutup.

Para orang tua murid tersenyum penuh semangat mendengar penjelasan tersebut.

Sesampai di rumah, setelah pertemuan orang tua murid itu, saya bertanya pada anak bujang tentang program wajib sekolah yang tak dilaporkannya.

Dia nyengir, “Kemaren itu, belum ada anak-anak yang melaksanakannya, Mam”.

Puasa Senin Kamis Program Sekolah Mulai Dilaksanakan

Hari ini, Senin 02 September 2019, puasa sunnah Senin mulai dilaksanakan.

Apakah nak bujang langsung begitu saja mengikutinya?

Tidak.
Anak saya termasuk anak yang sangat kritis terhadap orangtuanya. Kalau sama guru sih nurut. Apalagi guru yang tegas sekaligus yang membuat segan, bukan takut.

Jika penjelasan emaknya tidak bisa diterima olehnya, dia tidak akan lakukan. Harus melalui sebuah dialog dulu.

“Itu kan hanya puasa sunnah, Mam. Kenapa jadi program wajib? Mama kan tau artinya sunnah kan? Kenapa jadi sebuah keharusan sih?”

“Memangnya, kalau ga dijadikan program wajib, kalian-kalian pada mau menjalankannya dengan suka rela?”

“Enggak! Yang pentingkan yang wajibnya”.

“Tuh kan. Terkadang, belajar hal-hal baik itu badan kudu dipaksa. Kalau hanya nunggu kesadaran dari hati, kapan? Contohnya aja kamu, dulu mengerjakan puasa sunat seperti ini, hal yang biasa aja. Tapi karena ga pernah dikerjakan lagi, terasa berat untuk memulainya lagikan. Sama kayak kamu makan. Emang cukup hanya makan wajibnya aja, nasi sama lauk doang? Ga kepengen cemilan tambahannya, ga kepengen es yang segar-segar agar berasa lengkap. Apalagi musim panas begini”.

“Iya sih. Tapi, kalau hanya aku, teman yang lain enggak. Gimana coba. Ntar pada dibilang sok iye lagi”.

“Semuanya pasti pada ikutan puasa, kecuali yang berhalangan. Kemaren itu, guru kan udah menyampaikan pada semua orang tua murid. Kantin sekolah juga tutup. Coba deh berhitung baiknya ikutan puasa, kamu di sekolah dari pukul 7 sampai pukul 3 sore, ga makan dan minum. Hanya nahan 3 jam lagi udah berbuka. Apa ga rugi kalau ga puasa? Sekalian, bisa mengistirahatkan kerja usus. Semenjak lebaran disuruh kerja mulu”.

Nak buajang diam.

Saat sahur, pun masih setengah hati. Dilakukan sembari chit chat dengan teman-temannya. Sepertinya semuanya juga pada sahur. Karena setelah itu dia anteng aja.

Ketika paginya berangkat sekolah, malah gantian menggoda emaknya sambil senyum-senyum, “botol minum dibawa buat jaga-jaga juga ga, Mam?”

Emaknya tentu aja ga mau terpedaya, “bawa aja, asal jangan yang ada isinya 😳 “.

“Tumben Mama ga langsung cuap-cuap :mrgreen: ” .

“Mama kan puasa juga. Sayang energinya atuh. Ga boleh berprasangka negatif, apalagi pada anak sendiri. Kau kan hanya mancing-mancing emosi mamakmu”.

Anaknya malah nyengir.

Kesimpulan

Saat ini, mengajarkan kebiasaan baik pada anak remaja, seperti puasa Sunnah Senin Kamis ini, dan banyak hal baik lainnya lagi, tidak hanya cukup dengan memberikan contoh. Tapi, harus diarahkan dengan tegas.

Orangtua juga harus menunjukkan sikap keseharian yang sesuai dengan anjuran kebaikan tersebut. Jika tidak, itu akan menjadi bahan kritikan mereka ‘kenapa hanya dia yang dituntut seperti itu’.

Awalnya mungkin terasa agak berat, tapi lama-lama biasa aja.

Semoga kegiatan ini menjadi kebiasaan baik yang akan menjadi sebuah kebutuhan ya, Nak. Biar badannya tetap sehat ❀ .

Btw, Selamat Datang September.
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1441H.

Iklan

9 comments

  1. bagus tulisannya kak. Bisa ala biasa, weteng tresno jalaran soko kulino. Pepatah tersebut merupakan rahasia umum, hal baik seharusnya terus dibiasakan ketika masa sekolah khususnya sejak kecil. Puasa Sunnah aja kuat, apalagi Puasa
    wajib yaa. Andai saja kebijakan itu dari negara, negara yang berjumlah muslim terbanyak di dunia. Apakah nampak teratur, ataukah sebaliknya kak? terimah kasih.

    • Iya. Inshaa Allah puasa wajib sudah tau kalau itu bagian dari kebutuhan diri sendiri.
      Sama-sama berdo’a kita agar nengara tidak fobio dengan pendidikan kegiatan beribadah dari dini,
      serta sesama muslim juga bisa saling percaya dan menghargai, serta menghormati yang berbeda.
      Bearagam itu penuh warna dan keindahan.

    • Iya, pak. Sebagai bentuk pembelajaran aja dulu.
      Kalau ini katanya juga Senin dan Kamis di pekan pertama, mudahan berikut-berikutnya bisa lanjut ke pekan berikutnya.
      Karena puasa di luar bulan Ramadhan jauh lebih berat tantangannya. Apalagi bagi anak2 remaja.

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.