Catatan Juli: “Rahasia” Blogger Profesional Yang Baru Diketahui


Rahasia Blogger Profesional

Rahasia blogger profesional ini baru saya ketahui karena kurang gaul. Ternyata, dibalik sebuah postingan keren seorang blogger itu, banyak proses kreatif yang tak tampil ke permukaan. Yang seakan menjadi rahasia umum.

Terkadang, proses itu bisa membuat sesama blogger menjadi ikut berdecak kagum, dan ada juga yang merasa risi.

Kalau saya pribadi, selagi dalam batas usaha yang wajar, selalu salut dan angkat topi atas semua usaha yang dilakukan. Karena tidak semua blogger mampu melakukannya.

Bahkan, terkadang saya tergelitik juga untuk mencobanya.

Tapi, saya selalu mengukur kemampuan diri. Apa daya, sudah bukan blogger belia lagi. Ga bisa dipaksakan. Melihatnya saja terkadang sudah merasa terengah duluan :mrgreen: . Betapa dinamisnya dunia blogosphere ini.

Sebelum hari di bulan Juli ini berakhir, saya memilih menjadikannya sebagai sebuah tulisan blog.

Rahasia Seorang Blogger Profesional Yang Menjadi Catatan YSalma

Blogger profesional yang saya maksud pada tulisan ini adalah blogger yang semua kegiatannya bisa meng-influence pembacanya. Bukan hanya kegiatan menulis, tapi juga kegiatan penunjang lainnya.

Sehingga, kegiatan blog bukan hanya sebuah hobi yang menyenangkan, tetapi juga menjadi profesi yang menghasilkan.

  • Dituntut Multitalenta

Blogger bisa menulis, itu sudah sebuah keharusan.

Dulu, di awal ngeblog pada April 2010, menuliskan curhatan pada postingan blog, itu sudah merupakan sebuah kegiatan seseruan.

Seiring perkembangan waktu, karena menulis pada sebuah blog melibatkan rasa dan pikiran adminnya, muncullah sebuah kesadaran baru.

Mulai menyadari bahwa sebuah tulisan curhatan sekalipun, dapat memberikan efek pada pembacanya. Semua bloger tentu berharap tulisan yang diposting menimbulkan efek positif.

Semakin ke sini, ternyata tulisan saja tidak cukup. Sebuah postingan itu perlu dilengkapi media penunjang tulisan, berupa foto, grafis, atau bahkan video.

Awalnya, bagian penunjang tulisan ini juga pada masih kurang aware dengan hak cipta. Sehingga, foto pelengkap tulisan dengan nyantainya main comot dari internet.

Akhirnya, sikap idealisme seorang profesional blogger juga tergelitik.

Sama seperti tulisan, yang ga banget kalau dari hasil copy paste. Foto pun demikian. Kurang elok kalau mengambil tanpa izin, atau tidak memberikan credit pemiliknya.

Menyiasati kondisi tersebut, untuk melengkapi rasa tulisan yang seutuhnya milik seorang blogger, ia harus terus meng-upgrade kemampuan. Blogger dituntut multitalenta.

Blogger profesional itu tidak hanya bisa meramu kata menjadi untaian kalimat yang enak dibaca, tetapi juga harus bisa menyajikan sebuah foto ataupun video pendukung yang menyejukkan mata.

Sehingga, seorang blogger harus tau dasar-dasar fotografi, editing video, bahkan harus siap menjadi ‘model’ dadakan. *Kalau begini, emak-emak berasa ingin kembali pada usia 20-an* 😳 .

Dengan demikian, seorang blogger akan mudah berkamuflase pada lahan yang dianggap ‘basah’. Tentunya dengan embel-embel ya sebagai seorang blogger, ya Youtubers, ya Photographer, ya pengajar ilmu ngeblog. *Jika komplit begini, emak bisanya hanya ngumpet di pojokan* :mrgreen: .

  • Cerdas Melakukan Blogwalking (BW)

Dulu, saling berkunjung (blogwalking) dan berbalas kunjungan, serta tak lupa sok akrab, itu hanyalah bagian dari kegiatan ngeblog.

Bahkan, tak jarang berlanjut saling kopi darat dalam pertemanan dunia nyata.

Karena sudah pada kenal di dunia nyata, teman-teman blogger profesional pun terhimpun dalam kelompok yang disebut komunitas.

Nah, untuk menunjang performa blog, blogwalking akhirnya lebih sering terjadi dalam lingkaran anggota komunitas tersebut.

Sehingga, sekarang ini, blogwalking sesama blogger yang terjadi secara acak, itu merupakan sesuatu yang langka dan temasuk hal yang istimewa.

Blogwalking secara alami itu, saat ini hanya dilakukan oleh blogger yang baru membuat blog, dan belum begitu aktif tergabung dalam komunitas. Atau, oleh seorang blogger senior yang sedang menggarap project blog baru.
Atau, blogger yang sedang ikut lomba dan harus memenuhi syarat tertentu.

Waktu saya belum ngeh, sempat agak merasa aneh. Sekarang ini, mau sesering apapun BW dilakukan ke blog yang dulu sok diakrabin, ga bakalan berbuah kunjungan balik. *makanya, segala sesuatu itu lakukan dengan ikhlas, mak*.

Begitu mengetahui rahasi BW saat ini, saya dapat memaklumi.

Menurut saya, itu hal yang wajar saja, karena blogwalking itu lumayan menyita waktu. Jika seorang blogger sudah mempunyai jadwal BW, manalah sempat BW ke blog lain. *dilarang baper. Lebih baik berpikir positif, ga semua orang punya keleluasaan dengan waktunya 🙂 *.

Lah, saya aja yang ga sibuk dan ga begitu aktif di medsos, malah ga sempat update blog secara rutin. Kebanyakan ngelamun di depan notebook. *Niat dibenerin lagi, mak 😛 *.

Etapi, saya terkadang suka BW dan menjadi silent reader. Karena, saya termasuk pembaca lambat, pembaca segalanya, tapi masih berantakan dengan EYD.

Saya suka sungkan meninggalkan jejak pada blog yang pemiliknya sangat konsen dengan EYD, tapi suka nyinyir, bikin keder yang lainnya. Bukan nambah semangat orang belajar 😛 . Ngeri komen saya bakal ngotorin kolom komentar mereka, dan kemudian digosipin berjama’ah. *Belajar makanya, jangan suudzon mulu, mak* 😳 .

So, yang memilih ga ikut komunitas BW, ga usah mempermasalahkan dan dipermasalahkan. Kalau mau ikut, tinggal gabung. Jangan semua hal dibuat repot :mrgreen: .

Yang ga mau ikutan BW khusus itu, tinggal BW seperti niatan awal ngeblog.
Saya kalau lagi rajin BW, bisa asyik membaca tulisan yang merupakan murni hasil tuangan pikiran serta perasaan yang empunya blog. Banyak hal menakjubkan yang ditemui yang bisa memperkaya pikiran. Bahkan, terkadang diksi yang dipergunakan sangat membuat kagum. Hal ini bisa menambah perbendaharaan kata. *walau suka lupa lagi 😥 *.

Yang penting, semua dibawa happy aja.

Satu hal yang tak boleh lupa, ngeblog itu untuk menjaga kewarasan. Bukan membuat stress oleh tuntutan ini itu bukan? 🙂 .

  • Tergabung Dengan Grup Medsos Yang Solit

Hampir sama dengan komunitas Blogwalking, blogger profesional rata-rata juga tergabung dalam grup media sosial yang solit. Ada aturan dalam grup yang harus diikuti.

Saya termasuk yang tercecer dalam hal ini. Lah, dulu, *sekarang juga masih* kurang begitu aktif di media sosial seperti facebook, twitter, dan lainnya.

Harusnya, medsos kan memang dipergunakan untuk melebarkan link pertemanan. Saya selama ini malah menggunakan medsos untuk share link tulisan blog aja. Mana belum pernah kopdar sekalipun 😳 *takut kalah bersaing duluan sama yang muda 😆 *.

Sementara yang ingin profesional, teratur mem-branding diri, sembari saling menjalin keakraban di medsos dan komunitas.

Bukan seperti saya yang hanya sok mengaku sebagai bagian dari komunitas. Padahal, sebagian adminnya merasa bahwa saya bukanlah anggota mereka. *Makanya, mak. Jadi orang itu gaul* 😳 .

Lebih memalukan lagi, beberapa waktu yang lalu, saya kembali bersih-bersih broken link di blog. Saya baru tersadar, bahwa sangat banyak blogger yang selama ini saya merasa sok akrab. Ternyata begitu melihat komen dari awal ngeblog dulu, sebelah jari pun tak cukup mereka berkunjung ke blog ini. *Isin aku* 😆 . Tak apa, teman datang dan pergi itu hal biasa di dunia nyata, apalagi di dunia maya 🙂 .

Kesimpulan:

Kamu yang baru mulai ngeblog dan ingin menjadi blogger profesional, lakukanlah dengan rutin dan telaten, serta alami. Aktif dalam grup komunitas yang seide, tentunya tanpa melupakan attitude dan tetap jadi diri sendiri.

Apapun profesi dalam kehidupan dunia nyata, seorang blogger profesional saat ini harus mempunyai paket komplit:

  • Blog yang terus update, ga masalah apakah itu tulisan bersponsor yang rasa personal, atau tulisan curhat yang elegan.
  • Mempunyai follower medsos yang juga keren.
  • Serta diperhitungkan dalam sebuah komunitas.
  • Dan jangan ragu berbagi ilmu.

Selamat menapaki menjadi blogger profesional.

35 comments

  1. Waktu saya belum ngeh, sempat agak merasa aneh. Sekarang ini, mau sesering apapun BW dilakukan ke blog yang dulu sok diakrabin, ga bakalan berbuah kunjungan balik. *makanya, segala sesuatu itu lakukan dengan ikhlas, mak*.

    hal yang kurang lebih sama saya rasakan, banyak sekali teman blog dulu yang sering saling BW kini tinggal hitungan jari. dan lagi perkembangan sekarang tanpa harus menuliskan komen, tinggal klik sudah meninggalkan jejak di blog sahabat.

    saya termasuk yang kudet itu

  2. Awalnya saya ngeblog cuma buat senang-senang, berbagi pengalaman. Lama-lama, muncul juga rasa iri kepada para blogger pro yang bisa menghasilkan uang dari blognya… 😀

  3. Wah, iya saya juga merasakan blogwalking saya tidak begitu banyak yang berkunjung balik. Ternyata zaman sekarang udah banyak blogger yang tidak aktif. Mungkin karena sekarang lebih banyak blogger yang aktif di instagram atau menjadi youtube vlogger.

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.