Memanfaatkan Daun Ginseng Sebagai Sayuran Hijau


Memanfaatkan Daun Ginseng Sebagai Sayuran Hijau sempat melanda sebagian warga di sebuah komplek perumahan (baca: tempat admin blog ini tinggal). Awalnya seorang nenek yang rajin bertanam, menanam berbagai tanaman di halaman dan samping rumahnya. Salah satu yang ditanamnya ya ginseng ini.

Rumah beliau ini ada di pertigaan. Kalau sore dan pagi hari, ibu-ibu yang punya anak kecil ngumpulnya di sekitar rumah si nenek sambil melihat anak-anak pada bermain. Yang suka tanaman mulai memperhatikan tanaman asri yang ditanam si nenek.

Rasa penasaran muncul begitu melihat tanaman daun ginseng yang sudah akrab di mata, tapi dikira itu cuma tanaman liar yang kebetulan juga ditanam si nenek. Ternyata tanaman itu sengaja beliau tanam. Malah beliau modali alias bibitnya beli di tukang tanaman.

Saya pun ketularan menanam tanaman ginseng lokal ini.

Daun GinsengDaun ginseng di pot yang saya punya, agak merana, saking seringnya dipotek untuk sayuran. Sayang ga punya simpanan foto dan video tanaman ginseng si nenek yang sangat hijau dan terawat 😀 .

Mengenal Tanaman Ginseng Jawa

Tanaman ginseng seperti foto di atas merupakan tanaman ginseng jawa atau kolesom jawa, som jawa (Talinum paniculatum). Tanaman ini mempunyai bunga mungil yang cantik. Selain sebagai sayuran, tanaman ini sekaligus juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Apakah manfaat daun ginseng jawa?

Si nenek menjelaskan, daun ginseng ini sudah dipercaya turun temurun sebagai tanaman yang banyak manfaat, diantaranya :
– Menguatkan paru-paru
– Meningkatkan stamina
– Meningkatkan nafsu makan
– Menurunkan panas

Bagaimana cara mengolah daun ginseng jawa?

Bisa dijadikan sayuran hijau lalapan kalau suka *agak sedikit berlendir*, bisa diolah tumis atau cah *memasaknya jangan terlalu lama, cukup sampai layu aja*.

Sebagai penurun panas, ambil segenggam daun ginseng, cuci bersih, kemudian remas-remas dengan 1/2 gelas air mineral, saring dan minum.

Kalau menurut saya daun ginseng ini kalau diperas, rasa airnya agak-agak mirip ‘daun sidingin (Minang) atau daun cocor bebek’ yang juga sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat (pendingin/penurun panas).

Semenjak tau manfaat daun ginseng ini, ibu-ibu jadi ikut-ikutan menanamnya. Ada yang di pot, ada yang memanfaatkan bahu jalan yang teduh.

Daun ginseng jawa ini paling sering digunakan sebagai sayuran hijau untuk campuran makan mie, sensasi kenyal-kenyalnya boleh juga di lidah :mrgreen: .

Daun ginseng ini termasuk tanaman perdu, semi menjalar. Tingginya paling cuma 60cm. Daunnya berbentuk oval dan kalau dipatahkan agak sedikit berlendir. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan stek batang dan juga biji dari bunga kecil yang berwarna kemerahan. Mudah tumbuh subur di tempat teduh.

Semua bagian tanaman ginseng ini dapat dimanfaatkan. Daun dan batang yang muda sebagai sayuran hijau, sedangkan bagian akar umumnya dikeringkan kemudian dijadikan obat. Dan juga dipercaya sebagai obat penambah stamina.

Apakah sobat pernah memanfaatkan dan merasakan sensasi rasa daun ginseng sebagai sayuran atau mungkin tanaman obat ?

20 comments

  1. Bermanfaat banget ya, Mbak…
    Berarti tak salah ya bila kadang kalau membuat mie intstan saya campuri daun gingseng sebagai pengganti sawi.

    Suka

  2. Wahh … baru tahu bentuk tanaman Ginseng 😉 kalau obat vitamin yang mengandung ‘ginseng selalu saya konsumsi setiap bulanm paling tidak selang 3hari 1kapsul … penguat stamina laki-laki 😛

    Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.